-o0o-
Jan lupa vote and comment
HAPPY READING
(Namakamu) dan Iqbaal sama-sama melangkah memasuki rumah mereka setelah membesuk Bastian dari rumah sakit, (Namakamu) terduduk disofa dan menghembuskan nafasnya kasarnya dengan perlahan. Iqbaal menatap mata istrinya yang masih terlihat sembab akibat tangisannya tadi, Padahal sudah beberapa jam terlewati namun matanya itu masih membengkak, Mungkin akibat tangisanya yang cukup lama.
Tangannya terangkat mengusap lembut rambut (Namakamu), membuat sang empu menoleh dan tersenyum manis. Wanita itu perlahan mendekap erat tubuh suaminya seraya menghirup dalam-dalam aroma parfun milik Iqbaal yang mampu membuat dia merasa sangat nyaman.
"Maaf yah Buat yang tadi." Ucap Iqbaal sambil terus mengusap lembut rambut Wanita itu.
"Kamu gak kasih tau Aku Kalo ada sekretaris cewek dikantor kamu."
"Kamunya Kan gak nanya, biasanya juga Kamu fine-fine aja Kalo ada karyawan cewek dikantor aku" (Namakamu) mengembungkan kedua pipinya lalu memainkan jari jemari milik sang suami.
Pria itu mencubit gemas hidung (Namakamu) membuat Wanita itu memekik kesakitan dan memukul lengannya. Dia menatap Iqbaal dengan kesal lalu menggelitiki habis-habisan perut Pria itu membuatnya sampai meneteskan air mata akibat terus-terusan tertawa.
"Udah ahh Aku capek."
"Ya habisnya siapa suruh cubit hidung Aku kayak tadi, Sakit tauu."
"Ulululu... Nyonya Iqbaal cakitt yahh... cini-cini ayahh pelukk." Goda Iqbaal seraya merentangkan kedua tangannya, membuat (Namakamu) mau tak mau merasa gemas dan langsung memeluk tubuh suaminya dengan sangat erat.
Wanta itu mendongak membuat Iqbaal mengeryitkan dahinya, Sampai tiba-tiba (Namakamu) menghujami wajahnya dengan ciuman membuat Iqbaal tertawa pelan karna ulah istrinya itu. Keduanya masih berada dalam pelukkan Yang menbuat mereka merasa nyaman tanpa ingin melepaskannya.
"Iqbaal..."
"Apa sayang..."
"Aku sayang kamu, Jangan tinggalin Aku yah." Iqbaal tersenyum lebar lalu mengangguk cepat.
"Gak Akan pernah."
-o0o-
"Harus banget Apa kamu nginep disana, masa Aku ditinggal."
Iqbaal yang tengah perkemas pakaiannya pun menoleh kearah sang istri dan tersenyum manis. Dia sudah memberitahu (Namakamu) Kalau dia Akan pergi keluar negeri selama satu minggu, bilangnya sih dia ada urusan kantor Tapi sebenarnya ini adalah masalah lain. Sebenarnya dia tidak tega Kalau harus meninggalkan istrinya, tapi harus bagaimana lagi? Sebisa mungkin dia harua menjalankan misinya dengan tuntas.
Iqbaal perlahan jongkok dihadapan (Namakamu) dan mengusap lembut lengan wanita itu. "Doain aja, supaya Aku bisa pulang cepet. Aku juga Gak Mau kalo harus ninggalin kamu lama-lama."
"Aku anter sampe bandara yah?"
"Gak usah, akukan Mau antar kamu kerumah mama. Katanya Gak Mau kerumah bunda, Aku bawa mobil terus nanti Aku simpen dikantor."
(Namakamu) memanyunkan bibirnya lalu melangkah beriringan bersama iqbaal, Hari ini rencananya Pria itu Akan mengantarnya kerumah sang mama dan dia Akan langsung pergi kebandara setelah mengantar sang istri dengan selamat.
Setelah menempuh perjalanan kurang Lebih Dua puluh menit, Akhirnya mereka sampai didepan rumah orangtua (Namakamu) Dan kebetulan Hanna dan Sony, Yang tak lain adalah mertua Iqbaal tengah duduk diteras rumah. Kedua manusia paruh baya itu tersenyum saat melihat anak serta menantu mereka datang kerumah ini, Keduanya melangkah mendekati Iqbaal dan (Namakamu) Lalu menerima uluran tangan dari Kedua Pasangan itu.
KAMU SEDANG MEMBACA
My Husband Is A Mafia
FanfictionApa yang terlintas dibenak kalian jika Mendengar kata mafia? Kriminal? Pembunuhan? Menjual obat-obatan terlarang secara ilegal? Tapi Bagaimana jika mafia itu adalah suamimu yang memiliki sifat lemah lembut dan sopan
