Arayna Medeira. Pertama kali gue kenal dia, gue pikir dia adalah sosok yang kekanak-kanakan dan manja. Dan dia sama sekali bukan tipe gadis idaman gue. Gue bahkan gak pernah membayangkan bisa menjalin hubungan dekat dengannya karena gue pikir mungkin dia hanyalah salah satu dari orang yang sekedar lewat dalam hidup gue. Dalam arti lainnya, dia bukan siapa-siapa dalam hidup gue.
Pada kenyataannya, gue ternyata salah. Takdir seolah mendekatkan gue dengan dia tanpa gue duga dan harapkan. Gue yang awalnya berpikir, "Ah, paling dia cuma sekedar lewat di hidup gue." menjadi "Ternyata dia membawa pengaruh di hidup gue." atau "Gue butuh lo."
Terkadang opini kita tertentang orang lain bisa salah karena sebenarnya kita belum mengenalnya. Anggap aja gue begitu kepada Arayna karena otak gue yang sok tahu ini sudah beropini dahulu sebelum mengenal. Semakin gue mengenalnya, pikiran gue tentangnya juga mulai berbeda. Dia adalah sosok yang mandiri dan terkadang dewasa, jauh berbeda dengan yang gue pikirkan dahulu.
Dan gue bahkan engga sadar bahwa hubungan kami yang semula hanya biasa bisa berjalan sejauh ini. Gue cinta dia dan dia mencintai gue. Terkadang gue ingin mentertawakan pikiran gue dulu yang seenaknya menilai dia. Dia bukan orang yang sekedar lewat di hidup gue lagi karena ternyata dia memberi kenangan yang mungkin akan gue ingat terus.
"Lo kenapa bisa suka gue?" Itu adalah pertanyaan yang Arayna ucapkan saat gue pertama kali mengatakan perasaan gue padanya.
Gue tersenyum dan tanpa ragu menjawab pertanyaannya, "Karena lo ada di saat titik terpuruk gue, tanpa gue minta."
Mungkin dia akan berpikir bahwa dia bersikap seperti itu hanya karena kasihan atau karena gue memang butuh bantuannya, tetapi dia bukanlah orang berada diposisi gue. Saat seseorang berada di titik terpuruknya, percayalah bahwa orang lain yang menemani dan membantunya saat dia terpuruk itulah yang akan terus dia ingat walaupun mungkin orang lain itu hanya berpikir apa yang dia lakukan hanyalah sepele. Itu yang gue rasakan pada Arayna.
"Tapi gimana jika suatu saat lo berada di titik terpuruk lagi dan gue gak ada di sisi lo. Apa lo akan lupain gue?"
Ini yang gue suka darinya. Terkadang dia bertanya dengan pertanyaan yang menurut gue dalam. Well, gue gak tahu apa yang dia pikirkan, tetapi bagi gue dia cukup peka dan berpikir ke depan.
"Gak. Sekalipun lo udah pergi dan bersama orang lain. Momen saat lo ada dititik terpuruk gue selalu gue inget karena itu sulit gue lupain."
--o0o--

KAMU SEDANG MEMBACA
X
RomansaCerita ini dipersembahkan untuk kalian yang merasa selalu benar dan sok bijak terhadap masalah orang lain karena menutupi ketidakmampuannya dalam mengatasi masalahnya sendiri dengan bertingkah serba tahu.