Part 9

3 0 0
                                        

Aku tak menyangka
Dia yang kuncinta
Juga merasakan
Hal yang sama.

Nathasya.

Hari demi hari Aca lewatin dengan kesepian tanpa Fani seorang,  mungkin sudah terhitung 2 pekan Aca tak lagi saling sapa apalagi duduk bersama dengan Fani :(

Seperti biasa suasana kelas jika jam istirahat pastilah riuh dan berisik yap seperti kelasnya Aca, rasanya Aca seperti sendirian diantara keramaian.

"Ca?  Yuk ke Kantin" Devia merasa kasiahn pada temannya ini,  sejak di diami oleh Fani Aca jadi tidak pernah ke Kantin,  jika istirahat hanya diam di kelas atau ke halaman belakang.

"hem,  males dev" Aca tau kalau dia ke kantin pasti dia akan bertemu Fani dan tentu Rendra dan hal itu akan memeperkeruh suasana.

"ayoo lah Ca,  aku laper"

Karena Devia selalu memaksa Aca mau tak mau Aca meng iya kan saja ajakan Devia. Toh juga kalau misalkan ada Fani ada juga Devia.

Namun ya begitulah Kantin begitu ramai apalagi mbak Jum dengan candaan candaan receh nya yang menarik siapa saja supaya membeli bakso supernya itu.  Mengingat bakso super aca jadi teringat menu favoritnya dengan fani.

"Aca, kok ngelamun mau makan apa kamu?"  Devia bingung sendiri nih anak tambah hari tambah diem

"apa aja tapi jangan bakso mbak jum" ucap aca kepada devia yang dibalas acungan jempol darinya.

Karena kantin ramai jadi selagi devia memesan makanan lebih baik Aca mencari tempat duduk.

"Acaa sini" Tiba tiba ada yang memanggil aca setelah puas tengok kanan dan kiri akhirnya Aca mendapati Rendra melambaikan tangan padanya.
Aca pun bingung Kantin nya rame banget kursi udah pada ditempatin tapi diatas kebimbangannya itu seperti biasa

"Aca sini sama aku aja" ucap Renand.  Ya renand menyelamatkan Aca dari kebimbangan antara duduk dengan Rendra atau meredam sedikit demi sedikit dendam Fani.

"oh iya kak" Akhirnya Aca melangkahkan kakinya mendatangi Renand dan hal itu menyebabkan Rendra tak hapis fikir dengan polah Aca. 

"sendirian?" Renand membuka pembicaraan

"engga sih sama tuh dia" Aca pun melambaikan tangannya ke arah devia dan devia pun mendatangi Aca dan kak renand.

"oh sama Devia, Fani?"

"Masih kaya kemaren" ucap Aca dengan memperlihatkan wajah murungnya.

"nih Ca makan, aku dah pesenin soto enak banget nih" ucapan devia berhasil membuat wajah Aca berbinar dan tentu saja Aca langsung memakan Soto di depannya, dan Renand,  dia tak menikmati makanan apapun tapi dia menikmati tingkah laku gadis ini.

"kok enak sih dev,  ngga pernah tau aku ada soto enak" ucap Aca dengan takjub

"ya iyalah gimana kamu mau tau,  yang di datengin mbak jum terus yang dipesen baksoo terus" ucap Devia disambung tawa

"bisa aja kamu De hehe" Aca sebenernya jadi teringat Fani yang ngga mau makan kalo ngga makan bakso super itu,  tapi ya sudah lah lagipun Fani itu tidak peduli dengan Aca.

"Eh kakak ngga makan?" Aca ini bingung dengan Renand dari tadi cuma ngeliatin Aca sama devia makan.

"Engga,  kakak ngga laper" ucap Renand sambil terus melihat Aca.

"oh kak Renand ini ternyata kesini cuma buat ngeliatin Aca ya?" Devia pun faham sedari tadi Kak renand ini tidak memandang nya apalagi makanan tapi Aca. 

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: May 01, 2020 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

TERIMAKASIH CINTATempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang