Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
🌾
Hari ini jadwal Rose memang kosong tidak ada pemotretan untuk Endorse, anak bungsu dari keluarga Park itu lebih memilih untuk bermanja-manjaan dengan kasur nya.
Dia terbangun mengusap perut langsing nya yang sakit, Rose menyibak selimut nya bergegas menuruni ranjang dan lari ke arah kamar mandi.
Disana Rose hanya berdiri didepan cermin, rasa sakit diperut nya itu lebih ke rasa nyeri, yang bisa dikatakan Dismenore.
Rose mengecek laci meja dan melihat kalendernya, tamu nya sudah datang.
Sepertinya waktu untuk bermalas-malasan dia gagalkan.
Rose memutar kran bathtub nya, Rose tidak bisa menahan rasa nyeri nya.
" sakit " guman Rose tangan nya mengusap-usap perut nya.
🏡 🏡 🏡
" Selamat pagi dek Rosie " sapa kak Jinyoung. Saat Rose menuruni tangga dari kamar nya menuju ke arah dapur.
" Pagi " balas nya malas-malas.
Rose membuka lemari dapur nya mengambil kiranti jeruk yang tersisa satu dan menuangkan nya digelas. Rose memang gadis anggun yang tidak suka minum langsung dari botolnya.
" eotteoke? " Rose mengingat kran bathtub nya yang belum dimatikan dan pergi langsung meninggalkan dapur.
" Rosie " sapa Kak Chanyeol dengan senyum kotaknya saat Rose menaiki tangga tapi Rose abaikan.
🏡 🏡 🏡
Mata chanyeol berbinar mendapati segelas Orange Juice didekat roti dan selai.
" rezeki pagi nya orang tampan jangan di sia-sia kan "
Chanyeol memakan roti dengan selai coklat di atas nya dan meminum Orange Juice tak tersisa.
" kok aneh rasanya " Chanyeol menatap gelas kosong yang sudah dia habis kan isinya.
Bodoamat lah udah habis juga --batinnya.
" mau kamana kak " sapa Joy yang melihat Kakak nya yang sedang asik menikmati sarapan nya.
" ke rumahnya Sehun ngerjain tugas "
" tumben " ledek Joy yang nggak percaya seorang Park Chanyeol serajin ini.
" Dih, nggak percaya "
🏡 🏡 🏡
Chanyeol berpamitan kepada Mama dan Papa nya yang sedang bersantai menikmati kopi diteras rumah. Ada Jinyoung juga disana sedang fokus dengan laptop nya.
" Pa, ma-- "
" Chan mau pergi dulu " tangan nya menjabat kedua tangan orang tua nya bergantian.
" Oh iya ma-- tumbenMama bikin Orange Juice rasa nya aneh " imbuh nya.
" Orange Juice? " tanya Mama Park bingung merasa tidak membuatkan anak nya apa-apa.
" iya ma-- yaudah chan pergi dulu " Chanyeol pergi mengendarai motor nya yang sudah siap di depan rumah.
" Kok mama gak bikinin Jinyoung juga sih " Jinyoung sudah mempout kan bibir nya.
" Orang mama gak bikin apa-apa kok kak " Jawab Mama Park bingung.
🏡 🏡 🏡
Setelah mematikan kran bathtub nya Rose kembali ke dapur mendapati kakak perempuannya yang sedang sarapan roti dengan selai kacang.
" KAK JOY " teriak Rose melihat kiranti jeruk yang ia tuangkan di gelas sekarang kosong tak tersisa.
" Apaan sih gausah teriak-teriak " ucap Joy yang masih fokus dengan sarapan nya.
" Kenapa lo minum kiranti gue sih, stok nya itu udah habis di lemari "
" bukan gue yang minum, gue juga gak lagi datbul, orang yang mi- " ucap Joy terpotong.
" Kak Chan yang minum, iya kak Chan " imbuh nya heboh.
" Kak chan? "
Joy ketawa, kakak tertua nya yang terlalu ceroboh salah minum Jamu datbul adek nya.
🏡 🏡 🏡
" KAK CHANYEOL " setelah Kak Joy menceritakan insiden di dapur tadi Rose berlari keluar rumah berharap kakak nya belum berangkat tapi nihil.
" suara lo nyink " Jimin yang lagi enak kan tidur di ayunan membuka matanya mendengar teriakan adik kesayangan nya.
" lo pikir ini di hutan " Imbuh Kak Jinyoung.
" udah berangkat sayang " jawab Bunda Park. Di keluarga Park memang hanya Rose yang memanggil dengan sebutan Bunda.
Rose hanya meringis sakit dan meremas perut nya tanpa membalas jawaban Bundannya dan kakaknya.
Joy yang datang dengan segelas susu instant tertawa lepas.
" Kak Chanyeol ma, minum kiranti nya Rose " ucap Joy yang tak kunjung berhenti tertawa nya.
Jimin dan Jinyoung kini juga ikut tertawa mendengar betapa bodohnya kakak tertua nya yang menomer satukan ketampanan nya tetapi tak bisa membedakan antara Juice atau bukan.
Rose bener-bener meringis sekarang.
" nanti suruh bibi inah belikan lagi " Bunda nya ingin tertawa juga tapi ia tahan untuk menenangkan anak bungsu nya yang sedang kesakitan apalagi ini hari pertama mungkin yang masih nyeri-nyeri nya, tapi tidak dengan suami nya Papa Park yang menggeleng pelan dan sesekali tertawa pelan.