Adu Kuasa

5K 292 40
                                        

Cuaca agak mendung, sinar matahari pun tidak terlalu terik hingga mereka tidak kepanasan saat berada di luar.

Mereka berenam pun sampai di halaman depan samping rumah. Gempa, Hali dan, Solar hendak ingin duduk di bawah pohon rindang yang terdapat beberapa tempat duduk kayu yang terlihat masih layak untuk di pakai.

"Gem duduk situ aja" Hali memegang pundak kanan kakanya dan menunjuk sebuah kursi kayu di bawah pohon dekat ujung pagar. "Yuk" jawab Gempa. Hali menengok ke arah Solar yang sedang melihat Taufan, Thorn, dan Blaze, tengokan Hali langsung di tangkap oleh Solar dan menyuruh nya untuk ikut ke sebuah kursi kayu di bawah pohon.

***

Kini tiga orang itu hendak ingin mengenai 9 botol kaleng di hadapannya dengan kuasa nya masing masing. Blaze, Taufan dan Thorn mengambil posisinya masing masing, Blaze mulai menggerakkan tangannya, berbarengan dengan menyebutkan kuasanya itu.

"Bobolaa api, hiyah hiyah, hiyaah" bola bola api itu pun mengenai sasarannya dan Blaze bersorak senang. "Yess kena" Blaze senang, mengepal tangan kanannya dan menariknya ke dalam.

"Giliran gue" ucap Thorn tak sabar. Thorn berjalan tiga langkah kedepan dan bersiap siap untuk mengeluarkan kuasanya, Blaze mundur tiga langkah, ekspresi kemenangannya itu masih terlihat dan hanya menyisakan senyum kecil di bibirnya.

"Lemparan daun, hiyaah" teriak Thorn seru. Botol kaleng yang pertama dan ketiga mengenai sasaran dengan tepat tetapi botol kaleng yang kedua meleset ke kiri, Thorn pun kesal karena usaha nya gagal.

"Bangsat ga kena" ucap Thorn penuh dengan emosi. Blaze dan Taufan tertawa. "Udah, sekarang giliran gue" ucap Taufan dengan semangat. Ketiga anak itupun saling mengeluarkan kuasanya satu sama lain.

***

Telinga seorang anak laki laki remaja berjaket biru muda pucat itu sedikit demi sedikit menerima suara suara dari luar, ia terbangun, jari jemarinya mulai mengarah menuju kedua bola matanya, ia mengusap usap berharap kotoran dari sudut sudut matanya itu cepat hilang.

Anak itu bangkit dari sofa berwarna abu tua, membuka matanya perlahan lahan, dan ia baru sadar saudara saudaranya sudah tidak ada, ia pun hendak berjalan malas mencari saudara saudaranya itu dan mendengar suara suara tidak asing baginya di luar rumah.

Ice hendak menuju jendela, melihat apa yang terjadi di luar "itu pada ngapain sih mereka" ucap Ice dengan nada malas. Ice pergi menjauh dari jendela itu dan melangkah kan kakinya menuju keluar.

Boboiboy [Daily Activity]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang