Chapter 7 - Persaingan Dua Sahabat

102 9 1
                                        

Chapter 7 – Persaingan Dua Sahabat

Author POV.

Kedai es krim di seberang SMP Seoul sore itu tidak begitu ramai. Hanya ada beberapa pengunjung yang datang bersama pasangannya, ada juga anak-anak yang datang dengan orangtuanya untuk membeli semangkuk es krim yang lezat di musim gugur sore itu. Di sudut kedai es krim, terlihat seorang pria berusia 30 tahunan dan seorang anak SMP Seoul dengan bibir yang belepotan akibat memakan es krim yang ada di hadapannya.

            "Paman, kenapa paman mengajakku makan es krim? Paman mau menyogokku ya?" tanya Dongpyo pada Seungwoo yang duduk di hadapannya dengan tatapan penuh selidik

Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.

"Paman, kenapa paman mengajakku makan es krim? Paman mau menyogokku ya?" tanya Dongpyo pada Seungwoo yang duduk di hadapannya dengan tatapan penuh selidik.

Seungwoo yang melihat tingkah Dongpyo hanya tersenyum sambil menggelengkan kepalanya. Seungwoo sangat ingin memeluk Dongpyo dan berkata bahwa ia adalah ayahnya. Tetapi Naeun melarang Seungwoo untuk mengatakannya pada Dongpyo karena ia hanya belum siap dan takut akan reaksi Dongpyo. Ia ingin waktu berjalan dengan sendirinya saja. Seungwoo paham maksud Naeun dan mengiyakan semuanya dengan syarat ia diberi kebebasan untuk menemui Dongpyo kapanpun ia mau.

Dongpyo memanyunkan bibirnya seperti bibir anak bebek. Sungguh menggemaskan anak yang satu ini (emang gemayyy huhu ;=; ). "Aku fikir paman menyogokku karena ingin mendekati eomma... paman suka kan sama eommanya Dongpyo?"

"Uhuukk... uhuukkk... "

Seungwoo yang sedang meminum minumannya tersedak begitu mendengar pertanyaan dari anaknya sendiri. Bagaimana mungkin ia tidak menyukai Naeun. Bahkan ia sangat mencintai Naeun sejak 13 tahun lalu.

"Dongpyooo..."

Suara seseorang dari arah belakang Seungwoo membuyarkan lamunan Seungwoo. Suara itu berasal dari wanita yang sangat ia cintai, ya... itu Naeun.

Naeun POV.

Aku memarkirkan mobilku di halaman parkir kedai es krim yang ada di seberang sekolah Dongpyo. Setelah mendapat pesan dari Dongpyo bahwa ia akan makan es krim dengan Seungwoo, aku segera menyelesaikan pekerjaanku dan ingin menjemputnya. Bukannya aku khawatir Seungwoo akan menculik Dongpyo dariku, tidak... Aku hanya takut bahwa Seungwoo akan kehilangan kendali dan mengatakan yang sebenarnya pada Dongpyo. Karena jujur sekali aku belum siap dengan semua konsekuensi yang akan aku hadapi nantinya.

Aku masuk ke dalam kedai dan menoleh ke kanan dan ke kiri mencari sosok anakku yang kutahu badannya sangatnya mungil. Aku melihat ke pojok kedai tersebut dan mendapati anakku sedang mengobrol dengan seorang pria. Dari punggungnya saja akupun sudah tau bahwa itu adalah Seungwoo. Aku sangat hafal dengan punggung yang dulunya sering aku peluk dan memberiku begitu banyak kehangatan.

"Dongpyoo..." kupanggil nama anakku dan dia menoleh padaku dan melambai-lambaikan tangannya. Aku menghampiri meja itu dan duduk di sebelah Dongpyo. "Udah selesai makannya? Kajja kita pulang" ujarku sambil mengusap rambut Dongpyo pelan.

Previous MemoriesWhere stories live. Discover now