Seorang gadis manis dengan jam tangan merah jambu yang melingkar di tangannya terlihat panik karna tidak ada satu Ojek online pun yang bersedia mengatarnya ke sekolah." Gawat! Udah jam tujuh lewat! Malah hari ini gue upacara! ".
Gadis ini terus-terusan menggeser ponselnya untuk mencari tumpangan, tapi hasil nya Nihil.Dia sibuk melihat kesana kemari, barangkali ada seseorang yang searah dengan sekolahnya.
Kan lumayan kalau nebeng gak usah ongkos segala, gitu pikirnya.Gadis manis ini memutuskan untuk berjalan kaki, sampai mana dia mampu.
Daripada harus disini nunggu yang gak pasti.Saat dia menyebrang jalan tiba-tiba ada seorang cowok yang tampak mengenakan bed sekolah yang sama dengannya.
Tanpa mau membuang waktu, dia langsung menghentikan motor tersebut
" Eh tunggu......tunggu! ".
Kata gadis itu membuat si pengendara menghentikan laju motornya." Gue numpang lo ya? kita satu sekolah kok". kata gadis itu.
Si cowok masih menimang.
Tidak ingin menunggu lama, gadis itu langsung naik di jok motornya dan menepuk pundak si pengendara" buruan, kita udah telat! ".
Tanpa berfikir panjang cowok tersebut melajukan motornya dengan kecepatan di atas rata-rata.
Saat di perjalanan, si gadis menepuk dahinya karna teringat sesuatu
" Astaga! Hari ini kan jadwal gue piket! ".
Gadis tersebut mendekatkan wajahnya ke pengendara motor tadi.
" Eh gue baru ini liat lo, lo kelas 10 ya? ". Gadis itu mulai bertanya." Gue kelas 11, baru masuk ". Jawab si pengendara dengan suara agak samar karna banyaknya kendaraan lain.
Gadis itu ngangguk-ngangguk.
" lo harus anter gue ke Tata Usaha, itung-itung bayar ongkos" kata si pengendara motor ini.
Gadis itu hanya bisa mengangguk patuh.
Hingga tak terasa mereka telah sampai di gerbang sekolah.Mereka berjalan beriringan menuju ruang tata usaha.
" lo kelas berapa?".
Si cowok membuka suara.
Gadis tersebut menoleh sedikit
" XI IPA 3". Jawabnya. Lalu ia menghentikan langkahnya sebentar, menaikkan kaos kaki nya saat melihat ada petugas sekolah.
" lo mau masuk IPA atau IPS? ". Lanjutnya setelah selesai dengan kegiatannya tadi.Si cowok menoleh
" Kepo! ".
Lalu dia melangkah meninggalkan gadis manis itu sendirian dengan perasaan kesal.Sial.
Langkah mereka terhenti di ruangan yang bertuliskan Tata usaha.
Gadis tersebut tampak sedikit panik, karna ternyata siswa dan siswi di sekolah telah selesai melaksanakan upacara bendera. " Eh gue duluan ya, kayaknya kelas gue udah di mulai". pamit gadis itu.
" see youuu! Byeee! ". Setelahnya, sosok gadis manis itu tak terlihat lagi.
Manis.
Gadis manis sedang mempertahankan keseimbangan tubuhnya saat berjinjit di jendela samping ruang kelas nya.
Tanisha Aurellia Azalia.
Itulah nama yang tertulis di seragam sekolah nya." Kok bisa sih bapak itu masuk segala, ishh.... ".Nisha menggerutu. Kemudian dia berjalan mengendap-ngedap ke arah perpustakaan sekolah, hanya itu satu-satu nya tempat paling aman untuknya saat ini.
Namun saat Nisha mengendap dan berada di pertigaan lorong, tiba-tiba saja dia menabrak seseorang yang iya yakini merupakan salah satu guru di sekolah nya ini.
Saat Nisha mendongak kan kepalanya, benar saja. " Eh bapak......".
Nisha kehabisan kata-kata.Guru tersebut sudah melototkan matanya, seperti ingin memakan Nisha hidup-hidup. " Kamu ngapai di sini pas jam pelajaran? ".
Tanya guru tersebut dengan nada penuh penekanan.Nisha meringis mendengarnya, lalu dia berusaha senyum semanis mungkin.
Walaupun hasilnya justru terlihat sangat aneh." Ini pak, anu..... Saya...". Dia berfikir sejenak. " Oh, ini saya habis dari kamar mandi pak. Iya kamar mandi".
Lanjutnya dengan senyum yang masih sama.Guru tersebut berkacak pinggang "Kamu kira saya sudah berapa tahun kerja disini hah? ".
Nisha meringis, lalu menggeleng.
" Toilet ada di sebelah sana, dan kamu ada disini? ". Guru tersebut menggantungkan kalimatnya.
" Jalan jongkok 5 kali putaran, sekarang! ". Ucap guru tersebut tanpa terbantah.Nisha langsung berlari ke arah lapangan dan menjalankan hukumannya.
Setelah selesai menjalankan hukumannya, Nisha langsung memasuki ruang kelasnya dengan sedikit ragu.
Tok.... Tok....
Terdengar suara ketukan pintu dari kelas XI IPA 3 ini.
" Permisi pak, saya ijin mau masuk". Kata Nisha dengan nada rendah.
Guru tersebut menoleh " Oh.... Kami sudah mau pulang Nisha, kamu datang terlalu cepat".
Kata guru tersebut dengan nanda sarkas nya.Nisha meringis, kemudian dia menunduk malu" maaf pak, tadi saya di hukum keliling lap.. ".
" I dont care ".
Belum sempat Nisha menyelesaikan ucapannya, guru tersebut telah memotong dan malah mengatakan hal yang membuat murid lain menahan tawa.Tak lama terdengar suara bel istirahat , membuat para siswa bersorak ria.
Nisha mengalihkan pandangannya ke depan, dan melihat sosok itu.
Ya, dia yang tadi pagi menyelamatkan Nisha saat tidak ada ojek online yang bersedia mengantarnya ke sekolah.Cowok tersebut berdiri membuat Nisha semakin jelas melihatnya dan bed nama yang ada di seragamnya.
Delta Aksa pradivta.
" Nisha, jangan lupa uang denda lo goceng, tadi lo 'kan gak piket! " teriakan bendahara kelasnya membuat lamunannya buyar pada sosok yang berdiri di depannya.
Yuhuuuuuuuu.......
Ini kesekian kalinya aku bikin cerita tapi gaa ada yang selesai huh:"((
But, i dont have move on!See uuuu!!

KAMU SEDANG MEMBACA
Sorridere
Teen FictionKarna kopi akan terasa manis jika diberi gula, begitu juga hubungan akan terasa indah jika ada cinta. Karna dengan senyuman, akan merubah segalanya menjadi sejarah. "Jadi gimana menurut lo? ". Rega mengulang pertanyaannya tadi. Berharap kali ini De...