banyak keraguan
banyak ketakutan
banyak pertanyaan
saat ini aku merasa tidak aman
banyaknya tanda tanya mempertanyakan
bagaimana kisah kita selanjutnya?
apa kamu akan bertemu sosok yang lain?
atau kamu akan tetap bersama denganku?
setelah banyaknya perdebatan
aku tau kamu tidak takut kehilangan
bagimu itu hanya persoalan ringan
kamu tidak pernah takut kutinggalkan
karena ku tau
kamu tidak terlalu peduli soal ini
kamu tidak larut dalam cerita ini
kamu terlalu santai dan biasa saja
aku tau kamu memang mengagumkan
siapa yang tidak ingin bersanding denganmu?
seseorang yang selalu bisa diandalkan dan penuh candaan, serta tidak membosankan
beberapa orang pasti selalu terpikat dengan pesonamu
lagi-lagi aku selalu ingin merendah
aku siapa? aku punya apa?
aku hanya bisa menyayangimu dengan tulus
tanpa minta apapun darimu
jauh dari kata menarik dan sempurna
mungkin memang hanya aku yang merasa takut kehilanganmu
mungkin memang hanya aku yang terlalu serius
menjalin kisah asmara ini denganmu
dan mungkin memang hanya aku yang mampu sakit karenamu
aku tau diri aku siapa
aku jauh sekali dengan orang-orang yang mengagumimu
aku mungkin jauh dari kriteria idamanmu
entah sampai kapan aku harus merendah seperti ini
andai saja kamu tau rasa kekhawatiranku ini
andai saja kamu berenang sangat dalam denganku dalam kisah ini
andai saja kamu juga takut kehilanganku
aku akan bahagia sekali tentunya
kamu pasti akan mudah mendapati orang baru jika kau berpisah denganku
kamu pasti akan mudah sekali melupakan kebersamaan kita
aku tidak pernah ingin hal itu terjadi
setelah berbagai macam patah hati
dan berbagai macam kebahagiaan
aku tidak rela jika kelak kau melupakanku
seseorang yang selalu siap patah karenamu
seseorang yang rela bertahan padahal ditahan pun tidak
aku, si egois yang selalu mengalahkan pikiranku untuk meninggalkanmu
aku, si penyabar ketika kamu mulai egois denganku
aku, si yang selalu menyayangimu sepenuh hati
aku, yang mencintaimu lebih dari diriku sendiri.
semoga kamu membaca dan memahami ini..
KAMU SEDANG MEMBACA
TEKA - TEKI
PoezjaBerbicara melalui kertas dan pena ketika bibir tak sanggup lagi terucap
