Selamat membaca.
Rea gelisah bukan main,pria dihadapannya terang terangan menempel padanya membuat rasa gelayar yang cukup aneh dan asing bagi dia.
Tanpa sadar tubuh mereka semakin menempel,ada sesuatu di dalam diri Ken yang minta dilepaskan.
Gairahnya!
Ken mengumpat dalam hati "Shit!"
Sesuatu mengeras dibawah sana.
"Emmhh.."Ken mengerang tertahan lagi-lagi tanpa sadar,hingga suara beberapa pengunjung membuat dirinya tersadarkan.
"Pokoknya aku tidak mau tahu bagaimana caranya kamu membatalkan pertunangan ini,"
"Satu lagi,kamu bukan tipeku sama sekali,jadi jangan mengharapkan apa pun,"Kata Ken melepaskan cengkramannya pada tubuh Rea lalu pergi begitu saja meninggalkan Rea yang mematung di tempatnya.
Meahan sesak,ia hanya bisa tertunduk saat mati-matian lelaki itu
menemuinya dengan menolaknya mentah mentah.
Dia saja tak berharap banyak,bahkan
baru saja pertama kali berbicara dengan lelaki itu dan kesan yang ia dapatkan adalah kesan terburuk saat bertemu dengannya.
Ternyata benar apa kata media tentang lelaki itu,arogant dan sombong.Ia kira itu hanyalah gimmick semata dan nyatanya itu benar.
Rea bersandar di bilik toilet,tangan nya terkepal kuat memukul dadanya yang tiba tiba sesak,yang satunya mencengkram ujung gaunnya.
Rea memejamkan matanya,perlahan air matanya jatuh membasahi pipi nya,cairan bening itu bahkan tak berhenti merembes dengan cepat keluar.
Mungkin ini adalah awal kisah kesedihannya,ia bahkan tak tahu tuhan merencanakan apa.
..
Ken nampak duduk diam memperhatikan mamanya di sebrang sana dengan wanita itu sedang asyik memilih sebuah pakaian.
Ken membanting tabletnya kesamping,ia menahan nafasnya sebentar dan menghembuskannya berulang ulang.Ken beranjak dari tempatnya,niatnya ingin keluar sebentar tetapi tangannya ditarik.
"Ken!,"
Ken berbalik melihat mamanya berdiri di belakangnya menarik narik lengannya.
"Ada apa ma?,"Ken yang sedang menahan amarah lantas buru-buru tersenyum.
"Ayo ikut mama!,"
Rani menarik lengan Ken mengikuti dirinya,sedangkan Ken yang tak mau membuat masalah dengan mamanya lantas mengikuti dari belakang dengan langkah gontai.
Ken berjalan gontai,ia menundukkan kepalanya lesu,sama sekali tidak ada semangat menjalankan ini,iya jika ia disuruh menikah dengan pilihannya pastinya ia akan sangat fine-fine saja membuka tangannya.
Rani tersenyum,ia melihat Rea yang masih memilih pakaian yang akan ia pilih,sungguh menantu idaman.Rani memperhatikan Rea seperti cerminan dirinya di masa lalu,Rea yang polos tak tahu apa apa dan pastinya tak seperti kebanyakan wanita zaman sekarang yang modern.
Dan Rani sendiri dapat melihat Rea adalah anak dari keluarga terpandang
dan satu hal yang ia baru ketahui saat ia mendengarnya sendiri dari mantan suaminya,Fian.
Flashback on.
Rani mengerjapkan matanya,mata
nya ia buka perlahan.Sejenak ia rentangkan tangannya lebar lebar.
Melirik jam di nakas menunjukkan pukul empat pagi,masih terlalu dini dirinya telah bangun apalagi ini hari libur.
Rani yang merasa tenggorokannya kering lantas memilih beranjak dari ranjang untuk meneguk sesuatu.
Menuruni tangga,matanya memincing melihat seseorang di dapur dengan suara yang cukup gaduh.
Rani berfikir apakah itu Ken?,buat apa anaknya itu disini,setahunya Ken saat pulang tadi tidak keluar dari ruangan nya di lantai atas,entah apa yang anak itu lakukan di dalam sana.
Lantas Rani mendekat mencoba melihat siapa yang berdiri disana,
mengambil pertahanan lantas Rani memilih sebuah sapu yang ada di pojok dan dengan sigap tangannya akan melayangkan sapu itu ketubuh orang itu.
"Apa-aww"Orang itu berbalik mengaduh kesakitan saat Rani memukulkan sapu itu ke tubuh orang itu.
"Kamu itu kenapa hah!"Fian kesal dalam hati harusnya ia yang marah karena di pukul dan lihatlah sifat wanita itu keluar.
"Kau!,ak-"Rani lantas menabrak bahu Fian melihat apa yang sedang Fian lakukan di balik itu.
Rani menggelengkan kepalanya,bisa bisanya Fian memasak malam ini dan lihatlah ini sangat berantakan dan eww sepertinya tak layak di makan.
"Duduk!,"Rani menatap tajam Fian.
Berinisiatif,Rani lantas mengambil ayam yang telah diberi bumbu kemarin,ia lantas mengeluarkan ayam yang berada di wadah dan menyelupkannya di minyak panas.
"Ehm!,aku mau bicara"
"Apa" Kata Rani datar.
"Ini penting soal Rea,aku mau kau memikirkan ini sebelum nanti.Dia
maksudku Rea bukan anak dari Andra,"
"Apa!?"
Fian tahu ini pastinya akan terjadi,
maka dari itu ia harus cepat cepat
memberitahukan ini sebelum sesuatu yang tidak diinginkan terjadi.
"Ya,dia anak angkat Andra.Sebelum
nya aku telah menyelidiki latar belakangnya,aku tahu kamu pasti mau yang baik bukan?,"Kata Fian dengan nada menyindir.
"Kalau begitu lanjutkanlah!,"Kata Rani,ia telah menghidangkan sepiring ayam goreng.
"Rea anak angkat mereka dari panti asuhan,entahlah ada sesuatu yang tidak aku mengerti,anak itu sama sekali tak melanjutkan kuliahnya.
Dan kudengar,Rea itu pernah lolos mendapatkan beasiswa di luar negri dan nyatanya anak itu tak benar benar kuliah,"
Rani menatap bingung Fian,sedang Fian mengendikkan bahunya acuh.
"Aku mengerti," Ujar Rani acuh lantas beranjak meninggalkan Fian yang mematung disana.
Flashback off
Rani melambaikan tangannya,sedang
Rea hanya bisa tersenyum kecil,Ken
nampak mendengus,jika bukan karena mamanya,ia tak mau melakukan semua ini.
"Rea udah selesai?,"
"Ehm,udah tante tapi saya masih bingung harus pilih yang mana,"
Kata Rea canggung,ujung matanya melirik pria itu dilihatnya matanya menatap Rea tajam tanpa ada sedikit senyum
"Ken,kamu ini diem-diem aja sih!,"
Rani menyenggol bahu putranya itu menatap putranya sedikit kesal karena sikapnya yang dingin.
"Ya,aku harus apa ma?mau mama aku pilihin dia gaunnya gitu?,aku ini laki laki mana bisa milih yang seperti itu,"Kata Ken sambil menghela nafas kasar,ia sebenarnya muak berada disini lama-lama.
"Yang bilang kamu wanita tidak ada Ken,mama cuma minta pendapat kamu sebagai laki laki yang mata keranjang tentunya,"
"Mama!"
"Kamu ini!,yasudah kita makan dulu aja,kebetulan mama lapar.Kamu gada pergi-pergi,ikut mama dan Rea hari ini,''
"Iya ma,iya terserah mama saja."
Kata Ken mengendikkan bahunya acuh melangkah dari tempat itu diikuti mamanya dan Rea.
Tbc.
Telat 3 tahun.
Nempel dikit langsung tegang,plak!
KAMU SEDANG MEMBACA
REA'S (REVISI)
Romance17+ Berawal dari sebuah perjodohan dua keluarga yang membuat Rea bertemu dengan pria yang ia kagumi dari media. Kennanzo Oxaldof Pria yang sudah memiliki kekasih yang tiba tiba saja dijodohkan dengan wanita yang bahkan ia tidak kenal sama sekali. T...
