BAB 50 – TIKUS PENEMBUS TANAH MENYELAMATKAN DUA ORANG PETUGAS; BAI YUTANG MENCURI TIGA BENDA BERHARGA MILIK BAO
Ketika melihat kedua petugas itu, ternyata sang tuan besar mengenali Jiang Fan sehingga ia segera memerintahkan pelayannya melepaskan ikatan mereka dan mempersilakan mereka duduk di dalam.
Tuan besar ini bernama Lin Chun dan adalah seorang yang tidak puas dengan kondisinya saat ini. Ia dan Jiang Fan mulanya sama-sama berasal dari keluarga miskin. Setelah Lin Chun mendapatkan kekayaan di luar penghasilan normalnya, ia berpisah dengan Jiang Fan yang lalu bekerja sebagai petugas di kantor Kaifeng dan perlahan-lahan naik jabatan menjadi kepala petugas. Mendengar Jiang bertugas di Kaifeng, Lin ingin kembali bertemu dengannya.
Namun setelah melihat Bao yang menjunjung tinggi kebenaran dan melenyapkan kejahatan serta melihat Zhan dan teman-temannya yang gagah berani dan bersifat ksatria, Jiang dalam hati mengagumi mereka dan berkeinginan memperbaiki dirinya. Ia pun meninggalkan jalan yang salah dan kembali ke jalan yang benar. Ia berpikir apa yang ia lakukan dulu bertentangan dengan kebenaran dan kemudian berusaha melakukan hal-hal yang baik hingga akhirnya menjadi orang baik. Tak disangka hari ini ia ditangkap oleh pengurus rumah Lin Chun yang bernama Lei Hong. Ketika ia bertemu dengan tuan mereka, ternyata orang itu adalah Lin Chun.
Lin Chun berulang kali meminta maaf dan segera mempersilakan Jiang Fan dan Huang Mao masuk ke ruang tamu. Sambil tubuhnya sedikit bangkit dari tempat duduknya, ia berkata, "Saya benar-benar tidak mengetahui kalian berdua datang. Saya banyak melakukan kesalahan. Sehubungan dengan kejadian tadi, saya mohon kalian dapat memaafkannya."
Jiang berkata, "Dulu aku dan kamu sama-sama melewati kesulitan dan penderitaan. Ini adalah hal yang sepele, kamu tidak perlu khawatir." Setelah berkata demikian, ia mengangkat tangannya dan bermaksud untuk pergi. Namun Lin Chun yang semakin jahat dan licik menghalangi dan berkata, "Adik Jiang tidak perlu terburu-buru."
Lin memberi isyarat kepada seorang pelayan kecilnya lalu pelayan kecil itu segera membawa sebuah nampan yang berisi empat keping uang perak. Sambil tersenyum ia berkata, "Ini sedikit pemberian kecil dariku. Mohon kalian menerimanya dengan senang hati." "Kakak Lin, ini salah. Masalah ini tampaknya sangat penting bagi kakak. Apakah kakak ingin menggunakan uang ini untuk menyuapku? Aku sama sekali tidak dapat menerimanya."
Mendengar hal ini, Lin Chun membuang mukanya sambil berpikir, "Jiang Fan, kamu tidak dapat menyesuaikan diri dengan keadaan. Aku bermaksud baik dengan mengingat hubungan masa lalu kita dan memberimu muka dengan sejumlah uang, tetapi kamu berani-beraninya menolak. Tampaknya karena bekerja di Kaifeng, kamu memandang rendah diriku. Baiklah! Baiklah!" Kemudian ia berbalik dan berseru, "Lei Hong, gantung mereka berdua dan pukuli dengan keras. Paksa mereka menuliskan sesuatu barulah kemudian memberitahukanku."
Lei Hong segera menyuruh anak buahnya mengikat kedua petugas itu dan membawa mereka ke ruangan berkamar tiga di halaman sebelah timur. Jiang dan Huang tidak dapat berbuat apa-apa dan dibawa menuju halaman sebelah timur yang sangat luas. Di sana terdapat tiga kamar di mana dua terang dan satu gelap. Di tengahnya terdapat sebuah simpai; pada simpai itu terdapat rantai dan pada ujung rantai itu terdapat pengait. Pengait itu menjangkau melalui punggung mereka yang terikat lalu dikaitkan pada ikat pinggang sutra mereka. Kemudian mereka ditarik ke atas dan digantung hingga kaki mereka tepat di atas tanah. Di sekeliling mereka sama sekali tidak ada tempat untuk bersandar.
Lei Hong menyuruh anak buahnya membawakan kursi lalu ia duduk pada kursi itu dan menyuruh anak buahnya terlebih dulu mencambuk Jiang Fan. Jiang pun menunjukkan sifat aslinya yang kasar dan mengumpat tiada henti. Setelah dicambuk beberapa kali, Jiang dengan wajah yang tenang sambil tersenyum berkata, "Bung, kalian para pelayan hanya terbiasa melakukan perhitungan dengan sempoa. Tidak sedikit daging pun yang kalian kenai. Kalian lembek seperti tahu. Sedikit tenaga pun kalian tidak punya. Apakah kalian sedang memukul atau sedang menggelitiki orang?"
KAMU SEDANG MEMBACA
KISAH HAKIM BAO DAN PARA PENDEKAR PENEGAK KEADILAN
Historical FictionBerikut adalah terjemahan dari novel Tiga Pahlawan dan Lima Ksatria (San Xia Wu Yi, 三俠五義) yang diterbitkan pada tahun 1879 dan kemudian direvisi judulnya menjadi Tujuh Pahlawan dan Lima Ksatria (Qi Xia Wu Yi, 七俠五義). Novel ini mengisahkan tentang Bao...
