Part 2

3.7K 250 36
                                        

Dari : Fat Ass
Untuk : Saya

Yo, milk man. Aku tak bisa pulang denganmu hari ini, ada banyak 'urusan' yang harus ku selesaikan dengan Sir Seo. Sampai jumpa, sayang~

Namjoon hampir menghancurkan handphone-nya karena remasan terlalu kuat pada benda mungil itu. Namjoon merasa terkhianati semenjak Jaehyun menjalin hubungan dengan raksasa Seo itu. Bahkan sekarang ia tidak punya teman untuk berada di angkutan umum, ugh, ia benci Jaehyun!

Namjoon mengangkat wajahnya saat melihat bus telah datang. Ia segera menaiki bus tersebut saat pintu terbuka, menyapa sang supir dengan senyuman hangat dan langsung mengambil spot favoritnya.

Namjoon menyenangi duduk di bangku di dekat jendela pada barisan terakhir. Ia memasang earset-nya, mendengarkan lagu yang akhir akhir ini menjadi vibe Namjoon, Jamais Vu.

Berjarak 15 Km, Namjoon menghabiskan sekitar 30 menit untuk duduk diam di dalam bus. Matanya mendapati rintik hujan senantiasa turun perlahan dari langit, sebuah senyuman ia ukir di bibir merah merekah miliknya.

"Permisi." Namjoon tersentak dan segera melepas earset-nya panik. Ia menatap sang empu, sedikit terpaku dan mengangguk kaku. Sialan, itu si dingin Yoongi! Tuhan, selamatkan Namjoon! (T⌓T)

Namjoon mencuri tatap kepada Yoongi, mendapati sang empu menatap lurus ke depan dengan tatapan super dingin dan kaku. Namjoon mengalihkan pandangan kepada jas Yoongi, melihat jas itu terkena noda. Namjoon segera memberikan tisu kepada Yoongi, "Y-yoon-g-gi, i-ini, jas mu t-tern-noda.."

Yoongi menatap dingin tisu itu, mengambilnya dan menggumamkan terimakasih. Namjoon mengulum senyum, bahagia karena si dingin Yoongi menerima tawarannya.

Namjoon kembali menatap keluar jendela, bersenandung pelan sebelum merasakan ada sesuatu menjalar pada pahanya. Namjoon menatap paha yang dilapisi celana katun itu dan terkesiap saat tangan putih pucat Yoongi tengah mengusapnya sensual.

Warning! Rape, Denial

"Y-yoon-!" Yoongi menampar paha Namjoon, membuat lenguhan indah keluar dari bibir Namjoon. Namjoon tidak tahan, ia seorang masokis tingkat akut!

"Namjoon, aku penasaran bagaimana panasnya lubang analmu saat aku memasukkan kelima jariku." Fisting! Namjoon tak pernah mencoba fisting, namun ucapan Yoongi sukses membuat cairan anal Namjoon merembes kepada celana Namjoon.

"Apa kau suka jika aku menampar wajahmu sekuat mungkin? Atau, menginjak lehermu hingga kau tercekik?" "Ahh~!"

Desahan mengalun dengan indahnya, menjadi melodi di telinga Yoongi. Yoongi menyeringai, mendapati Namjoon telah masuk ke jebakan miliknya.

Namjoon merasa kacau. Telinganya memerah, matanya berair, dan juga keadaan celana Namjoon yang sudah sangat basah. Namjoon malu, sangat malu!

"Namjoon, begitu banyak orang mengagumi bibirmu. Aku rasa bukan hanya aku yang berpikir bahwa bibirmu akan menjadi sangat jalang jika disuguhi oleh penis. Jadi, mari aku mencoba bibirmu."

Namjoon membulat, hendak menolak namun Yoongi terlalu cepat. Yoongi melumat bibir Namjoon kasar, membuat decakan basah dan menggigit bibir Namjoon, membuat sang empu di ambang batas dan membalas lumatan Yoongi tak kalah kasar serta sensual.

"Nnhh, Yoonhh~" Oh, Yoongi sangat menyukai suara Namjoon. Yoongi sangat tidak sabar saat suara itu mendesahkan dan meneriakkan namanya.

Yoongi menekan tombol berhenti di tiang sisi sebelah kirinya, lalu segera mengangkat Namjoon layaknya karung beras. Ia memberikan 2 lembar uang dan segera turun dari bus. Namjoon bingung, sangat bingung. Mengapa mereka turun disini dan apa yang telah terjadi?!

"Y-yoongi, kita dimana?! Turunkan aku!" Pekikan Namjoon membuat Yoongi meremas pantat sintal Namjoon, yang dibalas lenguhan pelan si empu. Yoongi menendang pintu markas Bangtan Boys dengan memasang seringaian.

Seokjin yang sedang memasak melemparkan spatulanya kepada Yoongi, omelan tanpa batas itu keluar dengan kejamnya, "SIALAN MIN YOONGI! BANGSAT, APA YANG K- Namjoon?!"

Taehyung terbangun dari rebahannya dan membulatkan mata, begitu juga dengan Hoseok. Mereka tak menyangka dan tak mengerti mengapa Namjoon tiba tiba berada pada gendongan Yoongi.

Yoongi melemparkan tubuh Namjoon pada karpet di lantai, menimbulkan bunyi begitu keras dan pekikan kesakitan Namjoon. Namjoon menatap Yoongi sayu serta sendu, "H-hiks, s-sakit, Y-yon-hh.."

Mereka semua mengerubungi Namjoon, menatap pria itu bagaikan rombongan singa kelaparan yang menatap sebuah daging segar.

"Fuck, you really bring this sugar to our basecamp? You're out of your mind, Yoongi." Ucapan Hoseok tak ia hiraukan, ia hanya fokus pada Namjoon yang ketakutan melihat mereka berempat.

"Aku rasa kita tidak perlu menunggu Jungkook dan Jimin." Ucapan Taehyung membuat seringai menyetak di bibir mereka, Namjoon hanya berdoa pada Tuhan agar ia bisa selamat dari keempat manusia tidak waras ini.

Disisi lain

"Jungkook! Sadarlah, aku seme!" Jimin berusaha memberontak saat Jungkook mengunci dirinya kepada tembok di belakang tubuh Jimin. Jungkook tersenyum miring, "Aku tahu kau sering memperhatikanku, hyung. Ayolah, kita tak harus mencicipi Namjoon hyung, aku hanya butuh tubuhmu-"

Jimin merasa sedikit terluka, tanpa sadar Jungkook hanya membutuhkan tubuhnya untuk hasrat seksual tinggi milik Jungkook. Sedangkan hati Jimin, ia tidak memikirkannya, bukan?

"Dan juga hatimu."

Oh, Jimin salah.

÷÷

Halo! Apa kabar semuanya? Saya telah kembali dan semoga kalian suka.

⁹his secret⁴Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang