Bandung, Indonesia.
Sebuah perumahan elit di Timur kota Bandung tampak asri dengan tatanan hunian kota yang apik, bersih dan indah.
Jejeran rumah-rumah mewah terlihat memenuhi sebagian kawasan tersebut.
Salah satunya adalah rumah mewah nan megah yang berdiri kokoh dengan lahan terpisah.
Rumah milik keluarga Sastro Sudiro itu di bangun di tanah seluas 1 hektar dengan gaya bangunan bak istana di negeri dongeng.
Siapa yang tak mengenal keluarga Sastro Sudiro, setelah pemilihan umum capres dan cawapres dilangsungkan satu tahun yang lalu, pasangan Capres dan Cawapres Bapak Wibowo Hadi Sastro Sudiro dan Bapak Ramlan Gandhi berhasil memperoleh kemenangan dengan nilai suara tertinggi yang hampir mencapai lima puluh persen dari tiga peserta yang terpilih mengikuti pemilu presiden.
Bapak Hadi, begitulah beliau biasa di sapa, telah resmi menyandang status sebagai orang nomor satu di Indonesia.
Sudah menjadi rahasia umum bahwa Bapak Wibowo Hadi Sastro Sudiro yang merupakan Presiden ke delapan di Indonesia itu termasuk keturunan konglomerat terkaya nomor lima di dunia versi majalah forbes.
Silsilah keluarga besarnya yang berdarah biru membuat Bapak Hadi kini hidup dalam gelimang harta dan kemewahan.
Simpatik penduduk Indonesia atas nasib Pak Hadi yang sebelumnya sempat menggegerkan Indonesia ketika dirinya di tahan akibat fitnah keji oknum-oknum jahat yang membencinya, hingga menyebabkan seluruh akses kekayaannya di sita pemerintah.
Dalam sekejap mata, beliau jatuh miskin.
Meski, pada akhirnya Allah berhasil memperlihatkan kuasanya ketika seorang wartawan bernama Arman berhasil membongkar kasus atas dirinya.
Begitu terbukti bahwa dirinya bersih dari tindak korupsi yang menjeratnya, Pak Hadi bebas tanpa syarat dan beliau kembali memimpin partai kebanggaannya yakni Partai Merah-Putih.
Seluruh akses kekayaannya di kembalikan oleh pihak pemerintah di barengi dengan ucapan permohonan maaf atas segala tindak kecerobohan yang telah merugikan Hadi dan keluarga.
Namun dengan berbesar hati, Hadi mampu melupakan semua kejadian itu.
Justru dia bersyukur atas ujian yang telah diberikan Allah padanya. Sebab di balik ujian itu, Hadi bisa mengambil hikmah besar, dimana kini dirinya bisa kembali berkumpul dengan dua orang anak kandung yang begitu dia cintai.
Yaitu Reyhan dan Luwi.
Kini, Hadi sangat menikmati kehidupan barunya. Perannya sebagai pemimpin negara, sekaligus seorang Kakek bagi cucu-cucu tercintanya.
Contohnya seperti pagi ini, ketika dirinya hendak berangkat ke Istana menghadiri acara kenegaraan yakni penerimaan surat kuasa dari 14 duta besar luar biasa dan berkuasa penuh dari negara sahabat.
Hadi masih menyempatkan diri untuk menimang cucu tersayangnya yang baru saja lahir dua minggu yang lalu.
Seorang cucu laki-laki dari anak pertamanya Reyhan yang bernama Akmal.
Di temani beberapa ajudan pribadinya, Hadi tampak leha-leha di teras belakang kediamannya sambil bergurau dengan sang bayi di dalam gendongannya.
Seorang lelaki berpiyama terlihat menghampiri dirinya saat itu, dia Reyhan sang anak.
"Loh, Ayah belum berangkat juga? Tidak telat nanti?" tanya Reyhan seraya mengambil alih Akmal dari gendongan sang Kakek.
"Ini baru mau berangkat," jawab Hadi, dia mencubit lembut pipi sang cucu lalu menciumnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
SANG PENGGODA (End)
RomanceYura dan Katrina, mereka adalah saudara kembar yang terpisah sejak lahir. Setelah berpuluh-puluh tahun berpisah, lalu takdir kembali mempertemukan mereka, Yura membenci Katrina karena menganggap hidup Katrina lebih beruntung darinya. Hingga akhirnya...
