Ralla begitu shock, ternyara benar Alvin hanya mempermainkan perasaannya saja. Dia memang tak lebih dari teman mantan pacar Alvin, yang kapanpun bisa dimintai tolong oleh Alvin.
"Kenapa kamu ga terus terang aja tadi sama aku, Vin?" Tanya Ralla sambil mengalihkan tatapan dari mata Alvin, dan melepaskan genggaman tangannya. Dia merasa terluka. Dia sudah tahu jika tidak ada yang dapat menggatikan Rania dari Alvin, tapi bodohnya dia masih saja terus berharap Alvin bisa menjadi seseorang yang mendampinginya.
Tanpa sadar sakit hatinya yang patah berubah menjadi tetesan air mata. Ia tak mampu lagi mambendung air matanya yang tiba-tiba keluar tanpa bisa dia tahan.
Harapannya terlalu tinggi. Menjadi pacar Alvin terlalu mustahil. Lihat sekarang apa yang diperbuat laki-laki itu padanya, hanya mempermainkan perasaannya dan menjatuhkannya ke jurang paling dalam hatinya. Banyak pertanyaan dan kata-kata yang sebenarnya ingin di berikan Ralla, namun hanya air mata yang bisa ia keluarkan.
"Ralla, aku ga bermaksud nyakitin hati kamu. Jujur, aku sayang sama kamu, tapi tidak lebih dari seorang teman. Aku ga bisa maksain kamu jadi pacar sungguhan aku karena kamu tau sendirikan, hati aku hanya untuk Rania. Dan aku juga mau minta bantuan dari kamu, aku mau kamu sebagai pacar pura-pura aku, agar aku bisa membuat Rania cemburu dan aku akan merebut Rania kembali dari Yogi." Alvin memang jujur. Namun, kejujurannya itu sungguh menyakiti hati Ralla. Segampang itu dia mengatakan Ralla tidak lebih dari temannya. Dan segampang itu juga dia mengatakan akan menjadikan Ralla pacar pura-puranya?
"Konyol. Konyol tau ga sih kamu bilang kayak gini. Kenapa harus aku?"
Tanya Ralla seakan-akan dia tidak terima dengan apa yang telah Alvin katakan.
" Ral, please. Karena cuma kamu orang yang paling ngerti aku. Cuma kamu yang bisa bantuin aku."
"Maaf Vin, akuga bisa bantuin kamu. Mending dari sekarang kamu jauhin aku aja. Ga perlu lagi kita jadi teman."
KAMU SEDANG MEMBACA
HEART, HURT, and RALLA
Romansa"Andai kata waktu itu aku lebih mentingin Rania daripada kegiatan-kegiatanku, mungkin sekarang kita masih barengan, masih sama-sama terus. Aku selalu nyakitin Rania" Kata Alvin dengan suara sendu sambil menatap danau yang biru. Ralla hanya bisa terd...
