2. That Sugardaddy

2.3K 98 1
                                    

Hari itu pun tiba.

Hari dimana Eunbi akan resmi menjadi anggota Gold Member. Bahkan saat ia masih mengumpulkan poin untuk bisa mencapai level ini, ada seorang sugardaddy yang telah memesan layanan panggilan video perdananya sejak jauh-jauh hari.

Dialah sugardaddy favorit Eunbi. Lebih tua tiga tahun darinya, dan memiliki suara semanis madu- sama sekali tidak terdengar sebagai pria yang nyaris berkepala tiga. Eunbi telah berhubungan dengan pria ini bahkan sejak ia masih baru di aplikasi ini dan agak canggung dengan segalanya.

Dia selalu berhasil membuat kedua pipi Eunbi bersemu meski hanya mendengarnya via telfon. Dia pandai memilih kata dan menyuarakannya di waktu yang tepat. Eunbi selalu nyaman bila dihadapankan dengannya, bahkan gadis itu tak malu-malu mengakui bahwa dirinya 'cukup berpengalaman' di ranjang.

Hanya untuk menggoda pria itu dengan kepribadian seksinya. Tapi pria itu begitu elegan dan berkelas, ia sama sekali tidak terpengaruh dan berkata bahwa ketika Eunbi menjadi dirinya sendiri, itu sudah cukup.

Eunbi agak malu mengakuinya, tapi daddy-nya yang satu ini, telah membuat ia merasa begitu bahagia saat ia akan bertatap muka langsung untuk kali pertama dengannya.

Daddy-nya yang bernama asli Jin ini, akan menjadi orang pertama yang menggunakan layanan panggilan video Eunbi. Dan mungkin satu-satunya... sebab entah bagaimana ia memiliki opsi istimewa untuk mengklaim Eunbi sebagai 'milik pribadi'nya sehingga profil gadis itu tidak akan muncul di beranda para pengguna lain.

Itu artinya, tidak ada orang selain dirinya yang bisa meminta layanan video kepada Eunbi di luar servis yang biasa. Bahkan sekarang Eunbi sudah jarang meladeni pria-pria lain di Snatched, meski masih ada beberapa yang masih ia layani namun tidak dengan frekuensi seintens Jin.

Karena yah, Jin istimewa baginya.

Pria itu tidak memiliki semacam ketertarikan 'aneh' pada hal tertentu saat tengah bercinta. Dirinya cenderung lebih suka berperan sebagai dominan, terkadang submisif. Dia sangat mencintai desahan dan lenguhan lembut Eunbi.

Atau saat ia berhasil membawa gadis itu ke puncak gairahnya, Jin akan sangat terpuaskan dengan mendengar rintihan atau pekikan bernada tinggi Eunbi. Sebaliknya, Eunbi juga ketagihan mendengar desahan dan eraman tertahan Jin yang maskulin dari seberang telfon.

Gadis berambut hitam berkilau sepunggung itu menunggu dengan tak sabar. Hatinya berdebar.

Tak lama lagi ia akan bertatapmuka langsung dengan sugardaddy kesayangannya ini. Mereka telah merencanakan ini sejak lama. Dimana Jin membayar Eunbi sejumlah uang-yang tentunya berkali lipat lebih besar dari biasanya-kemudian gadis itu setuju untuk menukarnya dengan jasa layanan panggilan video. Jin tidak menyebutkan secara detail perihal apa yang harus dan tidak boleh dilakukan, untuk itu Eunbi tak terlalu keras mempersiapkan dirinya.

Malam ini, ia hanya mengenakan sebuah sweater kebesaran di tubuh mungil namun berisinya. Sementara di baliknya, hanya ada selembar panty tanpa ada apa-apa lagi.
Rambut panjangnya dibiarkan tergerai begitu saja, bahkan wajahnya pun tak terpoles makeup sedikitpun. Tak apa, lagipula itu tak mengurangi kecantikannya.

Sudah hampir jam delapan, dan langit di luar apartemennya semakin menghitam. Eunbi telah mengganti spreinya dengan yang bercorak lebih sederhana agar tampak serasi dengan nuansa pastel di dinding kamarnya.

Jin telah memberitahunya bahwa ia akan pulang kerja tepat pukul enam, dan biasanya butuh sekitar satu jam hingga pria itu tiba di penthouse-nya. Disana ia akan mandi, makan, berganti pakaian, terkadang menyesap beberapa gelas wine untuk membuat dirinya sendiri nyaman sebelum keduanya mengawali rutinitas malam mereka.

The Sugardaddy (Jin x Eunbi) [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang