Chapter 3 - Menemukanmu

99 12 0
                                        

Chapter 3 – Menemukanmu

*

Apa kabar kalian semua? Ini updatean chapter 3 ya, semoga kalian suka dengan cerita ini. Tolong beri komentar di bawah ya jika kalian menyukainya atau jika ada kekurangan dari cerita ini.

Selamat menikmati cerita ^^ - Kogu

*

Seungwoo POV.

Tak terasa aku sudah berdiri di seberang jalan ini sekitar 30 menit lamanya sambil terus memandangi anak bernama Dongpyo yang sedang berdiri di depan gerbang sekolahnya sambil terus celingak celinguk seperti menunggu seseorang datang untuk menghampirinya. "Siapa yang dia tunggu?" gumamku dalam hati.

Sejak pertama kali bertemu dengannya seminggu lalu, entah mengapa aku terus memikirkan anak tersebut. Aku seperti merasakan getaran yang berbeda saat aku menatap anak tersebut. Getaran seperti aku sungguh ingin memeluknya dengan erat dan menjaganya dengan sepenuh hati. Siapa dia? Mengapa dia membuatku memunculkan rasa penasaran yang begitu hebat seperti ini? Karena perasaan-perasaan itulah yang membuatku sore ini kembali ingin melihatnya dan bertemu dengannya lagi. Tetapi meski 30 menit lamanya aku berdiri sambil terus memandangnya dari jauh, perasaan itu tetap tidak mau pergi.

"Sebaiknya aku temui dia dan bertanya asal usulnya..."

Aku memutuskan untuk menemuinya. "Dongpyo-aa.." ujarku pelan. Ia menoleh padaku lalu memperlihatkan senyuman manisnya. Sungguh menggemaskan, andai aku punya anak seperti dia.

"Paman Seungwoo? Paman kenapa kemari? Paman mencari Jinwoo ya? Dia sudah pulang, tadi dijemput papanya" ujar Dongpyo padaku.

Aku tersenyum dan menggeleng-gelengkan kepalaku. "Paman datang bukan untuk menemui Jinwoo, tapi paman ingin bertemu denganmu. Ada yang paman ingin tanyakan"

Dongpyo mengerutkan keningnya seolah bertanya-tanya mengapa tiba-tiba aku ingin bertemu dengannya. Dari raut wajahnya sangat terlihat jelas bahwa ia begitu penasaran akan pertanyaan yang ingin aku tanyakan. "Jinjjaa? Paman mau bertanya apa padaku? Tapi jangan bertanya soal pelajaran matematika ya paman, karena aku membencinya ;-;" ujarnya sambil mengerutkan bibirnya. Sungguh... sangat... menggemaskan.

"Hahaha, bukan matematika kok. Paman hanya ingin bertanya tentang orangtua kamu. Entahlah, paman merasa paman begitu mengenalmu makanya paman penasaran siapa orangtua kamu. Siapa tau saja paman mengenalnya" ujarku sambil mengusap pelan rambutnya. Ketika itu, hatiku terasa begitu hangat. Tanganku yang menyentuh rambutnya membuat perasaan lembut dan hangat menyelimuti seluruh hatiku.

Dongpyo terlihat berfikir. "Eum... sejak aku lahir, aku sudah tidak punya ayah. Aku hanya tinggal dengan eomma"

Hatiku berdesir... jadi dia tidak punya ayah? "Lalu... siapa nama mamamu?"

Dongpyo tersenyum. "Nama mama itu s-".

"Dongpyooo..."

Suara seseorang memecah pembicaraan kami sore itu. Dongpyo menghentikan kalimatnya saat namanya dipanggil oleh seseorang. Aku tetap berdiri di tempatku tanpa menoleh ke belakang, ke sumber suara itu. Entahlah... tiba-tiba kakiku beku. Suara itu... seperti aku mengenal suara itu. Suara yang begitu aku rindukan.

"Eomaaa...!!" teriak Dongpyo lalu berlari melewatiku. Aku membalikkan badan dan entah... aku terdiam. Seperti waktu berhenti berputar saat itu. Dia. Akhirnya aku temukan dia... Naeun... Dia ada di hadapanku sekarang. Memaki kemeja dengan motif garis putih dan biru dengan rambut coklat itu. Dia terlihat sama meski sedikit lebih dewasa dari 13 tahun lalu. Dia masih begitu menawan di mataku.

Previous MemoriesWhere stories live. Discover now