Yang pasti
Tiada yang pasti
Aku pusing sendiri
-Natasya Cinta-
Hari baru, semangat baru, dan segala macam ujian baru.
Tak seperti biasanya kini entah ada kekuatan apa aca bisa berangkat lebih pagi daripada fani, dan yang terjadi aca hanya bisa berbengong diri dan merasa bosan sendiri. Sampai fikiran yang paling dia benci datang menghampiri.
"hmmm, andai fani ngga naruh rasa sama dia, aku pasti bisa segembira fani bisa cerita semua, kenapa juga sih aku harus suka ke orang itu? " aca semakin hari semakin frustasi dengan apa yang terjadi, tentamg cinta yang tak tau bagaimana datangnya dan tentang persahabatan yang selalu ingin dijaganya.
"Aca? Tumben banget kamu berangkat pagi gini biasanya mepet bel" fani yang barusan datang merasa terkejut dengan sahabatnya ini tumben sekali dia sudah berangkat sepagi ini.
"eh i ya eee anu itu ngga macet" entah angin dari mana aca merasa sngat terkejut dengan kedatangan fani, mungkin karena aca takut fani mendengar apa yang aca ucapkan dan seertinya fani tidak mendengarnya.
"ohh gitu, ehhh ca temenin yukkk ke kamar mandiii"
"boleh"
Akhirnya mereka berdua bergandengan tangan dan menuju tempat tujuan ditengah tengah perjalanan tiba tiba ada sesosok yang menarik perhatian.
"hai ca " tiba tiba dia menyapa aca dengan sunggingan senyum yang teramat sangat manis, dan tanpa diketahui siapapun kini jantung aca berdetup 2x lebih kencang.
"eh iya" dan entah kekuatan dari mana aca bisa menjawab tanpa gugup sedikitpun dan sikap tenang nya itu berhasil membuat siapapun tidak mengetahui apa yang sebenarnya aca rasakan.
"Narendra nyapa kamu ca? " ya narendra namanya, pria tampan pujaan banyak wanita di sekolah. Fani berucap lirih ke aca saja tentunya.
"eh fan, mungkin karena" belum selesai aca berbicara fani sudah lebih dahulu menangapi.
"ngga papa kali caa, gila aku seneng banget bisa ngeliat senyum semanis itu gila itu manis bangettttt" ucap fani dengan mata yang berbinar dan wajah yang mulai merah merona.
"syukurlah fani tidak marah". Ucap aca dalam hatinya.
"udah ah ca gausah ke kamar mandi langsung ke kelas aja udah cantik pasti" ucap fani tanpa aba aba langsung menarik tangan aca menuju kelas nya. Entah lah hormon ketemu gebetan emang kadang kadang bikin orang bingung.
.....
Setelah berjam jam duduk di dalam ruangan dengan rumus terpampang di depan dan tugas menumpuk sedemikian akhirnya bel pulang berbunyi sebagai tanda semua siswa diersilahkan pulang...
"Acaaaa, nih baca" ucap fani sambil memperlihatkan polselnya.
"wahhhh, ciee pulang bareng" aca sebenarnya terkejut bukan main, rasanya hatinya memanas, padahal hanya pulang bareng, lagian kan sahabatnya ini memang cocok dengan rendra, namun bukan aca namanya jika tidak stay kalem.
"yaudah aku duluan, Rendra udah di parkiran soalnyaaa, bye sayangnya fani " Fani pul meninggalkan aca sendirian, yang ditinggal hanya bisa menatap punggung fani pasrah.
"hem, ok pulang sendiri udah biasa ca, stay strong dong" ucap aca dalam kesendirian.
Dari kejauhan aca melihat sahabatnya itu begitu bahagia dengan rendra, dan rendra juga nampak tersenyum cocok seperti orang yang sedang kasmaran. Akhirnya mereka berdua berlalu pergi dengan motor berwarna gelap yang aku yakini motor kesayangan rendra.
"ca? Are you okay ?"
Ucapan itu menyadarkan aca dari lamunan nya memandang fani dan rendra, dan ternyata itu ucapan ka renand ketua OSIS idaman banyak wanita kecuali aca.
"eh ka, oke kok oke"
"pulang sama siapa? "
"niatnya bareng Fani tapi udah duluan" Ya memang sebenarmya aca sudah berniat untuk nebeng mobil jemputan fani, tapi belum sempat aca meminta tebengan fani sudah lekas mendapatkan tebengan pulang, dan tak mungkin juga aca harus ikut fani dan rendra.
"yaudah bareng aku aja gimana? "
"boleh" bukan tanpa alasan aca menyetujui ini tapi bagi aca daripada naik angkutan umum aca sangat takut itu lebih baik nebeng ka rendea saja.
"yuk, sekalian ngomongin yang mau aku omongin kemarin, tapi kayaknya kemarin kamu lupa ngga ke ruang OSIS? "
"ASTAGHFIRULLAH, maaf kak Aca lupa" aca memang benar benar lupa, tidak jadi menemui seniornya itu tapi tidak menghubungi juga.
"enggapapa, santai aja sama aku" Rendra tau aca pasti merasa bersalah apalagi hubungan antar keduanya adalah senior dan junior.
Akhirnya mereka berdua pun menuju parkiran dan mengambil motor rendra lantas meninggalkan sekolahan tercinta.
"Aku laper, temenin aku makan ya ca? " Selain memang lapar rendra juga ingin membicarakan sesuatu dengan aca.
"boleh ka, aca juga lapar" karena merasa lapar dan pasti dirumah tidak ada makanan karena bunda aca yang sedang mengajar dan tidak sempat memasak makan siang akhirnya aca menyetujui ajakan renand.
Setelah beberapa menit dalam perjalanan akhirnya mereka berdua telah tiba di sebuah restoran jawa yang jarang jarang ditemui di ibu kota.
"yuk masuk " akhirnya aca dan renand pun memasuki restoran tersebut lantas memilih duduk di pojok ruangan karena memang hanya itu tempat yang tersisa sekarang.
Setelah duduk dan memesan beberapa makanan akhirnya renand memulai pembicaraan.
"ca? "
"ya? "
"jadi gini, OSIS kan butuh panitia tambahan di acara ultah sekolah kamu kira-kira bisa join? "
"oh, panitia boleh boleh aja si kak "
"oke, cuma itu si sama satu lagi, kamu cantik" entah ada ft ikiran dari mana renand mengucapkan itu pada aca.
"eh kak, makanan nya udah dateng"
Bukan aca namnya kalau tidak bisa menyimpan segala macam ekspresinya, sebenarnya yang dirasakan aca kini tidak ada gugup gugupnya, justru rasa sungkan dan tak nyaman.
Setelah mereka menyelesaikan makannya renang pun mengantarkan aca menuju rumahnya, diperjalanan seertinya mereka terlalu asik memikirkan fikiran masing masing sampai tidak ada obrolan satupun yang keluar.
"ca ? Udah sampe gamau turun? "
"eh iya kak, makasih ya aku masuk dulu, dahh" sebenarnya aca juga tau sebaiknya menawari masuk dulu tapi menurut aca mengajak renand masuk tanpa ada bundanya itu bencana.
"oke, kakak pulang dulu, istirahat ca"
Akhirnya renand meninggalkan aca dengan moge merahnya itu dan aca nampak biasa saja tak menganggap ini spesial bahkan tidak ada detup detup di dada namun bagi rennad ini sebuah ketidak biasaan.
Baru saja aca menjatuhkan badannya dikasurnya hp nya langsung berdering hebat.
"NATASYA CINTA SAHABAT TERSSAYANG FANIII" refleks aca langsung menjauhkan ponsel mya itu dari telinga nya akibat suara fani yang memekakan.
"apasih fan? "
"ngga, lain kali couple date aja deh gausah sembunyi-sembunyi" setelah mengatakan itu fani pun mematikan sambungannya, dan aca ?
"pasti liat aku sama kak renand, bodo ah"
Karena kelelahan aca pun segera membilas diri, melaksanakan shalat dan tidur diatas kasurnya membentuk bintang lebar dan terlelap kedunia mimpi indahnya...
Hari yang luar biasa lelah
(ucapnya dalam hening)
.
.
.
.
.
.
.
.
.
(bersambungg)
KAMU SEDANG MEMBACA
TERIMAKASIH CINTA
RomanceCinta? siapa tak mengenalnya siapa yang tak pernah merasakan nya? kuyakini semua tau dan pernah mencintai. Dan sakit adalah resiko jika cinta harus terus mengalah. Mencintainya bagiku adalah bahagia dan luka yang berhasil aku ciptakan sedemikian...
