Ada kalanya, kita hanya harus mengungkapkan kata yang harus di ungkapkan tanpa penjelasan~________________________________
Rintikan hujan yang turun setetes demi tetes menjadi sebuah genangan di lapangan depan kelas Nisha. Perlahan Nisha menghirup bauk khas hujan saat turun dan membasahi tanah yang sebelumnya tampak pecah-pacah karna musim kemarau.Dia mengayun-ayunka kakinya di kala dia duduk di kursi panjang depan kelasnya, bersenandung kecil sembari menggerak-gerakkan kepalanya ke kanan dan ke kiri. Tenang, itulah yang saat ini Nisha rasakan.
" Nishaaaa". Teriakan barusan jelas saja mengganggu ketenangan Nisha, dia mendengus kesal menatap sang pelaku yang kini sudah duduk di sampingnya dengan makanan di tangannya.
" Nis, itu murid baru lumayan juga. Manis, gayanya juga keren, yakan Nis??". Raina, dia adalah sahabat Nisha dari SMP. Sahabatnya ini memang sering kecanduan sama yang namanya cogan.
Paling pantang lihat cowok ganteng sikit, matanya langsung ijo.Nisha mendengus kesal, jenuh melihat tingkah sahabatnya ini jika sudah melihat cowok yang lumayan.
Raina mencomot gorengan dari kantin bunda. Tanpa ada niat untuk membaginya sedikit kepada Nisha yang ada di sampingnya.
"Oh iya by the way tadi pagi lo kok bisa telat gitu? ". Tanyak Raina.
Dia bangkit dari duduknya untuk membuang bungkus bekas gorengannya tadi ke tempat sampah.Nisha mengedikkan bahunya " Gak ada ojol yang mau nganter gue".
Raina tertawa " makanya rumah lo jangan pelosok-pelosok, jadi males deh abang ojol nya ngater lo".
Dia membuka bungkus jajannya lagi, kali ini Raina makan Malkist keju manis.Nisha menjitak kepala Raina pelan, lalu mengambil satu bagian dari malkist keju manis yang ada di tangan Raina. Raina mendengus kesal, dia sedikit menjauhkan makanannya dari Nisha.
Padahal Nisha sudah berhasil mengambil satu bagian dari malkist kejunya." Eh tapi ya Nis, gue tuh ngelihat tatapan si anak baru ke lo itu agak beda deh". Kata Raina dengan wajah serius.
Nisha hanya memperhatikan Raina yang tampak serius berbicara, menunggu kelanjutan dari perkataan Raina.
" kayak ada sedikit feel gitu kalok dia mandangi lo". Lanjut Raina.
Nisha tersenyum, bukan. Bukan karna perkataan Raina. Tapi karna wajah serius Raina yang di hiasi oleh remahan malkist keju di sekitar bibirnya, membuat Raina terkesan seperti anak kecil yang belum pintar makan.
Raina menyadari saat Nishaa tersenyum, " Atau jangan jangan...... ".
Raina mendekatkan wajahnya dengan wajah Nisha, masih dengan ekspresi seriusnya " lo suka kan sama dia?! ". Tembak Raina.Nisha menahan tawanya, walau akhirnya gagal.
Tawa Nisha pecah saat hujan lokal yang di sebab kan Raina di wajah nya, bercampur dengan remahan Malkist keju manisnya Raina.Raina kesal, dia menjitaki kepala Nisha dengan bertubi tubi. " lo tuh ya, gue lagi serius lo malah bercanda ah gak asik! ".
Raina merengutkan wajahnya.Nisha menghentikan tawanya " hujan lokal anjir! Lo ngomong ludahnya muncrat gitu kemana-mana! Sok-sokan ngomong serius".
Nisha tertawa lagi.Raina menggertak gertakan sepatu nya "bodoamat! ".
Kemudian pergi membuang bungkus plastik malkist keju tadi, berlalu ke dalam kelas meninggalkan Nisha sendirian yang masih tertawa.

KAMU SEDANG MEMBACA
Sorridere
Teen FictionKarna kopi akan terasa manis jika diberi gula, begitu juga hubungan akan terasa indah jika ada cinta. Karna dengan senyuman, akan merubah segalanya menjadi sejarah. "Jadi gimana menurut lo? ". Rega mengulang pertanyaannya tadi. Berharap kali ini De...