Sceane 12 (Darah)

7 0 0
                                    

Rasulullah saw. bersabda: Perumpamaan orang-orang mukmin dalam hal saling kasih, saling menyayang dan saling cinta adalah seperti sebuah tubuh, jika salah satu anggotanya merasa sakit, maka anggota-anggota tubuh yang lain ikut merasakan sulit tidur dan demam.
.......
(Shahih Muslim No.4685)

Author Poft

Syifa dan Dhika berada di rumah sakit yang sama, dengan bangsal atau rungan kamar yang berbeda.

Secara tidak di sengaja, Dhika dan Melly mendengar pembicaraan Dokter Ridwan, dan dia menangkap 1 nama yang ada di hatinya yaitu Syifa??

Yah Syifa?? Tetapi Syifa siapa yang di rumah sakit ini. Dhika pun bertanya-tanya dalam hati.

Pak.. Bu.. kondisi Syifa saat ini sedang kritis, kita harus membutuhkan darah untuk Syifa karena Syifa memerlukan darah, kalau tidak dia akan meninggal Pak.. Bu.. Tutur dokter

Dan kondisi darah nya Bapak tidak stabil, kita memerlukan darah yang sehat dan segar.. saya sudah cek ke teman-temannya namun tidak ada sama sekali yang cocok dengan darah Syifa.

Ayah.. kita harus gimana ?? Hiks hiks hiks.. Bunda Syifa menangis

Sabar yah bun,, In syaa Allah kita mendapatkan darah.. Ayah Menenangkan Bunda dipelukan nya.

Setelah keluarga pasien keluar dari ruangan dokter akhirnya Dhika dan Melly pun masuk.

Assalammualaikum Dok.. sapa Dika

Wa'alaikumussalam warahmatullahi. Ehh Dhika dan Melly,, mari silahkan duduk.

Gimana kondisi mu saat ini??

Alhamdulillah udah semakin membaik kok dok..

Ohh iya dok, bukannya saya tadi ingin menguping hanya saja saya mendengar ada yang membutuhkan transfusi darah yah??

Iya Dik.. susah mencari darah A+. Raut wajah dokter pun berubah

Periksa darah saya saja dok,, kalau cocok ambil darahku dok. Karena aku tak mau??

Dika?? Apa lo udah gila yah?? Lo itu lagi sakit mana boleh lo itu transfusi darah buat dia. Melly pun menyela pembicaraan Dhika

Iya dik.. lagian bahaya juga, untuk kamu dan dirinya. Lagian kondisi mu saat ini sedang lemah.

Dok saya mohon,, saya hanya ingin darah nya saya mengalir di tubuh nya dia.. dok.. pliss izinkan saya mentransfusi darah nya saya ke perempuan yang saya cintai ini. Dia sekarang sedang terbaring lemah di brankar rumah sakit, hiks hiks hiks. Air mata dika pun menetes

Disisi ini Melly cemburu, dan merasa terharu.

Baiklah saya akan mencoba tes darah nya kamu dik..

Beberapa saat kemudian, hasil tes darah pun keluar dan hasilnya negatif.

Dok.. tolong tes saya punya darah dok, siapa tau aku dan dia punya darah yang sama. Melly pun bersuara.

Dika tidak menyangka, bahwa sih Melly yang awal nya benci sekali sama Syifa darah nya harus mengalir ke tubuh Syifa. Dan hasilnya positif, cocok.

Dok.. kalau Syifa udah bangun, tolong jangan beritahu kalau saya yang mendonorkan darahnya buat dia. Melly pun meminta kepada dokter.

Kenapa Mel?? Syifa berhak tau kalo lo yang mendonorkan darahnya. Dika pun bersuara.

Gak Dik.. Syifa gak berhak tau. Yaudh yuk kembali ke ruangan lo, lo itu butuh istirahat. Melly mencoba tersenyum.s

Mel. Makasih yah lo udah baik sama Syifa.

Gua bukan baik sama dia yah, gua akan jadi tetap orang jahat. Hanya saja saat ini gua ingin membantu orang lain. Hahahaa..

Author non poft

Tok..tok.. tok.. suara ketukkan pintu.

Assalammualaikum, saya sudah mendapatkan darah yang cocok untuk Syifa. Dimohon untuk semuanya tolong keluar dari ruangan. Dokter pun menyuruh mereka keluar sebentar.

Alhamdulillah baik dok. Ucap Ayah Syifa

Sahabat-sahabatnya, Ishak, Ayah, Bunda, semua pada kumpul menunggu hasil dari dokter.

Lo gak kumpul bareng mereka, Dhik??

Gak usah Mel. Liat dari jauh, dan Syifa sadar aja gua udah bahagia.


Terima kasih Mel,, lo itu adalah sahabat terbaik gua. Gua kira lo bakalan berbuat jahat kepada Syifa, ternyata gua salah menilai lo. Tulis di buku diary nya Dika

Berawal Dari Zina Berakhir Di JannahTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang