Stop breathing. [END]

5.4K 384 12
                                        

Kondisi Jisung semakin memburuk setelah insiden 'pemenjaraan'. Ia hanya makan dan minum sekitar dua sampai tiga hari sekali. Ia akan makan teratur jika dikunjungi oleh Jaemin. Selebihnya? Hidupnya kembali berjalan dengan tidak baik.

"Jeno sedang pergi dinas untuk tiga hari ke depan. Jadi aku punya banyak waktu untuk temani kamu." ucap lelaki bersurai pink itu. Jisung tak menyangka, kebaikan apa yang telah ia lakukan di masa lampau sampai-sampai ia bisa memiliki kakak sebaik Jaemin dan berhati malaikat.

Saat ini, Jaemin dengan perut buncitnya berbaring di sebelah Jisung. Feromon lembut yang menguar dari tubuh Jaemin mampu menenangkan Jisung dan segala pikirannya yang memberontak. Dalam hitungan beberapa menit, Jisung bernapas teratur dan tertidur dengan memeluk Jaemin. Di alam bawah sadarnya, Jisung sekali lagi bersyukur, ini pertama kalinya dapat tertidur nyenyak setelah bertahun-tahun tertidur dengan beban masalah.



-



Ternyata rasa syukur itu mengkhianatinya. Tepat jam 1 dini hari, Jisung terbangun karena suara bising dari dalam kepalanya sendiri. Ditambah lagi ia tak merasakan kehadiran Jaemin di sisinya. Emosi Jisung meledak, langsung saja ia melempar benda-benda yang ada di dalam kamar itu.

"Keparat! Bajingan!" umpat Jisung setelah hidungnya menangkap jejak feromon mint milik Jeno. Kakak iparnya itu benar-benar cari masalah dengannya. Tiba-tiba Jisung tersungkur sambil menutup kedua telinganya.

"Pergi, bangsat! Kalian semua berisik!" Telinga normal tak akan menangkap suara apapun di ruangan tersebut, namun suara khayalan dalam kepala Jisung terus mengganggunya. Paling khas adalah suara ayahnya yang terus menggemakan kata, mati, mati, mati.

Jisung menangis. Ia lelah berlari menghindar dari keterpurukan, ia lelah berlari mengejar kebahagiaan, ia lelah bernafas dengan helaan sesal, ia lelah bertahan dengan kekuatan palsu.

Halusinasi telah mengambil alih dalam mengendalikan ego Jung Jisung. Hal yang paling berharga dalam dirinya telah direnggut, bersamaan dengan menetesnya darah dari dada kirinya yang tertancap besi panjang dan berkarat.


---

"Lahir dengan tangis, biar berakhir dengan tragis. Semua kisah sedih dan sakit, kini lembarnya sudah habis."

✔ Good Liar Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang