Chapter 8 – Pilihan yang sulit.
Author POV.
Sudah hampir 3 hari Jinhyuk di rawat di Rumah Sakit. Naeun setiap hari selalu menjenguk Jinhyuk untuk memastikan keadaannya baik-baik saja dan mendiskusikan beberapa pekerjaan yang tak ia mengerti karena saat Jinhyuk tidak ada, beberapa pekerjaan harus diurus oleh Naeun seorang diri sebagai sekretaris Jinhyuk.
Sore itu, seperti biasa Naeun menemani Jinhyuk di kamar rumah sakit tempat Jinhyuk dirawat. Jinhyuk terus memperhatikan Naeun yang sedang mengupaskan jeruk untuknya. "Eun..." panggil Jinhyuk.
Naeun menoleh pada Jinhyuk dan menyuapinya sepotong jeruk. Jinhyuk memakan jeruk tersebut dan tersenyum. "Cepatlah sembuh, Jinwoo membutuhkanmu dan perusahaan juga membutuhkanmu"
Jinhyuk memegang tangan Naeun dan menggenggamnya. "Kumohon... jadilah istriku hm? Aku sangat membutuhkanmu disisiku. Aku berjanji akan memberikan segala yang kamu inginkan"
Naeun meletakkan jeruk yang ia kupas di atas meja samping ranjang tempat Jinhyuk tidur. "Cepatlah sembuh dan jangan terlalu memikirkan hal yang tidak perlu kamu fikirkan" ujar Naeun yang melepaskan genggaman tangan Jinhyuk lalu berdiri dari tempat duduknya. "Aku harus menjemput Jinwoo dan juga Dongpyo, ini sudah sore jadi aku tak ingin mereka terlalu lama menunggu"
"Apa kamu masih mencintai Seungwoo?" tanya Jinhyuk saat Naeun sudah ada di depan pintu kamar hendak keluar dari ruangan tersebut. Naeun menghentikan gerakannya dan menoleh pada Jinhyuk. "Kau lupa bagaimana ia meninggalkanmu dulu? Kenapa kamu masih ingin bersama dengannya??" tanya Jinhyuk lagi pada Naeun yang masih berdiri kaku di depan pintu.
Naeun sebenarnya juga tak tau bagaimana perasaannya terhadap dua laki-laki yang ada di hidupnya saat ini. Apakah dia harus bersama Jinhyuk atau kembali pada Seungwoo? Ia juga tak tau harus mengambil keputusan seperti apa. Ia hanya tak ingin menyakiti hati salah satu atau bahkan kedua laki-laki ini. Tapi Naeun juga tak ingin kehilangan keduanya. Ia berfikir ia sungguhlah egois. Tapi ia juga tak tau harus melakukan apa.
Naeun tersenyum pada Jinhyuk. "Aku pergi dulu, sampai jumpa" ujar Naeun lalu meninggalkan kamar Jinhyuk.
*
Saat selesai menjemput Jinwoo dan Dongpyo, Naeun kembali ke rumah sakit lagi karena Jinwoo ingin bertemu dengan ayahnya. Tapi Naeun harus membeli beberapa barang jadi ia menyuruh Jinwoo dan Dongpyo untuk masuk terlebih dahulu sementara dirinya keluar untuk membeli beberapa barang.
Saat ia kembali, ia mendapati Seungwoo tengah duduk di lorong lantai 3. Lantai tempat kamar Jinhyuk berada. "Seungwoo..." panggil Naeun pelan.
Seungwoo menoleh ke sisi kanannya dan mendapati Naeun yang berada tak jauh darinya dengan membawa beberapa kantong plastik yang Seungwoo yakini berisi beberapa makanan untuk Jinhyuk dan juga Jinwoo. "Kau sudah seperti istri dan ibu yang baik untuk mereka"
Naeun menghela nafas kasar. Lalu berjalan melewati Seungwoo tetapi lengannya ditahan oleh Seungwoo. "Lepaskan. Aku tidak mau ada yang melihat kita" ujar Naeun yang mencoba melepas genggaman Seungwoo dari pergelangan tangannya.
"Jika memang kamu ingin bersama dengan Jinhyuk, aku tak masalah eun. Tapi ijinkan aku untuk merawat Dongpyo sebagai anakku" ujar Seungwoo sambil terus menggenggam pergelangan tangan Naeun.
Seungwoo sungguh dilanda rasa bersalah saat Jinhyuk harus dirawat di rumah sakit karenanya. Sudah sejak lama ketika penyakit jantung Jinhyuk tidak kambuh, tetapi justru Seungwoo yang membuat Jinhyuk hampir saja meninggal pada saat itu. "Kau tidak berhak untuk mengatur perasaanku pada siapapun. Juga... jika kamu ingin merawat Dongpyo aku tidak memberi ijin. Dongpyo harus tetap bersamaku, kamu hanya boleh menemuinya saat kamu ingin tapi jangan membawanya bersamamu. Jangan rebut kebahagiaanku lagi" ujar Naeun sambil melepas genggaman tangan Seungwoo lalu berjalan pergi.
YOU ARE READING
Previous Memories
RomanceKetika masa lalu yang sudah terkubur tapi tak benar-benar terkubur, kembali ke permukaan dan membuka memori lama yang menyayat hati. Seungwoo dan Naeun bertemu dengan sebuah ketidaksengajaan. Cinta yang mereka jalani ketika remaja membuat mereka mel...
