Ohayooo....
Carol balik lage hehe..
Hati hati ada typo nya gaes wkwkwk.🦋
🦋
🦋
🦋🦋🦋🦋🦋
Mingyu melajukan mobilnya menuju kafe yang berada tak jauh dari apartment nya, entah kenapa tiba tiba ia ingin singgah di tempat itu.
Tiga puluh lima menit kemudian mingyu telah sampai, ia pun menuju pintu masuk kafe tersebut. Setibanya didalam, mingyu pun disambut oleh para pelayan.
"Selamat datang tuan, anda ingin memesan apa? Ini pilihan menu kami".
Ucap sang pelayan sambil menyodorkan buku menu kepada mingyu, ia menerimanya dan mulai memilih. Sampai akhirnya pilihannya jatuh pada sepiring carbonara dan segelas cappucino.
"Mohon menunggu sebentar tuan, kami akan kembali dengan pesanan anda".
Ujar si pelayan kafe dan pergi meninggalkan mingyu, untuk mengusir rasa bosan selama menunggu pesanannya datang. Mingyu menyibukkan diri dengan gadget yang ada ditangannya. Sampai tiba tiba suara seseorang yang familiar menyapa indra pendengaran mingyu.
"Senang bertemu denganmu lagi tuan Aldebaran".
Ucap seseorang yang baru saja datang menghampiri mingyu, tanpa menolehpun dia sudah tau siapa itu. Bahkan dari jarak dua meter mingyu sudah bisa merasakan auranya.
"Tapi sayangnya aku tak senang bertemu denganmu, jadi pergilah".
Bukanya menuruti perkataannya, pria itu malah mendudukkan dirinya tepat disebrang mingyu.
"Masih saja kaku, hahh.. gue capek harus pura pura ngomong formal sama lo, jadi ngga usah pake anda sama saya saya an segala".
Terdengar kekehan dari bibir mingyu, pasalnya dia juga merasakan hal yang sama seperti apa yang pria itu katakan.
"Cih, lo kira gue mau".
"Bagus deh".
"Ngapain lo kesini? Kangen sama gue? Atau.. Lo masih mau ngerayu gue buat bantuin perusahaan lo?".
Bukanya menjawab, pria itu malah tersenyum. Sampai sampai mingyu heran saat melihatnya, bukankah dia sedang tidak melucu. Oh atau jangan jangan pria ini terkena sakit jiwa? Mengerikan.
"Heh, gue udah ngga minat buat minta bantuan lo".
"Terus kenapa lo kesini?".
"Gue mau makan".
"Cih, jawaban yang sederhana".
"Lo pikir gue ngga bisa ngerasain laper? Iblis juga bisa ngerasain laper kalo lo lupa".
"Ya terserah apa kata lo".
Suasana mendadak hening, baik mingyu maupun pria itu tak ada yang membuka obrolan. Hanya suara riuh para pengunjung dan alunan musik yang diputar oleh pemilik kafe.
"Gue udah ngga peduli sama perusahaan itu lagi, kalo lo mau lo bisa ambil alih".
Mingyu yang sedari tadi menyibukkan diri dengan gadget langsung mengarahkan tatapannya pada pria yang ada di depannya.
"Kenapa tiba tiba? Sebenernya apa yang lagi lo rencanain?".
"Itu bukan kemauan gue".
Ucap pria yang berada disebrang mingyu, jawabannya sungguh melenceng dari apa yang mingyu tanyakan padanya.
"Maksud lo?".
"Jalang itu yang maksa gue buat ambil perusahaan bokap lo, dia juga yang nyuruh gue buat minta bantuan sama lo".

KAMU SEDANG MEMBACA
Mas Mingyu (Meanie)
Teen FictionHanya sebuah imajinasi tak beraturan yang gue tuangin kedalam sebuah cerita. Minat??? Baca aja yuk!! siapa tau suka:) cast: Meanie Other cast: seventeen member genre: Tentuin sendiri deh hehe.. Bahasanya aku kamuan, kadang lo gue an tergantung imaj...