Kami telah memperbarui Pedoman Konten kami.
Tinjau pedoman terbaru untuk terus berbagi cerita dengan aman.

02; Not Brother. He's my Enemy!

825 75 7
                                        




Setelah aku lihat ulang, panjang juga perpartnya ada 2,3k+ word🥺. Kuat juga akuu nulisnya😭.

***

       "Yoora, bangun, sayang."

       Yoora mengusap wajahnya lalu duduk tanpa Ibunya mengatakan bangun untuk kedua kalinya mengundang kernyitan di dahi sang Ibu.

       "Mom?"

       "Ya?"

       "Usir dia keluar."

       Ibunya menoleh kearah anak gadisnya, "Siapa?"

       Yoora berdecak, "Mommy pikir? tentu laki - laki itu."

       "Kenapa? apa dia mengganggumu?"

       "Ya. Melihatnya saja sudah mengganggu pandangan mataku." sarkas Yoora.

       Nyonya Choi menggeleng mendengar penuturan sarkas putrinya, "Cuci muka lalu turun sarapan. Mommy tidak akan membiarkan Ahjumma membawakan sereal untukmu lagi hari ini."

       Yoora berdecak sambil menghentakkan kakinya kesal, "Mom?. Ck--, memang hanya Oppa yang mengerti."

       Dengan langkah berat-- karena lapar perutnya juga-- Yoora turun lalu duduk di meja makan. Posisinya, Tuan Choi duduk di kursi utama, di sebelah kanannya adalah Nyonya Choi dan di kirinya ada Taehyung. Yoora tentu memilih di sisi Ibunya.

       "Yoora, kau tidak ingin kuliah?" tanya sang Ayah.

       "Nanti saja, Dad." jawabnya malas sambil meminum air putih, "Ahjumma, serealku mana?" teriaknya.

       Tuan dan Nyonya Choi menggeleng melihat kelakuan sang putri. Sementara Taehyung acuh dan terus memakan sarapannya. Selang beberapa lama, Ahjumma membawakan semangkuk sereal dan susu vanilla hangat kesukaan Yoora, "Terima kasih, Ahjumma."

       "Sama-sama, Nona."

       Suasana hening hingga sang Ibu buka suara, "Yoora, mulai sekarang biasakan jangan turun dari kamar menggunakan pakaian begini, ya."

       Yoora menatap tubuhnya yang berbalut kaos tanpa lengan berwarna maroon, "Kenapa? sebelumnya Mommy dan Daddy biasa saja."

       Jujur, Yoora menyindir Taehyung yang di duga adalah pelaku utama perubahan pada kedua orangtuanya.

       "Sayang, kau sudah dewasa. Kau tidak malu?"

       "Mom, untuk apa juga? aku percaya keluargaku tidak akan berbuat negatif padaku."

       Sang Ibu hanya menghela nafas--, untuk ke sekian kalinya--, anaknya memang terlalu cerdas untuk di nasehati, "Mommy tahu, sayang. Tapi--,"

       "Lagipula siapa juga yang berani macam - macam? ingin ku adukan pada Minhyuk Oppa?"

      Oho.. Jangan remehkan kekuatan Minhyuk apalagi jika sudah menyangkut adik kesayangannya. Minhyuk tidak akan segan memukul pengganggu adiknya. Katakan dia kekanakan, tapi semua hanya untuk adiknya. Adik perempuan kesayangannya.

       "Yoora, sekarang Mommy dan Daddy akan jarang dirumah, jadi bukan permasalahan siapa yang berani, tapi bagaimana jika orang luar yang berani?"

       Yoora bersmirk sarkas, "Oh, Orang luar, ya, Dad?"

       Taehyung terdiam sejenak mencerna perkataan Yoora. Lagi-lagi Yoora menyinggungnya.

Adopt [KTH]Cerita yang bikin terobses. Temukan sekarang