issue 8 - cowok ngangenin

10 3 0
                                    

*Ethan joestar*

Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.

*Ethan joestar*

Issue 8 - cowok ngangenin

"Cuma itu yang mau kamu omongin? Ngegombal doang?" Kelakar Lisa.

"Iya sih. Abis gue bingung cari topik pembicaraan"

"Ealah, yaudah sekarang aku yang mau ngomong sesuatu." Lisa akhirnya menunculkan mimik muka yang serius.

"Apa coba?" Ethan mencibir lisa.

"Kakak mu dimana?" Tanya lisa.

"Di kamar sebelah, kenapa?" Jawab Ethan dengan serius.

Tiba tiba Lisa memeluk Ethan. Ethan kaget bukan main.

"Eeeeeh lo ngapaaiiin'' Ujar Ethan kebingungan.

"Thaaaaan aku kangen.. 5 hari tanpa kamu panjaaaang banget rasanya hari." Ungkap Lisa yang masih memeluk Ethan.

"Ih alay, lu tu kayak cewek cewek di wattpad sama di sinetron tau gak!" Celetuk Ethan sambil melepas pelukannya.

"Kamu besok senin sekolah kan?"

"Iyaa aku mulai senen bisa rawat jalan"

"Emang ini sembuhnya kapan? Lama ya?" Lisa menyandarkan kepalanya di tempat tidur Ethan.

"4 sampai 5 minggu katanya."

"Oh gituu, beneran ya senen masuk!"

"Iyaaa elizabeth"

Lisa mengambil tasnya yang berada di sampingnya, ia merogoh tas nya berusaha mencari sesuatu.

"Nih buat kamu." Lisa memberikan box berukuran sedang ke Ethan.

"Apa lagi nihh jangan aneh-aneh lo" tutur Ethan.

"Udaah percaya ga aneh aneh kok."

"Yaudah sekarang tolong dong... Taruhin kotak ini di mejaa pliss" muka melas Ethan keluar.

"Udah nihh, sekarang aku pulang dulu ya than Assalamualaikum"

"Looh kok cepet banget. Yaudah waalaikumsalam"

Lisa kemudian menutup pintunya. Tak lama datang suster yang datang untuk memberi makan malam.

"Suster tolong ambilin kotak kardus itu dong"

"Siaaap gaan" ucap suster sambil mengacungkan jempol nya.

"Makasih sus"

"Ok gaaan, saya tinggal dulu ya. Makanannya saya taruh meja ya"

"Okeysip" jawab Ethan.

Setelah suster pergi, Ethan mulai membuka kotak tersebut untungnya dalam kotak tersebut tidak terdapat kotak lagi. Ethan senyum senyum sendiri karena melihat isi kotak.

"Cepet sembuh ya Joestar" tulis kertas yang berada di atas makanan dan minuman yang berada di dalam kotak.

Lets see ada apa aja di dalem kotak ini, susu kotak, keju, yogurt, telur rebus?, Ayam?, tahu bulat? Kan bener kan agak gaje ni anak untung ngangenin.

***


"Assalamualaikum" ucap Ethan yang memasuki kelas yang masih memakai hoodie nya.

"Lis bangun Lis, Ethah tuh" bisik cindy yang berada di sebelah Lisa.

Ethan mengangkat alis nya dengan cepat untuk menyapa Lisa.

"Cieee ciee pagi pagi udah ada yang nyapa gebetan aja." Sindir Chandra.

"Diem gak lu!" Ucap Ethan dengan mata yang melotot.

Lisa menggeser bangkunya agak mendekat ke arah Ethan.

"LIS! apa apaan sih" Seru Cindy.

"Udaaah diem aja demi temanmu, gamau liat aku senang?" bisik Lisa.

Cindy memutar bola matanya ke arah buku yang ada di hadapannya "ISSHHH iya iya demi temen ku biar gak *gendeng."
Gila*

"Gitu dong" Lisa menyeringai ke arah cindy.
"Gimana than tanganmu enakan" tanya lisa yang matanya terpaku ke Ethan.

"Yaah udah lumayan sih walaupun ini masih di gips" Ucap Ethan sambil mengusap tangannya yang masih di gips

***


"Udah udah Lis jangan liatin Ethan terooos, batuk nanti" Ejek Cindy sambil mengurap wajah Lisa.

"Yaudah ikut aku yuk ke kantin mau beli jajan" ajak Lisa sambil menarik tangan Cindy. Sesampainya di kantin Lisa langsung menuju ke tempat minuman dingin.

"Ngapain kesini Lis? Ga biasanya kamu kesini, biasanya beli somay?" tanya Cindy.

"Aku mau beli susu buat Ethan biar cepet sembuh." Jawab Lisa sambil mencari cari minuman yang berada di paling belakang freezer.

"lilis kan punya juga ngapain bel-"

"Mau aku tusuk nih ada pisau nih, kalo ku ayunkan ke perut mu wenaaak iki" potong Lisa.

"Santuy reeek santtuuuuy"

***


"Niih aku beliin susu." Lisa menaruh susu nya di meja Ethan.

"Nyusaaa nyusuuu ae Ethan iki!" Sindir Roy yang di belakang Ethan.

"Kamu mau juga Roy? Aku beliin ya?" Cetus Cindy.

"Nggak nggak usah aku udah sehaaat nih" Roy langsung berpose layaknya binaragawan.

"Btw ngapain ngasih berbagai macam makanan kemaren? tapi cuma 4 sehat, gapake 5 sempurna." Tanya Ethan.

"Biar tangan kamu cepet sembuh. Emang kenapa kok gak 5 sempurna?" Tanya balik Lisa.

"Soalnya yang sempurna cuma kamu." Gombal Ethan.

"Sa ae lu kutil selangkangan" hina Roy.

"Nice one Ethan nice one, lihat noh mukanya meraah loohh tanggung jawab thaan jangan ditinggal kaburr" ucap Cindy.

"Tenang aja cind" ucap Ethan dengan sentainya.

"Bener ya jangan ditinggal kabur."

"Iyaaaaaaa"

"Yaudah than aku kebangku ku dulu ya" ucap Lisa sambil malu malu.

"Halah bangku di sebelah juga pake pamit." Sindir Cindy sambil menyenggol Lisa.

"Yaudah aku sama Ethan keluar dulu ya."
Ucap Roy sambil menarik baju Ethan "udaaah ayooo liatin Lisa aja."

"Makasih ya liss susunya."

"Iyaaa dadah"

sesampainya di luar mereka berdua berbincang lebih tepatnya nggibah.

"Roy lu punya temen ga yang bisa bikin gueee lebih deket dengan Lisa gitu, belakangan ini gue mulai agak connect sama Lisa."

"Aku juga mau sihh tapi siapa ya?"

"Hmmmm" ucap Ethan dan Roy bebarengan.

"Oh aku tau!" Seru Roy yang membuat murid murid sekitar mereka menoleh.

"Ihh apaan sih Roy" tegur Ethan sambil menyenggol Roy dengan tangannya.

"Ehe ya maaf aku seneng banget"

"Bentar bentar" Ethan dan Roy mengehentikan langkahnya. "Lo tadi bilang, aku juga mau sih tapi siapa ya?. Lo bilang gitu kan? Oohhhh loo sama cind-"

"Dieeem" Roy membungkam mulut Ethan. "banyak yang liat nih jalan lagi aja sambil ngomong".

"Iyaaaaah emang siapa yang mau lo rekomendasiin yang bisa makin deketin gue sama lisa."

Fell In Her HandTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang