06 ||• What happen with u Delta

6 2 0
                                    


    Aku , kamu,  ataupun kita. Bukan masalah, asalkan kita tetap bersama.

         _______________________________

      Hari ini Delta berangkat sekolah pagi sekali, dengan mengendarai mobil Putih kesayangannya.

Pukul 06.15 Delta sudah berada di sekolah. Memparkirkan Si putih kesayangan nya, lalu berjalan menuju kelas. Menyusuri koridor yang masih tampak sepi yang hanya terdapat satu atau dua siswa.

Saat Delta masuk ke dalam kelas, Delta melihat Nisha yang tertidur pulas. Menggunakan tasnya sebagai bantalan. Rambut hitam legamnya di biarkan begitu saja menutupi permukaan wajahnya.

Perlahan Delta melangkahkan kakinya, duduk di bangku kosong samping Nisha. Lalu ia mengeluarkan sesuatu dari dalam tasnya, susu kotak rasa vanilla. Sebenarnya tadi Delta berniat untuk membangunkan Nisha, namun dengan cepat ia urungkan niatnya.

Delta ikut menidurkan kepalanya di atas meja, menatap wajah Nisha yang tertutup beberapa rambut. Delta dapat mendengar nafas teratur Nisha, menghirup aroma vanilla dari rambut hitam legamnya. Lalu Delta ikut menutup matanya, dan membiarkan kotak susu itu berada di depan Nisha.

10 menit berlalu, Nisha terbangun. Ia terkejut saat melihat Delta berada tepat di depan wajahnya, sangat dekat. Kemudian dia segera memalingkan wajahnya ke arah papan tulis dan terkejut lagi karna ada susu kotak rasa vanilla kesukaan Nisha. Seingat Nisha, tadi dia sama sekali nggak ngeliat susu ini.

"Apa ini punya Delta? " Nisha bergumam.

" Enggak, itu punya lo" Suara serak Delta terdengar.

Hampir saja Nisha menjerit karna terkejut mendengar suara Delta yang tiba-tiba bangun.

" Kok punya gue? "

" Ambil. Untuk lo, dari gue". Kata Delta.
Kemudian dia pergi ke bangkunya. Meletakkan tasnya secara asal, lalu pergi ke luar kelas.

Nisha terdiam, dia bingung.

Tiba-tiba Raina datang dengan suara petirnya yang mengalahkan suara Atta halilintar.

" TANISHA  AURELLIA  AZALIA!! KENAPA CHAT GUE LO JUST READ?!!".

Nisha memutar bola mata nya malas. Raina memang tipe orang yang nggak suka kalok chatnya cuma di read. Dia pasti bakal bilang gini....

"Apasih susahnya bales chat gue? Nggak sampek semenit juga! ".
Kan, benar tebakan Nisha. Pasti Raina bakalan ngeluari kata-kata mutiaranya tersebut.

" Nggak semua chat perlu di balas". Jawab Nisha singkat.

Raina merengut, dia kesal " Tuh kann....."  ia mencebikkan bibirnya " Nisha kalok ngomong nyelekit banget ya!  Untung gue sayang! "

" Tapi gue nggak sayang! ".
Sebelum pergi, Nisha mengedikkan bahunya karna ucapan Raina yang terlewat menjinjikkan.

Terlihat wajah Raina kini merah padam  menahan kesal karna ulah Nisha.

" Tiap hari makan ati,  tiap hari tertekan batin..... Fyuh". Ucap Raina dengan dramatis.

Beberapa teman sekelas nya menatap dengan jijik, ada yang tertawa juga.

" Apa lo liat-liat?! ". Kata Raina galak.

          Di bawah pohon yang rindang, Delta duduk bersandar di salah satu bangku panjang  di bawahnya. Memainkan permen karet yang ada di mulutnya dengan sesekali mebuat balon yang akhirnya mengenai permukaan bibirnya.

Nisha berjalan sendiri sambil bersenandung,  sesekali ia meliuk-liuk kan tubuhnya seirama dengan musik yang mengalun.

Tatapan Delta terfokus pada sosok Nisha yang kini kian dekat dengan dirinya. Tiba-tiba Delta merangkul Nisha, membuat Nisha refleks memukul lengan Delta.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Mar 19, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

SorridereTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang