Sceane 11 (Kecelakaan)

2 1 0
                                    

Apakah aku terlalu lama
Mengungkapkannya ataukah
Kamu yang tidak terlalu peka??
.......
Ishak

2 tahun kemudian...

Liyah dan Ishak bertemu di sebuah kafe, tetapi Liyah datang nya tidan sendirian. Ia ditemani oleh salah satu sahabat nya yaitu Rina..

Yah.. aku boleh nanya di kamu serius?? Ishak bertanya kepada Aliyah.

Iya boleh kok Hak. Kamu mau nanya apa?

Begini yah,, sebenarnya aku tuh lagi suka bukan hanya sekedar suka, akan tetapi aku menginkan dirinya untuk menjadi penyempurna Agama ku di masa depan.

Si.. si.. apa hak, siapa perempuan yang engkau kagumi itu??

Aku menyukai nya sejak lama, sejak SMA. Yah walaupun dulu aku tidak menganggap serius perasaan ini, tetapi aku tidak bisa menerka-nerka lagi, aku tidak bisa membohongi perasaan ku lagi, aku menyukai ???

Drrtt drrrtt drrrttt... Hp Ishak bergetar

Halo Assalammualaikum, maaf ini dengan siapa ???

Maaf apakah ini dengan Saudara Muhammad Ishak Maulana?? Kata suster tersebut

Suster?? Emang siapa yah yang sakit ataukah.. yuk lanjutin lagi bacanya..

Iya, bener dengan Saya sendiri.

Begini, Pak. Saat ini Saudara Syifa Az-Zifatinayah sedang mengalami pendarahan.

Innalillahi, syifa kenapa pendarahan dok?? Aliyah merebut ponsel dari genggaman nya Ishak.

Rina, Aliyah, dan Ishak khawatir akan keadaan sahabatnya itu.

Tanpa basa-basi pun lagi, Ishak menyalakan mobil nya untuk menuju Rumah Sakit yang sedang ditempati oleh Syifa.

Ishak? Kita berdua boleh ikut? Aku khawatir sama sahabatku.. kata Rina

Iya boleh kok.

Rina dan Aliyah duduk di jok belakang mobil.

Yah tau sendiri, mereka kan belum mahrom, jadi jaga jarak yah. Walaupun mereka berdua berteman sejak lama.

Apalagi sih Ishak, gak mau bertemu dengan perempuan jika hanya berdua.

Karena mereka semua tau hukum nya berduaan, bertatap muka.

Sesampai di Ruangan UGD ... Ishak pun merasa khawatir sekali.

Dan para Dokter dan Suster pun belum keluar sejak 1 jam yang lalu mereka tiba di Rumah Sakit tersebut.

Setelah menunggu lama, para rekan dokter pun keluar.

Siapakah diantara kalian keluarga nya?? Kata Dokter tersebut.

Saya Dok. Kata Ishak.

Saya pun juga Dok keluarganya Syifa. Aliyah dan Rina pun bersuara.

Baiklah,, mari ikut saya ke ruangan.

Sesampai di ruangan dokter tersebut...

Dok,, Syifa kenapa. Syifa kenapa bisa sampai pendarahan begitu??

Tenang, tenang yah pak.. Syifa Alhamdulillah operasi nya berjalan lancar. Karena mungkin tadi dia kecelakaan kepala nya terbentur amat keras, sehingga darah yang dikeluarkan oleh Syifa pun mengalir begitu deras. Dan???

Dan kenapa dok? Kenapa dokter berhenti bercakap? Kata Ishak

Dan dia membutuhkan donor darah. Apakah saudara/i bersedia mentransfusi darah untuk Syifa?? Kalau tidak cepat-cepat di transufikan darah maka, dia akan meninggal dunia. Karena dia membutuhkan banyak darah. Dokter pun memasang wajah yang khawatir.

Deg.. seakan jantung mereka pun hampir copot, mendengar Syifa membutuhkan asupan darah dan kalau tidak ada darah yang cocok, maka Syifa akan meninggal dunia??

Pakai saja Dok, darah ku. Ambil aja darah ku asalkan Syifa tetap hidup. Kata Ishak.

Gak.. gak.. aku sayang sama Syifa, aku gak mau Sahabatku terbaring lemah. Aliyah pun bersuara.

Gak.. gak.. darah ku sama darahnya Syifa cocok. Dok tolong ambil darah ku aja.. Rina pun bersuara.

Baiklah.. baiklah.. saya akan memeriksakan kalian semua, siapa yang cocok darahnya dengan darah nya Syifa.

Sus.. siapkan alat transfusi darah nya sekarang..

Baik dokter. Kata suster tersebut.

Setelah menunggu hasil laboratium, mereka pun akhirnya kembali ke ruangan dokter tersebut.

Maaf,, kalian bertiga tidak ada yang cocok sama sekali dengan darahnya Syifa. Dokter pun membuka percakapannya.

Hiks.. hiks.. hiks.. Innalillahi,, kita harus gimana ini dok?? Coba tes sekali lagi mungkin ada yang keliru dari pemeriksaan tersebut. Aliyah pun menangis.

Kami tim medis akan berupaya sebaik mungkin agar Syifa mendapatkan golongan darah yang cocok. Dan kami membutuhkan kalian semua untuk mencari pendonor yang sama.

Asupan darah Syifa makin hari semakin berkurang, kita harus menemukan pendonor yang pas.

Baiklah, Saya permisi dulu dok. Ishak berpamitan.

Dan kedua sahabatnya pun juga berpamitan kepada dokter.

Syif.. bangun eyy.. kamu jangan tidur mulu. Aku mau ungkapin perasaan ke kamu. Bangun Syifa.. hiks hiks hiks.

Tanpa sadar air mata Ishak jatuh begitu deras.

Aliyah pergi ke masjid untuk menenangkan dirinya. Ia Sholat untuk meminta kesembuhan bagi sahabatnya.

Rina menelvon keluarga Syifa dan Maryam sahabatnya.

Siapakah kira-kira darah yang cocok bagi Syifa?? Apakah orang tuanya? Atau orang yang ia sayangi? Ataukah orang lain??

Berawal Dari Zina Berakhir Di JannahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang