Ada gak yang nungguin si Alis sama Al?
Happy Reading.....
Alis sedang berjongkok memperhatikan keadaan Al yang masih telentang di atas tanah. Alis prihatin melihat kondisi Al yang tampak babak belur dengan banyak lebam kebiruan di wajahnya. Bahkan darah terlihat masih keluar dari hidungnya. Alis mengambil saputangannya didalam tas selempang nya kemudian menyerahkannya pada Al. Al tampak gemetaran menerima saputangan tersebut sambil melihat kearah Alis. Sesekali terdengar ringisan yang keluar dari mulut Al. Al hanya bungkam sambil memperhatikan Alis.
Alis melihat ke sekelilingnya dan menemukan handphone yang tidak jauh dari tempat Al. Ia mengambil handphone tersebut kemudian dengan cekatan ia memapah Al keluar dari gang tersebut. Al yang sudah tidak berdaya hanya bisa pasrah.
Alis menyetop sebuah taksi yang kebetulan lewat di depan mereka. Bergegas sopir taksi tersebut membantu Alis untuk memapah Al dan membukakan pintu mobil. Dengan perlahan Alis meletakkan Al di kursi penumpang. Alis duduk tepat disamping Al. Mobil pun melaju menuju arahan Alis yaitu rumah sakit.
Al yang merasakan sakit di sekujur tubuhnya pun dengan perlahan-lahan penglihatannya menggelap, Al kehilangan kesadarannya. Alis yang merasakan pergerakan Al yang melemah pun dengan cekatan meletakkan kepala Al pada pahanya. Alis memandang kearah wajah Al kemudian menatap kearah depan. Ia tetap terlihat tenang.
Perjalanan yang mereka tempuh memakan waktu 20 menit, hingga tiba di rumah sakit terdekat. Sopir berlari menghampiri perawat dan meminta pertolongan. Beberapa perawat bergegas kearah mobil yang ditumpangi Alis dengan membawa bed. Mereka membawa Al memasuki ruang UGD.
Sementara itu, Alis tampak duduk di bangku tunggu di depan UGD. Ia menunggui Al dan hanya bisa diam. Alis terus memperhatikan ponsel yang layarnya sedikit retak. Ia mencoba menghidupkan handphone tersebut dan berhasil. Alis mencari kontak yang bisa ia hubungi di handphone Al. Ia menemukan kontak dengan nama 'My Mommy'.
'Mungkin ini nomor ibunya.' Pikir Alis.
Ia menekan tombol hijau pada layar handphone. Pada deringan pertama, telpon langsung terhubung. Belum sempat Alis berbicara, sudah terdengar suara wanita di seberang sana.
"Halo Al, kamu dimana sayang? Handphone kamu sulit di hubungi."
"Ma'af Tante, ini benar dengan ibunya Al?" Alis menyela dan tampak ragu mengucapkan nama Al karena ia tidak tahu sama sekali dengan laki-laki yang di tolongnya tadi. Bahkan ia tidak mengenalnya. Ia mengetahuinya saat wanita di seberang telpon mengucapkannya.
"Iya benar, ini dengan siapa ya? Dan Al dimana!? Kenapa handphonenya bisa ada sama kamu!?" Wanita itu terdengar sangat cemas.
"Al di rumah sakit dan sekarang sedang berada di ruang UGD. " Alis hanya mengatakan point pentingnya saja dan tidak menjawab pertanyaan yang beruntun tersebut.
"Apa!?" Wanita itu terdengar begitu terkejut dengan berita yang Alis sampaikan.
Alis juga mengatakan nama rumah sakit tersebut dan juga alamatnya.
Tut.
Telpon langsung di tutup dari seberang sana.
Setelah selesai menelpon ibunya Al, Alis mengambil bukunya di dalam tas selempangnya dan membuka bukunya. Sambil menunggu dokter keluar dari ruang UGD dan juga menunggu kedatangan ibunya Al, Alis membaca bukunya. Sesekali Alis melihat kearah jam tangannya. Ia merasa bosan karena beberapa orang yang lewat selalu memperhatikannya.
Sudah 30 menit berlalu, tapi dokter yang memeriksa Al belum juga keluar. Bahkan ibunya Al belum juga sampai. Alis kembali fokus dengan bukunya.
Terlihat hells yang berhenti dan berdiri tepat di hadapan Alis. Alis mendongakkan kepalanya dan menutup bukunya. Tampak seorang wanita paruh baya yang terlihat masih cantik dengan wajahnya yang terlihat begitu gelisah. Ia menyunggingkan senyumnya pada Alis dan hanya di balas Alis dengan anggukan.

KAMU SEDANG MEMBACA
Layangan Kertas ( Cinta Tak Biasa)
Teen FictionGadis dengan julukan 'Malaikat penjaga neraka' yang selalu menghindari keramaian juga senyuman. Dengan sisi keanehan. Jangan lupa vote and commentnya ya...