*PART 3*

804 89 3
                                    

"Semuanya bisa hampa kalau Adya pergi dari hidup ibu"
-ibu Adya

"BANGUN LO"Seorang anak yg kira-kira berumur 10 tahun itu menyuruh anak kecil berumur 3 tahun bangun---setelah mereka pukuli

Adya bangun dengan meringis,pipinya sudah basah dengan air mata

BUG.Adya di pukul 'lagi' untuk kesekian kalinya oleh 'mereka'

"Cih,gitu doang udh nangis,kesakitan"ucap salah satu dari mereka

Mereka adalah tetangga Adya,sebenarnya Adya gk mau temenan sama mereka,tetapi dia gk punya temen lagi

Salah satu dari mereka buang air kecil di tubuh Adya

"IBU,TOLONG ADYAAA!!!!"

Adya bangun dengan nafas tersengal-sengal dia memimpikan 'itu' lagi

Pipi Adya sudah basah dengan air mata,pelipis nya bersimbah keringat,tubuh nya gemetaran,tangannya mencengkram erat selimutnya,dia sangat ketakutan

Dia mengambil obat nya dan ternyata obat nya abis

Dia mencoba melangkah dari kasur,tetapi kepalanya pusing,mata nya kunang-kunang

BRUK.Adya jatuh di dekat kasurnya,yg dia dengar terakhir kali hanyalah suara ibunya dan Revan

🍂🍂🍂

Adya bangun dan menemukan dirinya sudah berada di atas kasur

Tapi bukan kasurnya,dia kenal tempat ini

Ini tempat dirinya di sugesti saat kejadian 'itu'

"Jadi gimana dok?apa anak saya bisa sembuh dari trauma nya?"

Adya bisa mendengar ucapan ibunya yg sedang berbicara dengan psikolog

"ADYAAAA"Revan berlari ke arah Adya dengan wajah cemas

"KAMU GAPAPA?KOK TADI PINGSAN?UDH GAPAPA KAN?GIMANA SEKARANG RASANYA?UDAH ENAKAN?"

Adya hanya menghembuskan nafasnya mendengarkan ocehan Revan

"GIMANA NANTI KLO ADA APA-APA,MAKANYA KLO ADA APA-APA TUH BILANG,JA-"

"Iya Evan,Adya gapapa,cuman mimpi 'kejadian waktu itu',tapi sekarang udah gapapa"

Revan menghela nafasnya lega

"Adya,udh bangun?yuk pulang,tadi ibu abis ngomong sama dokter,nanti ibu kasih tau di rumah"

"Iya Bu"

🍂🍂🍂

"Adya,ini obat kamu,jangan cepet-cepet abis ya,biar trauma kamu cepet sembuh"ucap ibu Adya saat mereka sampai di rumah---setelah mengantarkan Revan

"Iya Bu"

"Adya,kamu harus sembuh dari trauma kamu,trauma kamu udah parah,klo gini terus kamu bakal trauma sampai tua"ibu Adya mengatakan nya dengan gemetar

"Semuanya bisa hampa kalau Adya pergi dari hidup ibu" lanjutnya

Adya tertegun,dia tidak tau ibunya sesayang itu padanya

ErvaringTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang