Huff kenapa pikiranku sangat kacau begini. Apakah benar kalau Jisung membunuh Fuji. Tapi semua bukti mengarah padanya.
Aku sekarang sedang berdiam diri di kamar. Tiba-tiba Aku mendengar pintu kamar terbuka, buru-buru Aku pura-pura tidur. Aku bisa merasakan seseorang tengah menatapku, meskipun begitu aku tetap mempertahankan aktingku.
...
Mereka tidak sadar bahwa di luar sana tampak seseorang yang misterius berpakaian serba hitam sedang mengintai.
Tiba-tiba sosok misterius itu menghilang dan datang kepada Chenle.
"Jadi, apa yang kau temukan?". Tanya Chenle dengan tatapan lurus ke depan.
Sosok misterius itu sedikit menunduk dan melaporkan apa saja yang ia lihat.
"Jeno dan Jaemin masih mengawasi gadis itu.". Ucap sosok misterius dengan banyak arti dalam kalimatnya.
"Tidak ada waktu lagi.kita harus mendapatkan gadis itu. Pasti ada saat ketika gadis itu sendirian. Dan aku bisa menculiknya" tekad Chenle kuat.
***
Pagi ini kenapa suasana nya sangat sepi. Apakah mereka sudah kembali ke alamnya. Ahh molla, mending aku segera membuat sarapan.
Saat akan turun menuju dapur tidak sengaja aku bertemu Jeno di tangga.
"Oh. Kau sudah bangun. Kau bangun terlambat. Aku sudah membuat sarapan untukmu. Kau bisa langsung memakannya." ucap Jeno sambil menuntun Jia kearah dapur.
"Aku tidak butuh itu.". Ucap ku cuek
Krukk.
Upss. Kenapa perutku malah berbunyi sih. Ahh bikin malu saja, gimana ini aku malu. Kyaaa dasar perut sialan. Aku pun lantas melihat ke arah Jeno. Terlihat ia sedang tertawa geli.
Aku pun akhirnya pasrah mengikuti Jeno ke arah ruang makan. Saat aku melihat meja makan aku di buat takjub dan kaget karena menu sarapan pagi ini layaknya menu makanan di restoran bintang 5. Ini di luar ekspetasiku tentang vampire yang tidak bisa memasak yang selalu aku bayangkan.
"Aku belum punya waktu untuk menunjukkan kemampuanku. Makanlah." ucap Jaemin mempersilahkan Jia duduk, sedangkan Jeno sudah duduk dari tadi.
Awalnya aku merasa ragu, apakah makanan ini layak di makan, apakah rasanya seindah penampilannya atau sebaliknya. Karena lapar dan penasaran akupun perlahan-lahan mulai mencicipi makanan buatan Jaemin.
Jeno dan Jaemin saling menoleh dan saling menundukkan kepala sambil tersenyum karena berhasil membuat Jia sarapan pagi bersama mereka.
Makanan tinggal sedikit.
Uhh ternyata makanannya enak juga. Tapi kenapa mereka makan bersama ku. Bukannya mereka cuman meminum darah saja?.
"Jadi. Kalian juga makan seperti manusia?". Tanya ku heran, karena mereka makan makanan manusia. Catat manusia kan mereka vampire.
"Tentu saja. Apalagi makanan terlezat di dunia pasti kami makan". Ucap Jaemin
Jeno langsung memukul kepala Jaemin dengan sendok yang membuat Jaemin berteriak kesakitan.
"OUCH!. Itu sakit bodoh". Ucap Jaemin sambil mengelus kepalanya. Aku yang melihatnya lantas tertawa.
"Dasar bodoh. Bukan itu maksudnya. Ia bertanya kenapa vampir seperti kita tidak minum darah." ucap Jeno kesal dan menatap Jaemin tajam
Aku lagi-lagi di buat tersenyum
"Oh Begitu?". Ucap Jaemin
Jeno hanya bisa menggelengkan kepalanya akan kebodohan Jaemin, ia heran kepada sahabatnya ini di satu sisi Jaemin bisa dewasa dan pintar memasak tapi ia juga kadang bisa menjadi sangat bodoh.
"Dulu disaat kita masih muda dan tidak bisa mengendalikan hasrat kami akan darah, kami sering berburu darah manusia. Tapi itu masa lalu. Kami sekarang bisa menghormati bangsa manusia. Jadi kami berhenti meminum darah manusia dan mengganti nya dengan darah hewan". Ucap Jeno panjang lebar.
Aku yang mendengar penjelasannya lantas menganggukan kepala tanda mengerti.
"Darah manusia segar membuat energi kami menjadi kuat, tapi banyak vampir kehilangan akal karena itu". Ucap Jaemin menambahkan
Aku yang mendengarnya lantas bejengkit ngeri.
Untuk kedua kalinya aku melihat Jeno memukul kepala Jaemin dengan sendok. Aku tidak tau alasan Jeno. Dan perbuatan Jeno lantas membuat Jaemin kesakitan.
"Jangan bicara yang tidak-tidak, makan saja makananmu." ucap Jeno kesal
"Kenapa kau selalu memukul kepalaku? Dasar kau ...". Ucap Jaemin tak kalah kesal.
"Apa ... maksudnya itu?". Tanyaku penasaran
"Temanmu dan masalah belakangan ini, semua itu karena hilangnya vampire ring". Ucap Jaemin sambil memakan makanannya kembali
Aku yang mendengar ucapan Jaemin lantas tiba-tiba otakku membayangkan ucapan jisung semalam.
"Chenle.... jadi ini semua gara-gara dia?". Ucapku saat ingat dengan ucapan Jisung.
Aku bisa melihat tatapan kaget dari mereka berdua. Kenapa respon mereka sangat kaget. Apakah Chenle orang yang berbahaya?
"Bagaimana kau tahu tentang dia?" tanya Jaemin setelah sadar dari rasa kagetnya
Jeno yang mendengar ucapan Jaemin. Saat ia akan memukul kepala Jaemin lagi untuk yang ketiga kalinya. Tapi dengan sigap Jaemin membuat pertahanan dengan sendoknya. Mau tidak mau Jeno mengurungkan niatnya untuk memukul Jaemin.
"Tentang dia... lebih baik kau tidak usah membicarakannya." ucap Jeno dengan tatapan lurus kearah mata Jia
☆ᴠᴀᴍᴘɪʀᴇ ʀɪɴɢ's☆
•TBC•
KAMU SEDANG MEMBACA
Vampire Ring's [END]
Fanfiction[ BIASAKAN FOLLOW TERLEBIH DAHULU SEBELUM MEMBACA ] 🎖#1 blood [30092020] DON'T COPY MY STORY!!! _________________________________ Jisung yang merupakan Lord vampire sedang memiliki misi menemukan Rings vampire yang melegenda. Karena buku kuno menga...
![Vampire Ring's [END]](https://img.wattpad.com/cover/204492087-64-k229909.jpg)