Sad story but happy ending
Bae Suzy, putri tunggal dari pasangan trillionaire dunia. Semua yang ia mau akan didapatkannya hanya dengan satu jentikan jari. Sifatnya yang manja dan begitu tertarik pada modeling membuat dunia pun menyukainya, bahkan me...
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
10:01 PM.
Suzy sekali lagi meneguk jus semangkanya hingga cairan merah itu habis, menyisakan gelas kosong yang segera diangkut oleh para pelayan. Gadis itu mengedarkan pandangan, pesta Jongin sudah mulai sepi. Para tamu memutuskan untuk segera pulang kerumah, ditambah hari yang sudah cukup malam. Meskipun masih ada yang bertahan, karena pesta selanjutnya adalah sesi orang dewasa, dimana minuman-minuman beralkohol dikeluarkan untuk dinikmati para konglomerat kelebihan uang itu hingga puas.
"Sudah mengantuk?" Taehyung bertanya, memperhatikan gadis itu sesekali menguap dalam beberapa menit. Sementara Kim Jongin tidak bersama mereka, laki-laki itu masih harus menuntaskan tugasnya sebagai pemilik pesta membuat Taehyung diam-diam tersenyum senang. "Mau pulang saja sekarang? Hm?"
Suzy menggeleng, mengucak-ngucak matanya pelan. "Dimansion aku sendirian, Taehyungie. Semuanya sibuk sendiri." Balas gadis itu asal, mungkin kelewat mengantuk sehingga sedikit melakukan sesi curhat dengan Taehyung. "Aku mau pipis. Temani yaa."
"Huh? Mianhae Zy-ya, tapi aku sedang tidak enak badan. Apa mau kusuruh bodyguard untuk menemanimu?" Balas Taehyung dengan wajah menyesal. Suzy menghela napas kesal, namun sedetik kemudian menggeleng sambil menggumam kata tidak perlu. Ia berjalan pergi meninggalkan Taehyung dimejanya. Ada alasan kenapa ia ingin mengajak Taehyung. Toilet memiliki jarak yang cukup jauh dari aula pesta, sepi dan dengan penerangan minim. Ia pernah memasukinya sekali, ngeri meskipun puas menikmati fasilitas toilet hotel bintang lima yang mendekati kata tanpa celah.
"Suzy-ya?" Langkahnya tertahan ketika suara yang terdengar familiar itu menyapa. Gadis itu berbalik ragu, mengumbar senyum menawan kemudian ketika mendapati Oh Sehun yang berdiri dihadapannya. "Kau mau kemana?"
"Toilet wanita." Gadis itu menjawab riang. Seolah rasa kantuk dan was-wasnya tadi hilang begitu saja, digantikan perasaan antusias bertemu seseorang yang mampu membuatnya tertarik pada pertemuan pertama. Oh Sehun.
Sehun membulatkan bibirnya, mengangguk-angguk dengan canggung. "Kau sudah mau pulang, ya?" Tanya Suzy yang langsung dihadiahi kecewa ketika laki-laki itu mengiyakan. "Tunggu aku. Aku mau berbicara denganmu, Sehun-ah. Tadi aku lihat Hana juga disini? Aku mau berkenalan." Tak ada kesan mengejek atau merendahkan dalam netra hazel Suzy, membuat Sehun mengangguk patuh sekali lagi. Oh Hana memang datang kemari, mencari kesenangan sebentar setelah 3 bulan lebih harus terkurung dirumah sakit.
"Aku akan menunggumu." Sehun tersenyum canggung. Melambaikan tangannya pada Suzy yang disambut semangat oleh gadis itu. Ia senang mengetahui bahwa Suzy mau menjadi teman pertamanya. Teman dari seorang pecundang hasil pungutan panti asuhan kumuh seperti dirinya. "Sampai jumpa."