TMI

1K 162 52
                                        

Taehyung itu lahir prematur dengan daya tahan tubuh yang lemah sekali. Masa balitanya banyak di habiskan di rumah sakit dibandingkan di rumah.

Cacat ventrikel tunggal adalah penyakit jantung bawaan yang di deritanya. Jantung kirinya tidak berkembang dan itu sangat berbahaya.

Keluarga Kim sudah mengusahakan memberikan pengobatan yang terbaik untuk si bungsu. Mulai pengobatan dalam negeri sampai keluar negeri. Hanya saja operasi pada balita itu tidak mungkin mengingat kondisi Taehyung yang sangat lemah.

Sampai umur dua tahun, mereka terus melakukan rawat jalan untuk memantau perkembangan jantung dan juga kesehatan Taehyung. Saat itu salah satu kenalan ayah Taehyung yang di Jepang mengabari kalau mereka sudah bisa melakukan operasi.

Kesehatannya agak membaik walaupun mereka masih harus bulak-balik ke rumah sakit karena memang daya tahan tubuh yang kurang baik.

"... Lambungnya sensitif makanya dia menghindari makanan dan minuman yang bisa memicu penyakit lambungnya kambuh."

Suzy kembali mengingat pembicaraan dengan Kim Sora-ibu mertua- tadi siang saat keduanya bertemu di rumah sakit.

"Dia tidak suka kopi, alkohol dan makanan pedas. Dia juga pilih-pilih makanan, terlebih sayuran."

Banyak sekali informasi yang dia dapatkan hari ini tentang suaminya.

Alasan kenapa pria itu sedikit kesulitan menyusun kata kini dia tahu.

Seperti kata ibunya.

Sejak kecil Taehyung tidak pernah sekolah di sekolah umum, karena penyakitnya dia tidak bisa bebas seperti anak normal lainnya.

Meski begitu, Taehyung jarang mengeluh. Dia akan belajar di dampingi sang ibu yang memilih menjadi ibu rumah tangga dan meninggalkan pekerjaannya. Setiap kali dia merasa bosan dia akan bermain games sambil menunggu kakak-kakaknya pulang sekolah, karena biasanya mereka selalu mengajak Taehyung bermain.

-----

Matanya melirik Taehyung yang tertidur di sofa yang ada di kamar pria itu. Mereka sudah kembali dari rumah sakit sore tadi setelah menginap selama dua hari. Karena masih khawatir dengan keadaan Taehyung, keluarga Kim sepakat untuk membawa Taehyung pulang ke rumah bukan ke apartemen.

"Taehyung, bangun

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.


"Taehyung, bangun. Pindah ke ranjang jangan tidur disini. Kamu bisa sakit badan nanti. Hey!" Suzy mencoba mengguncang lengan Taehyung.

Taehyung menggeliat sebelum membuka matanya perlahan. "Ohh maaf."

"Mau aku bantu?" Tawar Suzy

"Kalo gak repotin." Tangannya menerima uluran Suzy.

"Aku bikinin coklat hangat ya?" Suzy memperhatikan Taehyung yang sudah berbaring sambil memeluk guling.

"Gak usah. Ngantuk. Tidur aja. Kamu juga cape." Setelah itu Taehyung kembali terlelap.

Suzy tersenyum miris melihat keadaan Taehyung yang masih terlihat pucat. Sedikit banyak penyebab pria itu begini karena dirinya, tentu saja dia merasa bersalah.

Suzy mematikan lampu kamar lalu ikut berbaring di samping Taehyung. Tangannya bergerak pelan membawa guling dalam pelukan Taehyung untuk di gantikan dengan dirinya.



-------

Kaku

Lengannya serasa kram.

Taehyung memaksakan membuka mata saat dirasa lengannya sakit.

Begitu membuka mata, dia kaget saat melihat gundukan rambut di depan matanya.

Butuh beberapa detik untuk dirinya memahami kondisi.

Matanya mengerjap beberapa kali. Sekali menatap kearah wajah Suzy sekali menatap tangan nya yang berada di atas tubuh wanita itu.

Memeluknya?

Aku?

Apa suzy yang duluan?

Sejak kapan?

Seperti komputer miliknya yang rusak beberapa waktu lalu, Taehyung kira otaknya juga sama seperti itu.

Otaknya tidak bisa di gunakan untuk berfikir cepat tentang, 'Bagaimana cara dia bangun tapi tidak mengganggu Suzy?'

Lengan kurusnya sudah kebas, di tambah perutnya yang terus mengirimnya signal ingin di isi. Matanya bergerak ke arah dinding, dilihatnya jam yang masih menunjukan pukul empat pagi.

Dengan gerakan pelan dia mencoba mengangkat tangannya yang berada di pinggang Suzy. Tapi, baru saja dia bergerak Suzy sudah membuka matanya terlebih dahulu.

"Eoh kamu sudah bangun? Apa ada yang sakit?"

Suzy cepat-cepat bangun lalu meletakan satu tangan di atas dahi Taehyung. "Sudah turun." Gumamnya

Taehyung diam tidak berkutik. Dia takut kalau Suzy akan marah atau seenggaknya jadi canggung kalo sadar dia memeluknya walau dia sendiri tidak yakin siapa yang pertama kali memeluk.

"Kenapa? Masih pusing?" Tanya Suzy khawatir.

"Ah enggak." Taehyung merubah posisi menjadi duduk. Alih-alih menatap Suzy dia memilih menatap ke arah lain.

"Wajah mu memerah? Apa demam lagi?"

Taehyung gelagapan saat Suzy bergerak mendekatinya. Bisa dia rasakan kalau betis mereka bersentuhan.

"Masih pusing?" Tanya Suzy lagi.

"N-ggak, ha-nya i-tu mun-dur." Taehyung mendadak gugup berada dalam jarak yang terlalu dekat seperti ini.

Suzy sadar, tapi rasanya dia ingin sedikit bermain dengan suaminya.

"Kamu yakin?" Tanya Suzy lagi, berpura-pura khawatir.  Wajahnya semakin mendekat.

"Su......" ucapan Taehyung terpotong dengan tindakan Suzy pada bibirnya.




Cup



Satu

Dua

Tiga

Empat

Lima

Suzy mencoba menghitung berapa lama Taehyung akan sadar dari terkejutnya. Tapi sampai hitungan ke sepuluh, suaminya tidak bergerak sama sekali kecuali matanya yang mengerjap lucu beberapa kali.

"Cepat sadar lalu susul aku ke dapur. Aku siapkan sarapan lebih dini pagi ini."







Cup




Satu kecupan lagi lolos di pipi Taehyung. Bukanya sadar, Taehyung malah tumbang di kasur dengan wajah yang di tutupi selimut.









TBC




Face of Love Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang