11. RENCANA YURA

899 61 9
                                        

Yura terlihat gelisah.

Dia kehabisan akal.

Dia bingung.

Dia kalut.

Dia frustasi.

Karena itulah dia terus mundar-mandir kesana kemari tidak jelas sejak tadi di dalam apartemennya sendiri.

Dia terus berpikir dan memutar otak untuk mencari cara jitu demi menaklukan hati Reyhan.

Segala usaha sudah dia lakukan, segala cara sudah dia tempuh untuk mendekati Reyhan, tapi kenyataannya laki-laki itu memang ajaib, susah sekali di rayu atau di goda.

Reyhan terus menolak ajakan Yura setiap kali Yura mengajak laki-laki itu keluar untuk sekedar berjalan-jalan berkeliling menikmati indahnya kota Busan. Jangankan berjalan berkeliling, bahkan saat Yura hanya mengajaknya untuk sekedar duduk-duduk dan mengobrol di loby apartemenpun, lelaki itu menolaknya dengan halus.

Sejauh ini, Reyhan itu lebih sering mengurung diri sendirian di apartemennya dan dia hanya akan keluar di hari weekend saja. Itupun dia selalu di temani oleh seorang laki-laki tua bangka yang menjadi supir pribadinya.

Logikanya, di jaman sekarang ini, apa iya masih ada seorang laki-laki yang harus tinggal berjauhan dengan istrinya berbulan-bulan tapi masih mampu bertahan dari godaan wanita lain?

Mustahil bukan?

Bagi Yura itu adalah hal yang mustahil, sangat-sangat mustahil.

Apalagi saat kesempatan untuk berselingkuh itu terbuka begitu lebar, kebanyakan lelaki pasti akan memanfaatkannya sedemikian rupa.

Yura sudah memberikan perhatiannya, menghabiskan seluruh waktu luangnya, bahkan sampai rela menyuguhkan tubuhnya dengan cuma-cuma, tapi apa?

Hasilnya nol besar!

Yang Yura tahu, sejak Reyhan tinggal di sebelah apartemennya, Yura seringkali mendengarkan lantunan ayat-ayat suci Al-Quran dari dalam apartemen laki-laki itu. Bahkan pernah hampir sepanjang hari suara itu terus terdengar. Hingga membuat Yura begitu penasaran dan mendatangi langsung, apa sebenarnya yang sedang dilakukan Reyhan di dalam sana.

"Aku sedang memutar murottal Quran untuk membantuku memperbaiki ilmu tajwidku. Maaf kalau kamu merasa terganggu, nanti biar aku kecilkan volumenya,"

Itulah kalimat jawaban dari mulut laki-laki bernama Reyhan itu.

Baik Reyhan maupun Katrina sungguh kompak dalam hal agama. Apa mungkin karena alasan itu, Reyhan menjelma menjadi sosok laki-laki setia yang sulit untuk ditaklukan?

Entahlah, Yura sendiri tidak mengerti, karena sepanjang sejarah kehidupannya dia bertemu dan mengenal begitu banyak laki-laki, belum ada satupun laki-laki seperti Reyhan yang dia temui. Hampir semua laki-laki itu adalah laki-laki bejat yang haus akan seks. Laki-laki yang tak menghargai arti kesetiaan. Laki-laki yang selalu mengobral nafsunya pada sembarang wanita. Laki-laki dengan tutur kata menjijikan dan perilaku biadab yang seringkali membuat Yura muak dan ingin muntah.

Tapi Reyhan berbeda.

Meski laki-laki itu tahu kalau Yura adalah wanita panggilan, dia tidak pernah memperlakukan Yura dengan buruk. Apalagi merendahkan dengan kalimat-kalimat kasar. Tutur kata Reyhan sopan dan lembut. Bahkan dari cara laki-laki itu bicara Yura tidak pernah sekalipun mendengar kata-kata kasar keluar dari mulutnya. Reyhan itu ramah, murah senyum, baik, tulus, taat beribadah, sopan dan selalu memperlakukan Yura selayaknya dia memperlakukan wanita-wanita lain.

Karena Reyhan, Yura merasa dirinya dihormati. Karena Reyhan, Yura merasa dirinya dihargai. Dan semua hal itu belum pernah Yura dapatkan dari laki-laki manapun terkecuali Reyhan. Bahkan ayah kandungnya sendiripun memperlakukan Yura seperti sebuah benda yang tak berharga yang bisa diperjual belikan sesuka hati.

SANG PENGGODA (End)Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang