Berusaha meminta dimaafkan tapi nyatanya itu tidak semudah apa yang dibayangkan
- Raditya Wirayudha
🍁🍁🍁
"itu, abang gua kak"belum selesai mencerna ucapannya alma ia sudah lebih dulu ditarik tangannya sama lenna dan membawa nya masuk ke dalam rumah.
"Hah!! barusan lo ngomong apa enggak dengar, bisa keluar lagi nggak"teriak raka dari luar.
"sial, rese banget tuh cewek padahal tinggal sedikit lagi kita nemuin jawaban nya"decak rafif merasa kesal percuma saja ia membututi alma tapi ternyata gagal.
"Udahlah, balik aja"
Akhirnya mereka berdua memutuskan untuk segera pergi dari tempat ini, ya percuma juga klo berlama - lama disini tidak dapat apa apa.
"gini ya bukannya tadi gua ganggu kalian, tapi gua tuh heran aja gitu lo tuh betah aja ngobrol ama mereka"ujar lenna kembali mengungkit kejadian tadi dengan alma.
"Udah ngocehnya, mending nih lo urus aja tuh cacing didalam perut daripada entar ke buru mati"alma langsung melenggang pergi menuju kamarnya.
"yailah, gitu aja ngambek"pekik lenna yang belum begitu jauh jarak di antara mereka berdua.
"bodo! "
Di tempat lain ternyata sangat berbeda sekali keadaannya dengan cewek itu, buktinya ia sekarang malah memikirkan ucapan temen temennya tentang insiden pertemuannya dengan cewek itu.
"udahlah, ngapain juga gua mikirin tuh cewek"gumamnya baru saja radit ingin menyalakan notif HP miliknya nampak nya ia harus bersabar Karena tiba - tiba ada yang sedang berusaha menggedor kamarnya.
"masuk! Nggak di kunci"pekiknya ke orang itu.
"bang, mereka ngajak ke cafe ikut nggak lo"ujar raden yang sekarang berdiri di depan pintu kamar radit.
"nggak! "
"Yailah, nggak asik lo"decak raden yang masih berusaha membujuk abangnya ini yang sangat susah sekali di ajak keluar rumah semenjak dapat peringatan dari papanya.
"udah selesaikan, mending sekarang lo pergi dari kamar gua"tegas radit yang nampaknya seperti nada peringatan ke raden.
"Hemm"
🍁🍁🍁
"eh, tunggu ini siapa yang banyar semuanya dah"tanya Rafif ke mereka yang sekarang malah menyibukkan dirinya dengan HP.
"sekarang gua tanya, yang ngajak kita ke sini siapa"ujar Arga malah menanyakan balik ke rafif.
"ya gua lah, segala ditanya "umpat rafif
"Nah, sekarang disini yang lebih butuh makan siapa"celetuk athala.
"maksud kalian, gue yang bayar semua makanan "beo rafif
"Ya, iyalah"
"anjing! "
Rafif merogohkan saku celana nya dan mengambil dompet, ternyata uang yang ia ingin dikeluar kan sangat pas dengan hitungan Makanannya.
KAMU SEDANG MEMBACA
RADAL
Fiksi Remaja#RADAL Apa artinya ketulusan sebuah hati hingga hati ini perlu di mengerti. - Alma Aldhera dirgantara Mulai detik ini dan esok akan ku patahkan semua ucapan mu tentang diriku. - Raditya Mahesa Wirayudha Mengungkapkan perasaan itu memang harus dala...
