Gue berhenti ditempat dan menatap kedua pasangan didepan gue, begitu pula Altar dan Arkan dan kedua pasangan itu. Kenapa gue sama kedua sahabat gue bisa ada didepan toko roti dan ngelihat kedua pasangan itu?
-
Allata berbaring diatas sofa yang berada di ruang keluarga, ia sedang menunggu kedua sahabatnya, Altar dan Arkan yang sedang mengambil film yang akan mereka tonton bersama.
Sesampainya di ruang keluarga milik kediaman Allata, Altar dan Arkan duduk di kanan dan kiri Allata dan menyalakan filmnya
Film genre horror itu membuat Allata berteriak sangking terkejutnya, sebaliknya Altar tertawa terpingkal pingkal antara melihat raut wajah Allata yang menutupi wajahnya dengan tangan karena ketakutan dan penasaran dengan isi filmnya atau tertawa melihat hantunya.
Sedangkan Arkan memasang wajah biasa aja, jadi gak bisa bedain antara takut atau enggak.
Tiba tiba sesuatu jatuh tepat di bantal yang sedang berada dipangku oleh Allata, sontak Allata berteriak terkejut dan takut. Allata bangkit dari duduknya pergerakan itu sontak membuat Altar dan Arkan bangkit. Allata yang sudah bersembunyi dibalik punggung Arkan dan mencengkram kedua lengan bajunya membuat Arkan mau tak mau mengikuti setiap gerakan Allata
Altar mengecek apa yang membuat Allata ketakutan, setelah menemukan sumber masalahnya, Altar tertawa dan membawa binatang itu didepan Allata
"Altar Altar singkiri, jauhi dari gue" seru Allata yang terus mencengkram kedua lengan baju Arkan sehingga membuat Arka berputar mengikuti tarikan Allata, Altar terus saja mengerjai Allata, dan Allata terus menarik lengan baju Arkan. Hingga mereka melupakan apa yang mereka sedang tonton.
Gelak tawa terdengar dari lantai dua. Zeo puas mengerjai adiknya dengan melemparkan cicak yang mati tepat didepan Allata. Allata melepaskan cengkraman tangannya dari lengan baju milik Arkan yang meninggalkan bekas cengkraman, Allata menatap kesal abangnya.
Altar yang melihat Allata memunggunginya, kini dengan iseng ia langsung melemparkan cicak ditangannya dan mengenai bahu Allata, Allata yang terkejut untuk kedua kalinya kini langsung berlari menuju Leo saat melihat Leo baru keluar dari dapur sedangkan Arkan reflek bersembunyi di belakang Altar takut jika akan diputar putar lagi oleh Allata.
Allata langsung memeluk Leo "Kenapa sih,Tha?" tanya Leo tak tau apa apa dan mendapatkan pelukan dari Allata secara tiba tiba
"Kak mereka ngusilin Allata lagi" adu Allata ke Leo
"Heh! Gue gak ikut ikutan ya,Tha. Gue juga korban dari lu" seru Arkan tak terima
"Iya, kecuali Arkan, Kak" ralat Allata
"Yaudah sih,Tha. Didiemin aja" jawaban Leo membuat Allata mengerucutkan bibirnya dan membuat Zeo dan Altar tertawa melihatnya, Allata semakin mengerucutkan bibirnya dan mulai berjalan menuju dapur
"Allata" panggil Leo membuat Allata menoleh
"Apa!" jawab Allata sewot
"Mama Ana minta tolong buat ambil pesenan kue ditempat biasa terus kamu diminta buat langsung ke tempat arisan" ujar Leo
"Kenapa gak Kakak atau Abang aja sih?" jawab Allata yang masil kesal
"Kan yang diminta tolong kamu"
"Iya" jawab Allata berjalan menuju kamarnya untuk mengambil topi, ponsel dan dompetnya.
"Mau kemana,Tha?" Tanya Arkan saat melihat Allata turun dari tangga dengan menggunakan topi hitamnya "Mau ke toko kue, biasa lah"
Arkan dan Altar yang mendengarkan itu langsung mengambil topi yang sama dengan Allata di atas meja dan berjalan menghampiri Allata yang berada di teras, Allata yang mengetahui Arkan dan Altar sudah pasti ikut memilih diam karena ia masih kesal dengan Altar.
KAMU SEDANG MEMBACA
ALLATA
Roman pour AdolescentsIni cerita tentang sebuah pilihan terberat yang akan Allata hadapi Pilihan dari sang semesta, yang akan menentukan masa depannya Dengan bantuan kedua sahabat kampret tersayang, Allata siap menghadapi masa masa tersulit sekalipun Tak perduli apapun r...
