Alpha dengan alpha? Tidak mungkin atau mungkin?
Ini adalah Remake Story Dari Penulis asli @AESTHETICIDOL
🔞PERINGATAN🔞 & Mengandung unsur Gay/Homo/Yaoi
Ini adalah Jaemjen Area jangan salah lapak!!
Cover by @Aidila Adha
200314 #1 In Jaemjen🎉
2103...
| Alpha On Alpha [Jaemin X Jeno] | 🔎 Original Story From Psychopathjp🔍 📝 Remake By Let_Me_Rest📝
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
"Arghh..."
Dia merintih lalu menggerakkan tubuhnya ke kiri dan ke kanan. Tiba-tiba, ponsel di dalam sakunya berdering sebagai tanda bahwa dia mendapat panggilan masuk dari seseorang.
"Halo."
"Di mana kamu? Kenapa aku tidak melihat mu di kelas? Jangan bilang kau mencoba bolos kelas lagi."
"Tidak, Mark.. Aku hanya merasa tidak enak badan."
"Begitukah? Kenapa kau tidak memberitahuku sebelumnya? Sekarang aku di kafetaria, aku ingin makan tetapi tidak ada apa-apa. Aku akan mengantarmu pulang dulu. Di mana kamu?"
"Maaf, aku tidak ingin memberitahumu lebih awal karena aku tidak ingin kau melewatkan kelas hanya untuk mengantarku pulang. Itu sebabnya aku tunggu hingga waktu istirahat. Mark, tunggu aku di sana. Aku akan segera datang sekarang." Lalu dia mengakhiri panggilan telepon itu.
Ketika dia berjalan menuju ke kafetaria, tanpa dia sadari seseorang mengikutinya dari jauh.
"Mark!" dia berteriak setelah dia melihat Mark duduk di sebuah meja sambil meminum jus.
"Ah, Nono... Apa kau yakin kau baik-baik saja? Demam? Pusing? Bagaimana kau bisa sakit padahal kau terlihat baik-baik saja pagi tadi? Apakah kau ingin pulang sekarang?" tanyanya dengan satu tangan menyentuh pipi dan leher Jeno untuk memeriksa suhu tubuh Jeno.
"Ya Tuhan, jangan tanya banyak pertanyaan dalam satu waktu! Aku tidak demam tapi aku merasa pusing. Mungkin jika aku pergi tidur selama beberapa jam, aku akan baik-baik saja. Aku lapar... Aku ingin makan dulu lalu kita pulang? Oke?" katanya dengan nada yang sedikit imut.
Bagi Mark bukan masalah besar untuk mendengar Jeno berbicara dengan suara imut. Sebenarnya, Jeno sangat pandai melakukan aegyo dan untuk beberapa alasan hanya yang tahu tentang hal itu. Bahkan keluarga Jeno saja tidak tahu.
Ketika Mark bermain di rumah Jeno, dia pasti akan melihat Jeno melakukan aegyo hampir setiap menit. Jeno juga suka dimanjakan oleh Mark.
Tetapi Jeno tidak menyadari bahwa dia berada di kafetaria yang dipenuhi oleh para siswa. Mereka yang melihat percakapan antara alpha top 1 dan top 5 itupun mulai saling membisikkan sesuatu.
Mark menyadari suasana aneh yang terjadi di sekitarnya ketika dia melihat beberapa siswa menatap padanya dan Jeno.
Mark pura-pura batuk, "Nono ayo pulang. Aku akan membelikanmu makanan nanti. Apa pun yang kau mau."
"Hah? Apa saja yang aku mau?!"
"Ya, apapun apakah-"
"Lee Jeno. Ikut denganku. Ada sesuatu yang ingin aku bicarakan." entah dari mana Jaemin muncul dan memotong pembicaraan Mark. Mark terlihat sangat kesal dan dia memutar bola matanya.
"Aku tidak mau." Jeno menjawab dengan singkat dan padat.
"Sekarang. Ikutlah denganku, Jeno." Suaranya mulai menakutkan saat dia menaikkan setiap nada suaranya di setiap perkataannya.
Jeno masih tidak bergerak atau membalas Jaemin. Mark berdiri di antara mereka yang sudah terbiasa dengan situasi ini. Hanya ada satu cara yang bisa menghentikan perang dunia ketiga mereka.
Mark menarik tangan Jeno dan membawanya pergi dari sana. Jeno hanya mengikuti Mark tanpa banyak bertanya tetapi Jaemin tidak bisa membiarkan Jeno pergi darinya.
Jaemin mengejar mereka berdua dan mencoba melepaskan tangan Mark pada tangan Jeno.
"Kau harus ikut denganku. Atau aku akan memposting video 'seksi' mu saat di rooftop tadi di situs sekolah." dia berbisik di telinga Jeno dan tersenyum penuh kemenangan.
Namun, wajah Jeno tidak menunjukkan bahwa dia bahagia sama sekali. Wajahnya benar-benar pucat seperti hantu. Itu membuat Mark mulai curiga dengan apa yang dibisikkan Jaemin kepada Jeno.