9 - Kembali

85 14 0
                                    

10 menit sebelum bel masuk Hyoma berada di depan pintu kelas Koki. Beberapa kali mata Hyoma mencari keberadaan temannya itu hingga ke setiap sudut kelasnya tapi sosok Koki belum ia temukan.

"hei kau lihat Koki?" tanya Hyoma saat salah satu teman sekelas Koki akan memasuki kelas.

"Koki belum datang" katanya singkat sambil beranjak masuk.

belum datang? Kesiangan? Padahal Hyoma sudah membangunkannya cukup awal hari ini.

"sedang apa kau disini? Cepat pergi ke kelasmu"

Hyoma menoleh dan mendapati sougo di belakangnya. Bel masuk terdengar. Tangan sougo menyuruh Hyoma minggir karena dia telah menghalangi pintu kelas.

"ah sougo. Kau lihat Koki?"

"tidak. Cepat pergi sebelum sensei datang" katanya. Matanya menunjukkan jalan ke arah kelas hyoma yang butuh satu kali berbelok dari koridor kelasnya. Kemudian hendak menuju ke bangkunya.

"dasar anggota osis"

"kau bilang sesuatu?" Sougo berbalik menghampiri Hyoma lagi, sedangkan Hyoma berjalan pergi sebelum Sougo mulai mengomelinya.

***

Istirahat pertama, lagi-lagi Hyoma mencari Koki ke kelasnya. Tapi lagi-lagi Koki tidak ada disitu. 'apa dia tidak masuk?'

"dia baru saja keluar" kata sougo tanpa berpaling dari buku yang ia baca. Hampir seluruh siswa di kelas itu paham siapa yang Hyoma cari jika dia datang.

"oh baiklah"

"ada yang aneh, apa yang terjadi Hyoma?" Sougo mengalihkan pandangannya pada Hyoma tapi orang yang ia tanyai hanya tersenyum sambil melambaikan tangannya seraya pergi tanpa menjawab pertanyaannya.

***

"Koki!!! Kenapa kau susah sekali di cari?!" Hyoma berlari kearah Koki saat ia lihat Koki sedang duduk di tepi lapangan.

Koki menoleh dan mendapati Hyoma sudah duduk di sampingnya. "kau mencariku?"

"iyalah, kalau tidak untuk apa aku tanya" ia kesal. Tingkah Koki benar-benar menghawatirkan. "kenapa tadi pagi tidak ada di kelas?"

"oh, emm terlambat"

Sebelah alis Hyoma terangkat "_kok?! Kan sudah aku ... hei kau keringatan? Kau habis lari keliling lapangan gara-gara terlambat ya?"

Koki mengelap keringat di wajahnya. Hyoma benar, seragamnya juga basah karena keringat. "ah, bukan apa-apa, aku tidak dihukum kok" Koki berusaha menyembunyikan wajahnya dengan menoleh ke arah lain.

"yang benar? Syukurlah kalau gi .... hei tanganmu kenapa?" lagi-lagi Hyoma terkejut, kali ini karena melihat tangan Koki yang diperban.

"ah... ini, tidak apa-apa"

Hyoma menarik tangan Koki. Ia tidak akan percaya sebelum melihatnya sendiri. Dan Hyoma makin khawatir karena perban itu terdapat di pergelangan tangan Koki.

"jangan bilang kau mau bu..."

Koki menarik tangannya pelan "aku bilang ini bukan apa-apa"

"Koki, kau tidak melakukan hal yang aneh kan?" tatapan mata Hyoma membidik Koki yang terlihat gugup. Dan Hyoma paling tau kalau temannya satu ini tidak bisa menyembunyikan perasannya sama sekali.

Koki menggeleng, " ini kemarin aku memotong wortel. tidak ada yang aneh, percayalah"

Hyoma menghembuskan napas lega. "sekarang bisa kau jelaskan kenapa kau keringatan seperti ini?"

You're Not AloneTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang