Bajingan

30 12 6
                                    

Happy Reading!

"Nanti pulang nya tungguin Abang" ujar Bang Keenan sambil memakai helm fullfaces nya

"Ale pulangnya sama Derren" jawab Aleta yang sedang memakai jaket

"Yaudah, hati- hati. Langsung pulang" pinta Keenan

"Siap, Bosq!" Seru Adik perempuan nya Keenan

--

Seperti hari hari kemarin, hari ini adalah pelaksanaan lomba hari terakhir, dan besok adalah puncak nya acara yang di gelar di SMA Merdeka.

Masing masing kelas sudah menyiapkan formasi nya untuk Pensi besok bertema kan hari guru.

"Gimana nih Kakak Keisya sebagai Koordinator pensi, udah siap belom personil personil nya" goda Aleta yang sedang makan di kantin bersama teman teman nya

"Udah sih. Kurang lo tapi, Le" ucap Keisya

"Ya kan, gue gak bisa ikut"

"Mending lo gak usah ikut Osis deh anying" geram Dina

"Yeh, gila lo. Di maki maki gue sama Glen" ucap Aleta

"Tapi kalo di liat liat, lo sama Glen tambah deket aja tiap hari, biasa nya dulu berantem" ucap Dina.

"Lumayan asik ternyata orang nya" jawab Aleta dan memasukan suapan terakhir ke dalam mulut nya

"Dah yuk, keatas" ajak Dina

--

Jadi, Bu Farah minta anak Osis sebelum pulang kumpul dulu, karna ada yang mau di bicarain. Obrolan itu terutama untuk Ketos dan Wakil nya

Mau gak mau, Aleta minta jemput Derren agak sorean, walaupun Glen bersikukuh ajak Aleta buat pulang bareng dengan Alasan 'lo gak boleh pulang maghrib kan sama nyokap lo'

Tapi akhirnya Glen mengalah, dia pulang lebih dulu walau sebenarnya Glen khawatir terhadap gadis itu

"Ayo dong angkaat Derren, ini udah sore bangeet" ujar Aleta dalam hati

--

18.12

"Lo nyari apa sih? Dari tadi kaya orang bingung" tanya Grace sambil melihat sang calon kakak ipar nya yang kelimpungan merogoh kantong celana nya

"HP gue ketinggalan, sial!" Gerutu Derren

"Yaudah sih, ketinggalan dirumah ini bukan ilang, ribet banget jadi cowok" ucap Grace sambil melipat kedua tangan nya di depan dada

"Bener juga ya" gumam Derren

"Yaudaah, gue mau cepet cepet ketemuu sama Glen, gue kangen sama dia" pinta Grace dan Derren pun mengangguk

--

Drrt drrrt

Aleta calling...

"Lah HP nya ketinggalan bocah" ujar Glen dalam hati, sedetik kemudian mata nya membulat sempurna melihat nama yang ada di dalam ponsel kakaknya

"Aleta?"

Tanpa babibu dia mengambil jaket kulit andalan nya dan bergegas menuju sekolah nya

--

"Kenapa dari tadi gak ada yang bisa gue telfon! Hiks"

Dari kejauhan dia mendengar deru mesin mobil yang semakin mendekat ke arah nya.

God!

Aleta kenal siapa pemilik mobil mewah itu. Ayahnya. Dia ingin pulang dengan ayah nya saja karna ini keadaan darurat. Tapi dia teringat akan kata kata abang nya.

Love in SilenceTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang