Sisa tetesan air hujan masih setia menemani dedaunan di pagi ini, tak terasa sudah satu bulan dari amanah pak Yoga untuk menjadikan Nafa sebagai peserta lomba olimpiade matematika , "okey , aku siap, btw kok aku jadi deg-degan gini ya, padahal biasanya aku gak segrogi ini sih,tau ah", ucapnya pada dirinya sendiri.
Hanif pov
Entah mengapa aku menjadi semakin dekat dengan Vania, dan sayangnya dia belum mengenalku sebagai Hanifnya yang dulu.
Pagi ini Nafa dan Hanif sudah berada di mobil sekolah guna mengantarkan mereka berdua lomba, tak ada percakapan diantara mereka hanya ada keheningan hingga pak Yoga membuka suara " gimana persiapan kalian?, bapak yakin kalian bisa jadi juara", tak ada jawaban dari Nafa maupun Hanif, keduanya hanya tersenyum dan larut dalam khayalan masing-masing.
Jika cinta adalah angka, maka cinta tak akan pernah ada habisnya sekalipun bernilai nol.
Lomba telah usai pukul 14.00 wib. Dan pengumuman lomba masih pukul 5 sore, pak Yoga memberi kebebasan untuk Nafa dan Hanif untuk berkelAkumng di sekitar taman kota, taman kota selalu ramai apalagi setiap sabtu sore banyak para remaja yang berjalan-jalan dengan pasangan masing-masing. Karena tak ada reaksi dari Nafa dan Hanif akhirnya pak Yoga mengajak mereka berdua untuk makan di restoran dekat taman kota.
Mereka bertiga diam dan menikmati makanan masing-masing hingga kemudian suara dering telepon hadir di antara mereka. "Halo iya pak.........", pak yoga mengangkatnya.
"Nafa Hanif ada berkas yang harus saya kumpulkan untuk kepentingan sertifikat lomba, kalian lanjut makan nanti kalian langsung temui saya di tempat lomba tdi sebelum jam 5", perintah pak Yoga
"Baik pak", ucap keduanya kompak kemudian saling memandang satu sama lain.
Menit berikutnya ponsel Nafa berbunyi "halo",
"Halo sayang, kamu gak ada kabar ,masih dimana?"
"Aku masih nunggu pengumuman lomba sampai nanti sore"
"Ini aku masih di sekolah loh nungguin kamu"
"Kamu pulang dulu aja, nanti pihak sekolah langsung nganter aku ke rumah kok, kamu tenang aja"
"Ya udah aku pulang duluan, kamu ati-ati sayang, love you".
Nafa menutup panggilan kemudian melihat ke arah Hanif "cara makan kamu tuh ngingetin aku pada seseorang tau nggak", ucap Nafa
Hanif hanya tersenyum mendengarnya
Andai kamu inget Fa kalo aku ini Hanif yang dulu, batinnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
Masih Tentangmu
Novela JuvenilAntara benci, rindu, cinta, kasih sayang, persahabatan,permusuhan, salah paham, kebohongan dan misteri kehidupan yang lain. Nava Vania Amalia Putri, gadis cantik,pintar namun plinplan serta mudah dipengaruhi yang terjebak dalam pilihan hidup dan uji...
