HAPPY READING!
Lo itu kesurupan setan apasih Ar?"
-Aleta Giovaniaa-
^^^
"Nurut atau lo jadi pacar gue sekarang!" Ancamnya, dengan pandangan yang tak lepas dari wajah cantik gadis itu.
"Dih, emang apa hak lo nyuruh-nyuruh gue buat jadi pacar lo" Ujar Aleta sambil memalingkan wajahnya dan melipat tangannya di dada tak lupa juga ia memanyunkan bibirnya.
Arga yang melihat ekspresi Aleta yang menggemaskan itu pun langsung terkekeh dan mengacak acak rambut Aleta.
Aleta menepis tangan Arga dari pucuk kepalanya "Lo itu kesurupan setan apasih Ar? Kok lo jadi sok akrab gini sama gue" Ujarnya sambil merapikan rambutnya yang dirasa berantakan karena Arga.
"Kesurupan setan cinta gara-gara cewek yang ada di depan gue ini ngebuat gue penasaran akan sifatnya" Arga meremas tangannya saat ia tidak sengaja mengatakan hal yang selalu ia sembunyikan selama ini, ingin sekali ia memukul mulutnya yang tidak sengaja keceplosan itu.
"Hah? Lo ngomong apa tadi?" Ujar Aleta, dengan menatap Arga lekat.
"E-enggak kok, orang tadi gue ngomong ngomong... ngomong... ngomong..." Arga tergagap saat ini, ia bingung harus mengucapkan kata apa sekarang kepada Aleta.
"Ngomong apa Ar?" Ucap Aleta dengan ekspresi curiga kepada Arga.
"Ngomong... Ngomong..." Arga masih bingung mau mengatakan apa kepada Aleta saat ini.
"Arga" bentak Aleta tepat di depan wajah Arga.
Arga tersentak kaget dan langsung mengatakan "Ngomongin mang Udin" Ujarnya asal.
Aleta menyipitkan matanya curiga, mengapa tingkah Arga sangat mencurigakan baginya "Enggak Ar, tadi Lo bilang kesurupan setan cinta gara-gara...."
"Gara-gara Mang Udin, iya mang Udin" Arga mencela perkataan Aleta, sambil menggaruk tengkuknya yang tak gatal, mengapa juga ia harus mengatakan Mang Udin, itu jelas jauh sekali dari topik pembicaraan Aleta dan dirinya. Sudah dipastikan pasti Aleta curiga sekarang.
"Enggak Ar, gue yakin banget lo bukan ngomongin soal Mang Udin, lagian topik lo jauh banget sih, sampek tukang kebun di sekolah juga lo omongin" Mang Udin itu adalah tukang kebun yang bekerja di sekolah SMA NUSANTARA, Mang Udin itu orang yang humoris, jadi tidak salah lagi kalau semua siswa siswi dari angkatan ke angkatan tau Mang Udin itu siapa.
"Engga kok, orang dari tadi gue ngomongin soal Mang Udin, mungkin lo nya aja kalik yang halu" alibi Arga, sambil memalingkan wajahnya ke jendela dan memasukkan tangannya ke saku celana.
"Gue curiga, lo pasti nyembunyiin sesuatu kan?" Ujar Aleta, sambil memainkan jari jarinya.
Arga mendongakkan wajahnya ke arah Aleta, sudah diduga bukan bahwa Aleta curiga padanya sekarang " Emm, lo gak kelapangan latihan? Ini juga udah mulai siang, gue juga mau latihan soalnya, besok juga udah mau tanding kan" ucap Arga mengalihkan.
"Udahlah gue mau balik, lama kelamaan capek juga ngomong sama lo" Aleta langsung beranjak dari atas brankar dan berlalu meninggalkan Arga yang sudah dari tadi berkeringat dingin karena pertanyaan pertanyaan dari Aleta. Tapi itu salahnya juga, mengapa ia bisa mengatakan itu tanpa di sengaja.

KAMU SEDANG MEMBACA
ALETA
Teen FictionSeorang anak gadis SMA, yang bersikap dingin di depan orang tetapi di belakang ia akan bersikap hangat dengan seseorang yang sudah dekat dengannya. Membuat semua orang yang ingin berdekatan dengannya penasaran akan siapa sosok Aleta sebenarnya. Apak...