-o0o-
(Namakamu), saat ini wanita itu tengah asyik menonton siaran berita ditelevisi dengan mulut yang tak berhenti mengunyah, Kedua matanya tampak tak berkedip saat melihat media yang mengabarkan bahwa Jhon Jonson meninggal dunia akibat dibunuh oleh seseorang. Siapa sih yang tidak mengenalnya, hampir seluruh dunia mengenal pebisnis yang sukses itu, (Namakamu) juga tahu karena pria itu sering diliputi dibeberapa acara.
"Kasian banget sih, Kok bisa ada yang bunuh yah. Kejam banget perasaan." Gumamnya seraya memasukkan snack kedalam mulutnya.
Hingga tiba-tiba televisi mati. Membuat (Namakamu) menoleh dan mendapati Iqbaal yang menyimpan remot televisi keatas meja lalu pria itu duduk disampingnya.
"Kok dimatiin sih, Aku kan lagi nonton seru."
"Seru apanya, Kamu Kok kayak orang tua sih liat berita begituan."
"Iqbaal, Ini tuh berita yang lagi viral banget, Aku gak boleh sampe ketinggalan loh, Ayo nyalain lagi." Wanita itu merengek padanya membuat Iqbaal mendelik sebal dan kembali menyalakan televisi nya membuat senyum (Namakamu) mengembang sempurna.
Namun, senyuman itu kembali luntur saat Iqbaal memindahkan channel kartun, Yang benar saja.
"Kamu itu masih dibawah umur, gak baik liat siaran kek tadi. Mending liat begituan."
Mulut (Namakamu) menganga lalu dengan geram Dia mencubit perut suaminya dan membuat pria itu meringis kesakitan. "Kok dicubit sih sayang."
"Ya, Kamu pikir Aku anak umur tujuh tahun apa? Masa iya Aku nonton Upin-Ipin."
"Dihh... bukannya Kamu dulu seneng liat tuh anak botak."
"Ya kan, itu dulu... nyebelin banget sihh ahh." (Namakamu) beranjak dari duduknya meninggalkan Iqbaal dengan perasaan dongkolnya pada pria itu.
Iqbaal tertawa pelan lalu menatap layar televisinya. "Ngambek mulu dah, heran."
-o0o-
Karel menatap seorang gadis cantik yang duduk dihadapannya dengan senyum miring yang tercetak jelas diwajah tampannya. Pria itu menyodorkan selembar foto kearah gadis itu, membuatnya tersenyum manis dan mengangguk mantap.
"Lo mau gue apain dia?"
"Kayak yang gue udah bilang semalam sama lo, Buat Dia masuk kedalam permainan licik lo."
Gadis itu menggigit bibir bawahnya lalu mengangguk. "Itu masalah kecil, cuman Lo harus ngerti aja."
Karel berdecih pelan. "1 M kan? Itu masalah kecil Buat gue yang penting Lo jalanin misi lo dulu kalo kerja lo bagus baru gue kasih."
Sang gadis berdecih pelan dan kembali menatap foto yang Karel berikan padanya, Perlahan senyumnya tersungging manis membuat siapapun yang melihatnya mungkin Akan merasa jatuh cinta.
'Ganteng banget sih'.
-o0o-
"STEFFI! AAA GUE KANGEN!!"
Seorang wanita yang tengah duduk disofa salah satu restoran tersetak kaget saat suara seseorang yang mengagetkannya. Dia menoleh dan mendapati sahabatnya yang kurang lebih tiga tahun mereka berpisah, berlari menghampirinya lalu memeluk wanita bernama Steffi itu dengan sangat erat.
"Aaaa, lo kemana aja sih? Kayak ditelan bumi tau gak? Gak ada kabar sama sekali, gue kangen tau."
"Hey (Namakamu), jangan bikin malu napa. Dari dulu kagak berubah yah lo."
(Namakamu) memanyunkan bibirnya lalu seketika Dia tersenyum manis saat melihat bayi berusia sembilan bulan tengah tersenyum seraya menatap kearahnya.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is A Mafia
FanfictionApa yang terlintas dibenak kalian jika Mendengar kata mafia? Kriminal? Pembunuhan? Menjual obat-obatan terlarang secara ilegal? Tapi Bagaimana jika mafia itu adalah suamimu yang memiliki sifat lemah lembut dan sopan
