13

162 101 14
                                        

Kedekatan Lay dan Yuqi kini sudah terlihat, baik Minnie ataupun para sahabat Lay. Sangat mendukung, jika Yuqi dan Lay menjadi sepasang kekasih.
Apalagi, akhir-akhir ini Yuqi selalu di antar-jemput oleh Lay.
Kedekatan ini terjadi setelah mereka menampilkan pertunjukkan musik di acara kegiatan amal.
Hingga sekarang keduanya menjadi sangat dekat.

Yuqi yang biasanya canggung dihadapan Lay, kini mulai terbiasa. Gadis itu sudah menjadi dirinya sendiri, ketika bersama Lay.
Begitupula dengan Lay, pria itu sudah dapat memahami bagaimana cara mengatasi perempuan.
Lay bahkan tak canggung jika mengobrol berdua dengan Renjun, atau mengajak Yuqi jalan-jalan.
Semuanya terjadi dengan sangat alami.
Baik Lay ataupun Yuqi kini sedang dalam masa pendekatan.

"Lay, aku merepotkan mu ya?" tanya Yuqi setelah turun dari mobil Lay.

"Tidak, aku sudah bilang padamu berulang kali, jika aku tidak merasa di repotkan." balas Lay yang tak setuju dengan anggapan gadis itu.

"Kau serius?"

"Tentu saja, mulai sekarang kau bisa bergantung padaku." ucap Lay sambil tersenyum manis.

Yuqi yang melihat senyuman Lay pun ikut tersenyum.
Ia senang jika Lay tidak menganggapnya beban.
Beberapa kali Yuqi pernah mendengar dari beberapa orang disekolahnya jika Lay hanya merasa kasihan padanya.
Namun ia menepis semua pikiran orang-orang yang tidak menyukai kedekatan mereka.

Yuqi sudah membuka hati untuk Lay, tidak ada seorang pun yang bisa membuatnya berhenti menyukai Lay.
Sekalipun itu Lucas, yang masih saja mengganggu dirinya.

"Sana masuk."

"Kau tidak ingin mampir?" tanyanya sambil menoleh singkat kearah rumahnya.

"Sudah sore, bagaimana jika besok saja?"

"Tentu."

"Aku pulang."

"Hati-hati."

Lay mengangguk lalu tersenyum kecil, kemudian kembali memasuki mobilnya. Pria itu menbunyikan klakson sekali, kemudian membuka kaca mobil untuk melihat gadis yang saat ini melambaikan tangannya.
Lalu dengan perlahan Lay mengendarai mobil dengan kecepatan sedang menuju rumahnya.
Setelah Lay pergi, Yuqi masuk ke dalam rumah dan mendapati Renjun yang sudah menatapnya dengan tatapan jahil.

"Kenapa kalian tidak pacaran saja? Suka sekali hidup dalam hubungan yang tidak pasti." ucapan savage Renjun keluar, saat melihat bagaimana kakaknya ini sangat senang diantar pulang oleh Lay.

"Kau kira menjalin hubungan itu mudah." balas Yuqi sambil mencubit bahu adiknya, hingga sang adik meringis kesakitan.

"Kakak minta kepastian dong, jangan mau digantung!" seru Renjun sambil duduk dengan santai. Ia tak menyadari jika Yuqi benar-benar memikirkan perkataan adiknya dengan serius.

Yuqi terdiam, apa yang dikatakan oleh Renjun sangatlah benar. Ia sama sekali tidak meminta kepastian kepada Lay, ia hanya mengikuti semua alur yang sudah diatur pria itu.

"Kak, jangan diam aja. Kakak marah ya sama aku." ucap Renjun saat melihat tidak ada reaksi dari kakaknya.
Renjun mendekat, hingga ia berdiri tepat dihadapan kakaknya.

Tanpa aba-aba, Yuqi memeluk adiknya dengan erat.
Renjun yang mendapat perlakuan tiba-tiba ini sangat terkejut, namun ia tetap membalas pelukan kakaknya.

"Kakak, bodoh banget ya Njun?" tanya Yuqi tanpa melepaskan pelukan mereka.

"Kakak itu pintar,  enggak bodoh." balas Renjun tegas. Ia tidak terima jika kakaknya sendiri mengatai dirinya bodoh.

"Bohong, harusnya kakak minta kepastian sama dia. Tapi kakak malah diam aja, dan gak berusaha buat dia bilang yang sejujurnya." ucap Yuqi pelan.

"Aku yakin, kak Lay pasti sayang sama kakak. Udah ya, jangan sedih gini. Mending kita jalan-jalan." balas Renjun mencoba menghibur kembali kakaknya.

"Kemana?" tanya Yuqi yang nampak tertarik dengan tawaran adiknya.

"Ikut aja, kakak ganti baju dulu. Setelah itu baru deh kita jalan."

"Iya, tunggu bentar ya Njun."

"Siap kak."

Yuqi mengelus pipi adiknya sebentar sebelum mengganti pakaiannya.
Renjun tersenyum kecil, saat Yuqi memperlakukan dirinya layaknya seorang bayi.
Meskipun umur Renjun sekarang sudah meginjak usia 16 tahun, Renjun tetaplah anak kecil dimata Yuqi. Diusia nya sekarang, Renjun masih manja terlebih jika Yuqi berada disamping.
Ini semua dikarena, sedari kecil Renjun sudah terbiasa dengan kakaknya. Adiknya itu sama sekali tidak memiliki banyak kenangan bersama Bunda dan juga Ayahnya.
Maka dari itu, Renjun sangat menyayangi Yuqi seperti Ibu nya sendiri.
Setelah berganti pakaian, Renjun dan Yuqi pun segera menuju ke tempat perhentian, malam ini mereka menempuh perjalanan rahasia yang dirancang oleh Renjun dengan menggunakan bus.
Setelah dua puluh menit menempuh perjalanan, keduanya pun segera turun diikuti beberapa penumpang yang memang memiliki tujuan yang sama dengan mereka.

Kemudian segera Renjun menggandeng tangan kakaknya dengan riang, malam ini kakak-beradik itu menghabiskan waktu bersama di taman bermain.
Yuqi sangat senang saat Renjun membawanya kemari, adiknya itu tahu apa yang ia sukai.

"Njun, ayo naik itu." ucap Yuqi sambil menunjuk salah satu wahana yang berada didekatnya.

"Iya, kak."

Renjun dan Yuqi menikmati berbagai permainan yang tersedia ditaman bermain. Mereka bermain seperti anak kecil yang tak mengenal kata lelah.
Yuqi bersyukur memiliki adik yang sangat pengertian seperti Renjun, ia menghibur Yuqi agar kakaknya itu tidak merasa sedih.
Bagi Yuqi, semua yang dilakukan Renjun sangat membuatnya terharu dan bahagia. Ia tidak menyangka, jika adik kecilnya ini sudah tumbuh sebagai remaja yang pengertian.

Beberapa orang ditaman bermain pun tidak sedikit merasa iri dengan kedekatan mereka. Bahkan beberapa orang mengatakan jika Yuqi dan Renjun adalah pasangan yang serasi.
Padahal nyatanya mereka berdua adalah sepasang kakak-adik yang dekatnya melebihi dua orang yang sedang melakukan pendekatan.

____________________________________

Gua comeback setelah 5 hari gak up:")
Gua bukannya gaada ide, cuma kdng tuh mls ngetik:v
Ini tuh akibat nonton Drama nya Jihoon😙, makanya gua ngulur waktu buat lanjutin cerita.

Dan buat 'Mashaallah Calon Imamku' itu bakal lama update nya.
Gua mau fokus promosiin cerita ini dulu. Dan cerita Twins blm mencapai target gua.
Jdi buat kalian yang memang baca cerita baru gua, mohon bersabar.

Mngkin bbrp dri klian nnya "Kok genre nya gitu sih. Bagusan juga yg kek cerita sebelumnya."
Mon maaf neh, jujur aja gua mau mencoba genre baru. Dulu sebelum gua kenal EXO, gua prnh buat cerita Teenfiction, trus gua mencoba beralih ke Fanfiction. Siapa sangka? Follower gua naik dratis karena cerita Fanfiction pertama gua alias 'Baekhyun's Fangirl." dicerita itu benar-benar murni hasil dari Halu gua😂.
Dan bnyk yg support, smpai gua memutuskan untuk membuat Sequel:)

So, gua harap dengan Genre baru ini kalian suka:) gua gak maksa, tapi coba baca dulu. Siapa tau ke cantol 🤣.
Oke, udah ya. Gua mau pamit dulu, bye🧡.
See you next part guys💚

「✔」First LoveTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang