10. A Field Trip

1.1K 50 6
                                    

"Eunbi-yah, kantorku akan mengadakan field trip ke Jeju selama empat hari. Aku ingin kau ikut denganku.."

Itulah perkataan yang dilontarkan Jin suatu malam saat mereka sedang bersantai di sofa sembari menonton acara TV. Eunbi tak berpikir lama untuk mengiyakan ajakan kekasihnya tersebut. Gadis itu ingat betapa Jin tampak begitu bahagia hanya dengan mendengar sepotong kata "Ya" darinya.

Tapi, lihatlah apa yang mereka lakukan sekarang.. Bukannya bersiap mengemasi pakaian untuk keperluan perjalanan bisnis, Eunbi malah mendapati dirinya berlutut memohon pengampunan Jin yang kini tengah 'menyiksanya'.

"Aku akan memasukannya sekarang, baby.."

"Oh-oh ah..fuck daddy-"

Eunbi merintih sembari refleks meliukkan punggungnya. Kedua kakinya dilebarkan, seiring dengan dadanya yang kini menempel di lantai kamar beralaskan permadani bulu lembut. Gadis itu berharap semoga lututnya masih kuat untuk menahan tekanan dari tubuh Jin yang tengah berkuasa di atasnya.

Plak!

"Biar kudengar suaramu yang indah itu.. C'mon baby, be loud for me."

Telapak tangan Jin yang panas menampar keras bokong Eunbi. Sengatan rasa perih bercampur nikmat mengalirkan getaran ke seluruh inderanya. Gadis itu meremas bantal yang menjadi tumpuannya. Sedangkan mulutnya terbuka, rintihan lain terdengar melalui suaranya.

Jin lalu naik ke atas tubuh gadis itu, mendorong miliknya lewat belakang lalu berbisik tepat di telinganya.

"Bagaimana rasanya? Nikmatkah?" desisnya meniupkan hawa panas dari hembusan nafasnya sendiri.

Eunbi tersentak manakala miliknya di bawah sana terasa panas dan penuh sesak. Belum lagi kecupan-kecupan mesra yang tak henti menyapa sekujur tengkuk dan lehernya. Gadis itu memejamkan matanya syahdu, mencoba mengais setiap jengkal kenikmatan yang dikirimkan Jin ke sekujur tubuhnya.

"Ini..hhm..n nikmat, daddy...hh..ppenuh..hh sekali.."

Eunbi tak kuasa mengendalikan gairahnya sendiri. Milik Jin yang besar telah terbenam begitu dalam di antara otot-otot kewanitaannya. Beberapa kali ia mendesah, seirama dengan ritme goyangan pinggul keduanya.

Jin menyibak rambut panjang Eunbi ke satu sisi, lantas menciumi garis bahunya yang indah dan berpeluh. Lalu lidahnya terjulur, menjelajahi setiap permukaan kulit Eunbi yang semulus satin, membasuhnya dengan jilatan demi jilatan panas. Jin menghirup aroma memabukkan feromon yang menguar di leher Eunbi sehingga kemudian digigitnyalah bagian yang tak luput dari sasaran nafsunya itu.

"Haruskah aku menandai sekujur tubuhmu agar orang lain tahu bahwa kau adalah milikku.. hmm." desis Jin sambil terus memberikan gadisnya lebih banyak gigitan cinta.

Eunbi mengangguk patuh sembari meremas kencang bantalnya.

"Tandailah aku, kumohon daddy. Beritahu semua orang bahwa aku memang milikmu.. eungh~"

Eunbi tersentak ketika Jin mendorong miliknya dengan keras, untuk kesekian kalinya. Pria itu memeluk tubuh Eunbi yang berlutut dibawahnya, mengeluarmasukan miliknya sembari tanpa bosan mengukir bekas-bekas merah keunguan di sekujur leher dan tengkuk gadisnya.

"Ahh, daddy.. Jin, aku-"

Eunbi mendesah hebat, tanpa sadar jemarinya bergerak menelusuri lipatan intimnya sendiri. Melihat itu, Jin kembali berbisik seduktif,

"Ya seperti itu.. sentuhlah dirimu seperti itu, baby.."

Desahan Eunbi bertambah hebat, sekujur tubuhnya berguncang karena Jin terus menungganginya secara liar. Pria itu menghentak-hentakan kejantanannya di dalam liang Eunbi dengan kasar tanpa belas kasihan. Rasa perih menyengat titik rangsangnya yang dihantam secara bertubi-tubi oleh Jin. Betapa lapar dan brutal, seperti itulah Jin malam ini.

The Sugardaddy (Jin x Eunbi) [COMPLETED]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang