Eps 10 - Kamu, dan Cerita yang Lalu

21 2 0
                                    

Baru saja kemarin aku bermimpi. Yang menjelma seakan nyata. Diam tanpa kata. Dan hanya menulis menggunakan pena. Karena kamu begitu rahasia. Yang dunia pun tak seharusnya tau. Hanya aku dan tuhan yang menciptakan rasa. Rasa yang membuat lupa akan segalanya. hangat genggamanmu selalu menyentuh sampai sela sela jari jemariku. Bisikan halusmu selalu tergiang padahal orang lain yang memanggilku. Aku terlalu mengingatmu atau kamu memang aksara yang susah dilupa walau aku sudah mencoba dan berpura2. Salahnya aku disini, menjadikan kamu sebagai pemeran dalam cerita singkat dlm diary ku. Sehingga aku susah lupa akan cerita yang lalu.  Cerita tentang yang sudah berlalu. dan Kenapa?, dikala aku melewati tempat yang dulu sering kita potret dalam kamera mu. Dan begitupun aku sebagai objek yang kamu ambil untuk kamu simpan. Aku selalu teringat akan kamu. Aku masih ingat wangi parfummu, yang kadang jika kamu memelukku wanginya ikut dalam raga ini. Terlalu puitis bukan cerita ini, seperti sajak. Jika aku mencium parfum yang sama persis seperti itu aku selalu teringat kamu. Padahal orang lain yang memakainya. Motor berwarna merah dengan jaket dan lengkap dengan sarung tangan yang sering kamu kenakan. Sampai sepatu berwarna putih yang juga selalu kamu kenakan. Aku sampai hafal semuanya yang ada pada dirinu. Entah dalam benak ini selalu namamu yang muncul. Tp Kadang, aku rindu. Dengan segala hal tentang kamu. Apa Mungkin Hidupku sudah ter distrek oleh cerita tentang kamu. Cerita yang kian membuai dan juga menghangatkan. Tapi lagi lagi itu cerita yang lalu. Cerita dlm lembar yang sudah aku tutup dengan halaman baru. Dan mungkin takan terulang untuk kedua kalinya. Oh iya Aku selalu bahagia jika dapat notifikasi dari mu. Karena Hanya notifikasi dari mu yang aku tunggu. Tapi itu dulu. Karena sekarang sudah berbeda. Bodohnya aku selalu melibatkan kamu dalam cerita yang aku buat dan aku suarakan. Sampai saat ini. Karena Kamu sederhana. Tapi, membuat aku susah untuk lupa. Akan senyum mu. Akan genggamanmu dan pelukan mu. Aku yang kadang malu malu saat kamu menyuruhku untuk memeluk mu, saat kamu bonceng aku diatas motor merah yang banyak mengukir aksara dengan kata yang berprosa. Tapi lagi lagi itu cerita yang lalu. terima kasih untuk segalanya. Yang sederhana tapi penuh dengan cerita.  Oh iya aku baru ingat. Kamu juga pernah menghilang sebentar, lalu kembali dan hanya sekedar menyapa sebelum semuanya berubah karena kamu pergi dan hilang sampai saat ini. Bukan orangnya yang hilang tapi mungkin kenangan dan cerita yang pernah aku buat dalam kertas hitam yang ku lipat dan ku simpan dulu. Kamu, dengan segala cerita yang lalu.

Day 69 Off 366
"Semesta mengukir sebuah abjad diatas kertas putih dengan pena hitam, yang bersajak tapi  berirama. Diatas angin yang menderu, angin yang bersiul tentang kebahagiaan dan tentang permasalahan. Semua itu tentang kamu. Kamu dan cerita yang lalu."

AKU dan PENATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang