❄.
.
.
"Aishhh.. yang benar saja..."
.
Veen mulai berjalan dan Sowoon yang menyadari itu mencoba menyusul Veen yang sudah sedikit jauh.
"T-terima kasih, Mr.Veen" ucap Sowoon sambil menatap wajah Veen yang datar itu.
Veen tetap diam.
.
"Terima kasih untuk boneka dan permen kapasnya.." ucap Sowoon mengulangi perkataannya.
"Hm, santai saja. Aku sudah mendengarmu berterimakasih beberapa kali. Jadi kau tidak usah mengulanginya lagi" ketus Veen dengan datarnya.
.
"Hufft.. aku hanya mencoba sopan padanya..." gerutunya dalam hati.
.
Keadaan hening seketika. Ini keadaan yang sangat dibenci Sowoon jika ia sedang bersama seseorang. Ingin rasanya ia memulai pembicaraan, namun dia juga bukan seseorang yang mudah menemukan topik pembicaraan.
.
Tak lama mereka pun sampai di hotel. Sebelum memasuki kamar masing-masing...
Sowoon melirik Veen yang berhenti sejenak di depan pintu kamarnya dan berkata..."Ku harap kau langsung tidur setelah ini. Aku tidak ingin mendengar kabar kalau kau sakit karena tidur terlalu malam" ucap Veen pada Sowoon.
"Ne, aku tau itu. Terima kasih karena telah mengingatkanku".
Veen hanya tersenyum kecil, kali ini senyuman yang sedikit lebih tulus dibandingkan dengan yang sebelumnya.
.
❄️
.
Keesokan harinya...
"Yaaa Sooyoung-ah, bangunlah.. setelah ini jika kau ingin mandi, pakai saja kamar mandinya. aku akan keluar sebentar, lalu aku ingin mandi di kolam renang saja" ucap Sowoon lalu beranjak keluar.
"Nee... aku akan mandi 10 menit lagi..." sahut sooyoung dengan suara yang sepertinya masih mengantuk. Karena malam tadi ia pulang ke hotel tepat pada jam 12 malam.
.
Sowoon berjalan keluar hotel dan seperti apa yang ia katakan kemarin, ia akan memetik salah satu bunga di tepi bukit. Namun, saat ia mencoba mengambilnya, ia sedikit terpeleset dan beruntung ia tidak terjatuh ke bawah saat itu.
"hufftt.. dibawah ada pantai, tapi ini tinggi sekali. Bagaimana cara mengambilnya?" gumam Sowoon dan kembali mencoba meraih bunga di tepi bukit itu.
.
Tiba-tiba, Sowoon terkejut saat ada seseorang memegang pundaknya. Ia reflek membalikkan tubuhnya dan mendapati Veen di belakangnya.
"Jika kau tidak bisa mengambilnya, untuk apa dipaksakan?" ucap Veen sembari memetik salah satu bunga dan memberikannya pada Sowoon.
"T-Terima kasih...". Sowoon menggapai bunga cantik itu dari tangan Veen dengan perasaan yang campur aduk. Antara kesal, suka, tak menyangka, terkejut, semuanya bercampur di dalam benaknya saat itu. Oh tentu saja.. tidak biasanya Veen seperti itu, kan?

KAMU SEDANG MEMBACA
Snow ❄ [KTH]
Fanfiction"𝘢𝘯 𝘢𝘯𝘯𝘰𝘺𝘪𝘯𝘨 𝘮𝘢𝘯 𝘸𝘩𝘰 𝘢𝘤𝘵 𝘭𝘪𝘬𝘦 𝘩𝘦 𝘥𝘰𝘦𝘴𝘯'𝘵 𝘦𝘷𝘦𝘳 𝘧𝘢𝘭𝘭 𝘪𝘯 𝘭𝘰𝘷𝘦" • "Aku menyukai salju. Tapi aku takut disaat aku memegangnya, salju itu akan leleh dan menghilang dari genggamanku" -Sowoon ❄ • • • Enjoy!!!