real or fake?

1K 138 34
                                        

Bentar ges, karena aku kemarin dapet hidayah di saat gabut aku ketikin aja. Anw maaf kalo ga ngefeel:( btw ini panjang, bikin bosend:(
—————————————————————



Hari ini adalah hari kepindahan keluarga Park di komplek perumahan deadly.

Anak tertua atau yang biasa di panggil Seonghwa yang lebih dahulu turun dari mobil.

"Hyung, beneran ini kita tinggal disini?" Susul anak yang bernama Mingi.
"Ya." ujar Seonghwa singkat dan segera memasuki rumah baru mereka.

"Idih Seonghwa hyung pms apa begimana sih?" Tanya Mingi kedirinya sendiri setelah mendapatkan balasan cuek dari Seonghwa.

Ia mengingat ingat, sepertinya gara-gara tadi ia menghabiskan jajanan Seonghwa. Tapi masa iya saudaranya itu marah?

Mingi mengendikan bahunya, mungkin nanti dia akan mencari supermarket di dekat sini dan mengganti jajanan yang ia habiskan tadi.

"Hey San, lo ngerasa ga sih hawanya gaenak banget waktu masuk gerbang perumahan?" Tanya Mingi mendekat kearah saudaranya yang bernama San.

San mengangguk menyetujui ucapan Mingi, namun laki laki itu berujar pelan. "Ya... tapi kita harus tetap tenang dan jangan sampai ngomongin mereka. Ingat, tingkat kepekaan mereka lebih tinggi dari kita."

Ya, mereka yang di maksud San adalah mereka yang sekarang menatap San dan Mingi dengan tatapan mengintimidasi.

"Jangan sampe pikiran lo kosong gi, apa perlu gue riweuh in setiap saat"
"Gaperlu! Itumah lo memancing keributan sama tetangga!"

Tapi apa perasaan Mingi saja, ia merasa dari tadi ada yang terus menatapnya. Rasanya begitu tajam dan menusuk.

Dan ntah kenapa seperti ada yang meniup tengkuk leher mingi, membuat laki laki itu mengusap tengkuknya dan ngibrit lari mengejar san yang sudah masuk kerumah sedari tadi.


🎃🎃🎃


Yunho hanya mengamati keadaan sekitarnya sembari tetap menggendong tas punggungnya.

'Gila suram banget, yang lain gimana ya?' Yunho khawatir karena ada dua saudaranya yang sangat takut dengan hal seperti itu.

Ya.

Mingi dan Wooyoung yang memiliki tingkat keberanian paling rendah.

Mungkin juga malam ini bisa bisa ia akan di bangunkan untuk di minta tolongi mengantarkan saudaranya kekamar mandi.

"Yunho, napadah ngelamun?" Tanya Yeosang sembari menepuk pundak Yunho, takut jika tiba-tiba saudaranya itu kerasukan dan mengatakan 'aing maung'

Bisa bahaya nanti.

Di sisi lain ada Jongho yang sedari tadi membawa kamera portabelnya dan memotret rumah barunya.

"Jongho! Fotoin kita dong" ucap Mingi dan San yang sudah siap dengan pose 'V' andalan banyak orang.

Keduanya berpose sedangkan Jongho mulai menghitung mundur.

"3...2...1"

San dan Mingi berjalan menghampiri Jongho.

"Jongho... ini apaan?" tanya Mingi menunjuk ke layar kamera Jongho, di pojok belakang mereka seolah ada bayangan hitam melintas.

"Kamera gue kotor kali hyung, ntar gue bersihin dulu," ujar Jongho meyakinkan saudaranya agar mereka tidak ketakutan.

Sebenarnya tidak ada yang bermasalah dengan kamera Jongho, bahkan ia melihat langsung. Saat bayangan hitam itu melintas di belakang kedua saudaranya.

ATEEZ RandomTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang