Kantin

92 15 0
                                        

Keesokan harinya Belva berangkat kesekolah dengan mood yang tidak baik, karena ia bangun kesiangan dan akhirnya ia hampir saja terlambat.

"Belvaaa kok lo telatt lagi sih"teriak Lila.

"Yaelahhh sanss dong,ini juga belum telat tapi hampir"

"Jangan-jangan lo habis ngintip kak Bara lagi ya hayoo ngaku"timpal Gita.

"Ya enggak lah,lo gila apa sarap sih Gitt? kenal Bara aja kagak,gue itu bangun kesiangan,gegara semalem marathon nonton drakor"jawab Belva sambil berjalan menuju bangkunya.

Bel masuk pun berbunyi dan semua siswa-siswi masuk ke kelasnya masing-masing.

"Woiii perhatian-perhatian ini ada cogan  mau ngomong tolong didengerin!!"
ucap Aldo sang ketua kelas yang pedenya melebihi mimi peri.

Seketika semua pasang mata menatap kearah Aldo yang sedang berdiri di depan papan tulis.

"Apaan"sahut Elya sambil berdiri.

"Yaelah dedek Elya jan pake urat dong kalo ngomong"

"Lo kebanyakan ngomong deh kek cewek, langsung to the point aja Aldoo!!!"ucap Elya emosi.

"iya iya bawel banget dah,lo hari ini pms ya perasaan sensi mulu ama gue"

"Kalo lo nggak cepetan ngomong gue timpuk sepatu nih mulut lo"ucap Elya sambil mengangkat sepatu yang sudah dilepas dari kaki nya.

"Oke oke gue ngomong,hari ini kelas kita freee gaes, karna bapak ibu guru lagi ada rapat"ucap Aldo dengan sangat antusias.

Semuanya lantas bersorak gembiraaa mendengar ucapan Aldo, memang ini adalah moment yang paling ditunggu-tunggu oleh semua siswa IPA 2, bukankah jamkos adalah surga dunia bagi semua siswa, ya itulah yang dirasakan oleh semua teman-teman Belva.

Lila,Gita,Elya,dan yang lain sudah membentuk formasi lingkaran buat gibahin orang, ada juga yang bernyanyi tidak jelas, ada yang sedang tidur untuk melanjutkan dunia mimpinya, bahkan ada juga yang membuat grub band dadakan dengan menggunakan sapu,ember beserta gayung sebagai alat musiknya.

Lain dengan Belva dia lebih memilih mendengarkan musik sambil membaca novel,bukannya Belva tidak mau gabung dengan temannya yang lain,hanya saja Belva sedang tidak mood dan memilih untuk duduk manis di bangkunya.Ketika sedang fokus dengan novel yang dibaca tiba-tiba cacing diperut Belva sudah demo untuk meminta makan,karena Belva tadi pagi memang belum sempat untuk sarapan.

Belva pun menyimpan kembali novelnya kedalam tas dan langsung bergegas menuju ke kantin.

"Woyyy mau kemana lo?" celetuk Lila tiba-tiba.

"Ngantin lah, mau ikutt?"

"Ogahhh banget, udah hushhh hushhh sonooo ganggu orang gibah aja"

"Perasaan yang nanya situ,kok situ juga yang ujung ujungnya ngusir,memang Lila udah nggak waras"ucap Belva sambil geleng-geleng kepala melihat tingkah sahabatnya itu.

Ketika Belva sudah menginjakkan kaki dikantin, untung saja kantin masih sepi dan hanya ada beberapa siswa yang membeli makan, ada juga yang sengaja bolos pelajaran.

"Mang Ujang baksonya satu ya, sama esteh satu"ucap Belva kepada salah satu penjual kantin langganannya itu.

"Siap neng, tunggu sebentar ya"

Belva langsung mencari tempat kosong dan menunggu pesanannya jadi.

"Ini neng baksonya, estehnya nunggu lagi bentar ya masih dibuat hehe"ucap mang Ujang sambil menyerahkan mangkok berisi bakso.

Belva dengan semangat langsung menghampiri mang Ujang dan mengambil baksonya.Ketika Belva akan berjalan menuju mejanya tadi,tiba-tiba ada seseorang yang menabrak tubuh Belva,sehingga bakso yang ada ditangan Belva tumpah begitu saja dan bodohnya orang yang menabrak Belva itu langsung lari meninggalkan Belva, dan tanpa Belva sadari kuah bakso tersebut telah tumpah,tapi bukan di seragam Belva melainkan di seragam seseorang.

"Woiiii kalo jalan pake mata dongg"teriak Belva kepada seseorang yang telah menabraknya tadi.

"Percuma lo teriak-teriak nggak jelas, orangnya udah pergi juga,tanggung jawab nih sama seragam gue yang basah" ucap seseorang dari belakang Belva.

Belva pun langsung berbalik dan betapa kagetnya setelah melihat siapa orang tersebut,yaaa orang itu adalah Bara.

"Ehhh maaf kak,nggak sengaja, tadi ada yang nabrak gue"ucap Belva sambil menyatukan kedua tangannya.

"Jangan panggil gue kak, nama gue BARA DIRGANTARA" ucap Bara sambil mengulurkan tangannya kepada Belva.

"Gue udah tau kalii kalo nama lo Bara"jawab Belva sambil menjabat singkat tangan Bara.

"Lo tau darimana nama gue, perasaan gue belum pernah memperkenalkan diri dihadapan lo"ucap Bara heran.

"Dari temen-temen gue lah"

"Kok temen-temen lo tau nama gue, padahal gue nggak kenal sama temen-temen lo"

"Ya karna lo terkenal"jawab Belva yang mulai agak sebal dengan pertanyaan bara.

"lo yang kemaren ngintip gue di ruang musik kan?"tanya Bara.

"iya,kenapa emang?orang gue udah minta maaf kemaren"jawab Belva to the point.

"Kalo gue nggak maafin"

"Ya terserah lo,yang penting gue udah minta maaf"

"Menarik juga ni cewek, bisa lah jadi target buat masa depan"ucap Bara dalam hati.

"Kayaknya lo kemaren cuek banget deh, sekarang kok beda?"tanya Belva heran.

"Ya terserah gue"

"Anjir nyebelin juga ni cowok" gumam Belva dalam hati.

"Ngeliatinnya biasa ae, gue tau kok kalo gue ini ganteng"

"Dihh Pede bangett"jawab Belva dan langsung pergi meninggalkan Bara begitu saja.

"Udah buat seragam gue basah,tinggal pergi-pergi aja,untung cantik"

B E L V ATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang