Aku belajar merelakanmu dan Mengikhlaskanmu. Berlayarlah dan jika sudah mulai letih, aku siap menjadi labuhan terakhirmu.
(Andhika Ramadhan Mustafa)
.......Sungguh seringkali kita menggantungkan harapan kita kepada manusia namun kekecewaanlah yang kita dapatkan.
Karenanya : bergantungkanlah selalu harapanmu kepada Allah…jadikanlah manusia hanya sebagai sebab…yakinlah Allah tidak akan pernah mengecewakan hambaNya yang bertawakkal dan berhusnudzon kepadaNya.Setelah kejadian kemarin, yang hampir merenggut kesucian dirinya, Syifa pun akhirnya meminta solusi kepada sahabat-sahabatnya yaitu Aliyah, Rina, dan Maryam. Dan sahabat kecil nya yaitu Ishak.
Ishak adalah laki-laki berbadan tinggi yang semampai, hidung mancung, kulit bersih dan putih, terlebih pandai agama. Perempuan mana yang gak tertarik dengan Ishak hayohhh?? (Author aja tertarik) hehehe
Syifa pun memanggil Aliyah (temen sekamarnya sih Syifa untuk masuk ke kamar nya mereka berdua)
Liyah, aku mau cerita.. tapi kamu jangan marah yah??
Iya, mau cerita apa kamu Syif?? Aku pasti dengerin kamu kok (sambil memegang bahu nya Syifa)
Begini Syif, jika ada laki-laki yang hampir merenggut kesucianmu gimana pendapatmu??
Hmm kalo kamu nanya aku, yah itu laki-laki berengsek namanya Syif. Karna laki-laki itu hanya mau nerima manis nya doang, sebelum akad terucap. Dan laki-laki yang beriman gak akan pernah menyentuh atau bahkan menyolek kamu seujung kuku pun. Emang kenapa kamu nanya seperti itu Syif?? (Aliyah pun menaruh curiga terhadap Syifa)
Gak apa-apa kok Yah, aku cuma sekedar nanya doang. (Sambil memegang tangan nya Aliyah)
Kamu jangan boong deh Syif, aku udah kenal kamu lama banget, bahkan sebelum masuk kuliah pun aku udah kenal sama kamu Syifa Az-Zifatinayah.
Gak apa-apa kok (sambil melemparkan senyuman terhadap Aliyah)
Guys, keluar yuk cari makan sama liat cowo-cowo ganteng, siapa tau ada yang nyangkut. (Rina memasuki kamar kedua sahabatnya).
Iya sesak nih di dalam kosan mulu, keluar yuk kita ber empat, udah lama gak keluar bareng-bareng. (Sahut sih Maryam).
Kuy lah, aku pun juga lapar nih guyse. (Syifa mengalihkan pembicaraan.)
Ingat yah Syif, kamu masih ada cerita tentang dia yah.
Disisi lain, sih Dika sering memasuki rumah sakit karena untuk mengecek kesehatan yang ada pada dirinya.
Karena udah beberapa kali dia mengalami gejala demam yang tak kunjung reda, mual dan muntah, sakit kepala, tubuh mudah lemah, mimisan, sesak napas.
Setelah diperiksa dokter, dokter memberitahukan penyakit yang di derita Dika adalah Leukimia (Kanker Darah).
Dia harus segera di kemoterapi, agar penyakit nya tidak mudah menyebar dan tidak parah.
Syifa tidak mengetahui bahwa Dika mengalami Leukimia, kecuali Melly sahabat kecil nya.
Hmm Mel,, tolong ambilin hp aku dong, di dalam tas. (Dika meminta tolong di Melly).
Nih, hp lo. Tapi kan lo gak boleh terkena sinar cahaya dari HP, Dik.
Gak apa-apa kok Mel, aku mau ngomong sesuatu di Syifa.
Mendengar namanya Syifa, Melly pun agak geram terhadap Dika. Jelas-jelas dia yang selalu temanin sih Dika kemana pun dia pergi.
Kenapa sih lo?? Selalu hubungin dia, dia aja gak pernah hubungin lo lagi, Dik.
Ini salah gua, Mel. Gua yang bikin dia seperti ini. Asal lo tau, gua itu sama Syifa??? (Omongan mereka berdua pun terputus karena Suster masuk membawakan makan Malam).
Maaf Mas, ini makan malam. Udah jadwal nya pasien untuk makan.
Ohh iya makasih yah sus. (Melly)
Makasih yah sus, udah repot anterin makan malam nya Dika. (Dika)
Iya, silahkan dinikmati Mas. Semoga cepat di Kemoterapi dan cepet sembuh.
Aamiin Yaa Allah. (Ucap Dika dan Melly bersamaan).
Syifa, menunggu kabar dari Dika yang udah beberapa hari ini menghilang begitu saja.
Entah kabarnya dia sekarang seperti apa? Dan dimana dia.
Sebuah pesan Wa masuk di hp nya Syifa, ternyata chat dari sih Dika.
Syifa pun segera membuka apa isi dari chat nya. Mungkinkah dia kangen?? Atau kah, entahlah. Hanya Syifa dan Dika yang mengetahui isi chat nya.
"Syif.. besok kita boleh ketemuan, ?? Jam 10 pagi. Aku mau ngomong serius sama kamu. Ketemuan nya di tempat yang biasa yah.."
"Iya, In Syaa Allah". Syifa pun membalas pesan nya Dika dengan singkat.
Sebelum melakukan kemoterapi, Dika menghampiri Syifa.
Tenang aja, Dika udah izin kok sama dokter nya dan di temanin sih Melly juga.
Assalammualaikum, udah lama nunggu?? (Sapa Syifa).
Wa'alaikumussalam warahmatullahi. Gak kok Syif.
Mel, bisa kamu menjauh sebentar?? Aku mau ngomong 4 mata sama Syifa.
Dan Melly pun menjauh dari mereka berdua.
Begini, Syif. Sebelumnya saya minta maaf, bukannya aku tidak sayang sama kamu atau cinta sama kamu. Aku sayang dan cinta. Daripada aku terus menyakiti dirimu lebih baik kita akhiri aja hubungan yang kita jalani selama 3 tahun ini. (Sih Dika mengucapkan nya dengan rasa bersalah dan berat hati).
Maksudnya apa, Dika??
Aku mau kita putus, Syif. Gak ada hubungan apa-apa lagi diantara kita.
Alasan apa sehingga kamu mutusin aku, Dik?? (Sambil menahan isak tangis nya).
Apakah kamu punya perempuan lain, selain aku??
Iya aku punya perempuan lain, yang bisa memberiku semuanya, termasuk... Udahlah kita putus aja.
Apakah kamu berpacaran dengan perempuan kamu cuma mengincar harga diri nya Dika? Jawab jujur?
Iya benar, kamu benar sekali. Tapi sayangnya aku gak dapatin itu semua dari kamu, Syifa Az-Zifatinayah. Kamu terlalu suci untuk aku kotori. Silahkan kamu membenci diriku. Aku pantas dibenci oleh mu.
Sudahlah aku udah muak dan bosen sama kamu Syifa. (Dika pun langsung pergi meninggalkan Syifa sendirian di taman).
Sebenernya, Dika tidak rela berkata seperti itu. Akan tetapi ini demi kebaikan Syifa. Karena Dika gak mau ngeliat perempuan yang dicintainya lebih tersakiti apalagi melihat kondisi Dika kian hari kian memburuk.
Dengan cara itulah, mungkin Syifa akan membenci dan melupakan dirinya.
Maafin aku, Syif. Aku memang cowo berengsek, dan tidak bertanggung jawab.
Kalau pun kita berjodoh, Allah pasti mempertemukan kita disaat yang tepat untuk kita bersatu. (Batin nya Dika).

KAMU SEDANG MEMBACA
Berawal Dari Zina Berakhir Di Jannah
Romancecerita ini menggambarkan seorang perempuan yang merasakan jatuh cinta kepada sesosok laki-laki. Sehingga Syifa dan Dika telah salah memilih jalan untuk mengungkapkan perasaannya. Mereka udah lama berpacaran, ada satu waktu mereka terjerumus ke hal...