Kamis, November 2009
Kamu bertanya padaku,
"Setelah lulus SMA kamu kemana Jie?"
Aku menghela napas lalu memandangi awan putih yang cantik di atas sana.
Aku menjawab, "Aku tetap di sini. Di kota ini."
Kulirik dirimu mengangguk-anggukan kepala.
"Gak nyangka ya, kita sahabatan udah lama banget, dari mulai kamu masih cengeng minta digendong mama. Eh sekarang masih cengeng juga sih."
Aku pura-pura kesal langsung memukul pundakmu yang kokoh itu dengan keras-keras. Maaf ya.
Kamu pun berteriak ampun dengan tertawa. Mengacak rambutku sambil tersenyum menyebalkan. Aku suka.
Aku mencari kebahagiaan dan menemukannya di senyumanmu.
"Aku senang bisa kenal sama kamu Jie."
Pada waktu itu, aku tak menyadari bahwa kalimatmu barusan mengandung makna lain, yang membuat air mataku jatuh untuk pertama kali.

KAMU SEDANG MEMBACA
r.i.n.a.i [J.J.P]
CasualeIm Jaebum. Jika kamu adalah hujan, mengapa aku harus berteduh? The story that you never expected GS