Mereka bertiga tiba di sebuah Mall.
Karen dengan cepat melepas sabuk pengaman di pinggangnya.Sedang
Rea masih nampak terdiam tidak
sama sekali beranjak.Begitupula
Andra,dia masih memegang stir kemudi.Karen menggeleng menyaksikan papa dan anak itu.
"Papa dan anak sama saja," Karen menggerutu.
Ia dapat melihat mamanya telah berdiri menatap dirinya tajam,sedang papanya masih duduk di depan dengan tangan di stir mobil.
Tak mau memperlambat,lantas Rea buru buru untuk turun.Sedang Karen lalu menarik tangan sang suami,
membuat Andra tersentak.
"Sabar sayang,"
Karen berbalik,ia mengalihkan pandangan dirinya kepada Rea dan
menarik tangan Rea lalu menyatukan tangannya.Karen lantas mengapit tangan kedua orang itu,ia berada di tengah.
Andra mendengus,istrinya ini benar
benar!
Karen lantas menarik mereka menuju
Mall perbelanjaan.Masuk kedalam
Karen lalu membawa mereka masuk ke dalam sebuah butik.Sesampainya
disana lalu Karen dengan senang melepas tangan itu,dan berhambur mencari baju yang benar cocok di pakai Rea nanti.
"Mas ini bagus ya,"
"Yang mau bertunangan itu dia bukan kamu sayang,"
"Rea mas bukan dia,"Kata Karen menegaskan tidak terima anaknya dipanggil seperti orang asing.
"Ehm!,"Karen lantas berdeham menyadarkan sang suami,lantas Andra yang terkejut lalu buru buru menyimpan tabletnya.
Karen mendengus,ia melipat tangan
nya di dada dan menatap sang suami tajam,"Mas!,bisa bisanya kamu bekerja pada waktu ini,"Karen lantas
memukul lengan berotot suaminya pelan.
Andra tersenyum kecil,ia lantas cengar cengir melihat raut wajah sang istri,"Maaf dong sayang,"Andra menghampiri sang istri,Karen pun dengan sigap mendorong bahunya.
"Sekarang Rea dimana heum?"
Kata Karen setelah menolak pelukan
Andra.
Andra lantas mengerjapkan pandangannya mencari anak amgkat
nya itu,tak menemukannya sama sekali,lantas Andra menggaruk kepala
nya yang tidak gatal .
"T-tadi ada disini kok yang,sumpah gak bohong."
Karen menghentakkan kakinya kelantai dengan marah,ia matanya menyorot Andra yang ngeles alias lagi bohong dengan dirinya.
"Mas tuh ya!,pokoknya nanti malam mas tidur diluar,"
Andra bergidik ngeri dengan kalimat yang mampu membunuh dirinya dan
ia tak sanggup jika tidur diluar apalagi tak akan ada yang mengeloni dirinya.
Karen memutar bola matanya sebal,
lagi marah marah nya ia,suaminya malah mikirin yang ngelonin dia.
Ckck.
"Gak ada alasan,titik!"
Karen berbalik meninggalkan suaminya itu,ia harus segera mencari
Rea agar ia bisa cepat cepat mendandaninya.
Sedang Andra menjambak rambutnya kesal,ia menghempaskan bokong
nya dengan malas dan melempar tabletnya kesampingnya.
"Gara gara tablet sialan!,"Umpatnya.
..
Rea berhenti pada sebuah gaun yang nampak indah berwarna pink muda dengan ikat pinggang yang dihiasi gemerlap batu berlian.Ia sungguh takjub dengan benda didepannya.
Karen memincingkan matanya,ia melihat Rea telah disana menatap sebuah gaun berwarna pink,gaun yang ia pilih tadi.
Tak mau berlama lama,lantas ia menghampiri Rea dan menepuk.
pundaknya.
"Kamu kemana aja sih,mama cariin mutar mutar sampai pegal nih kaki mama,"Kata Karen protes.
Rea menunduk,"Maaf ma,Rea cuman lihat lihat sebentar kok,"Katanya.
"Yaudah,mbak tolong dong bantuin anak saya cobain gaun nya,"Rea lantas mendongak menatap mamanya.
Karen tersenyum manis lalu menunjuk kan Rea untuk ikut mencoba gaun yang ia pesankan.
Sedang Rea mengangguk,ia mengganti bajunya dengan gaun itu,menatap dirinya di cermin ternyata benar benar indah dan ia suka.
Rea keluar,Karen nampak berbinar menatap putrinya tak berkedip,Rea benar benar cantik.Tapi tunggu,masih ada yang kurang.
Karen mengangguk ia tahu apa yang kurang,lantas dengan cepat ia membayarnya dikasir.
Let's start it.
..
Karen tak menyangka ia seperti penata profesional,ia tersenyum bangga hasil karya nya.Rea nampak cantik dengan gaun itu,di kaki nya ada high heals yang haknya cukup pendek dan ditangan Rea ada gelang yang indah melingkar,tak lupa ia memberi bumbu di wajah Rea dengan sedikit make up agar tak terlihat menor.
Andra melirik jamnya,mereka tepat pukul delapan tiba di sebuah Restoran,datang disana ia disambut baik oleh orang suruhan Fian.
"Mama,aku boleh ke toilet dulu?"
Karen mengangguk lalu ikut bergabung dengan suaminya.
"Gak usah pegang pegang!,"Karen mengibaskan tangannya,ia masih marah dengan suaminya itu.
Sedang Andra tersenyum kecil dan rasa frustasi dalam hatinya menyergap dirinya,ia benar benar harus tidur tanpa dikeloni sang istri.
..
Selesai dari toilet,lantas dengan tergesa gesa ia berjalan sambil memperbaiki tatanan rambutnya.
Tapi tiba tiba saja dan tanpa di sengaja ia menabrak tubuh seseorang yang besar.
Rea mendongak sempat menatap mata biru itu,mata mereka bertemu.
Yah,pria itu menatap manik matanya.
"Tidak mungkin!,"Batinnya
Dengan cepat Rea lalu membungkuk dan meminta maaf.
..
Rea memincingkan matanya,ia melihat papa dan mamanya sedang berbicara dengan seseorang.Dan ia bisa menebak siapa itu.
Rea menghampiri mereka dan membungkuk "Selamat malam,"Ujar
nya sambil tersenyum manis.
Pria di yang memunggunginya berbalik dan...
Deg!
Mata itu...
"Ehm!duduk dan kamu Ken
berkediplah,"Ujar Rani sambil tersenyum kecil.
Rea mengangguk,ia duduk di samping mamanya berhadapan dengan pria itu.
"Jadi kapan sebaiknya acara pertunangan dilakukan?,"Fian mengalihkan pembicaraan sambil memotong beef steak yang ia makan.
"Bagaiman jika tiga minggu lagi?,"
Karen menyela,baginya itu sangat cukup untuk menyiapkan waktu pertunangan anak anak mereka.
"Menurutku baik,kalau dengan kalian?,"Rani beralih menatap sang putra.
"Kalau kamu Rea?"
"Ah,jadi namanya Rea?"Batin ken melirik wanita di depannya.
"Bukankah dia,Kennanzo Oxaldof,"
Batin Rea menjerit.
"Nak?jadi kita putuskan tiga minggu lagi,"
"Apa!?"Sontak mata keduanya membola dan menjawab bersamaan.
Tbc.
REVISI.
KAMU SEDANG MEMBACA
REA'S (REVISI)
Romance17+ Berawal dari sebuah perjodohan dua keluarga yang membuat Rea bertemu dengan pria yang ia kagumi dari media. Kennanzo Oxaldof Pria yang sudah memiliki kekasih yang tiba tiba saja dijodohkan dengan wanita yang bahkan ia tidak kenal sama sekali. T...
