Eight

42 0 0
                                    

Taehyung dan Jungkook berjalan kaki dengan perasaan kesal. Bagaimana tidak, mereka dipaksa berangkat sekolah menggunakan angkot. Padahal mereka tadi sudah bersiap-siap menggunakan kendaraan mereka masing-masing, namun Ayah mereka langsung mengambil kunci kendaraan mereka dan menyuruh menggunakan angkot sebagai hukuman telah memecahkan vas mahal milik Ayahnya.

Untung saja daerah rumah mereka tidak ada anak sekolah yang tinggal disini, jadi cukup aman bagi mereka untuk berjalan bersama, walaupun mereka berjalan bersebelahan dengan jarak yang cukup jauh.

"Ide lo kemaren sih, kita jadi disuruh naik angkot" Taehyung masih saja menyalahkan Jungkook.

"Dih! lo seharusnya berterima kasih sama gue. Dari pada lo ga punya ide, tolol banget ga ada otak lo tuh" 

"Terima kasih apaan, kalo ujung-ujungnya naik angkot!" 

Tidak ada hentinya mereka memang kalau sudah bertengkar, seperti sudah rutinitas mereka jika sedang bersama.

"Tapi napa tega banget sih, Ayah lo sama kita?" 

"Au, gajelas emang"

"Kudunya lo rayu, dia kan Ayah kandung lo" ucap Jungkook, Taehyung menghelah nafasnya berat.

"Ga deket gue sama Ayah" ucapan Taehyung membuat Jungkook langsung menatap ke Taehyung. 

"Kenapa? selama inikan lo cuma tinggal sama Ayah"

"Semenjak Ibu meninggal Ayah jadi makin sibuk sama kerjanya, gue kesepian terus. Ayah terlalu peduli sama kerjaan dibanding gue. Makanya gue ga deket" mendengar jawaban Taehyung seketika Jungkook merasa bersyukur kepada hubungannya dengan Ibunya yang terbilang tidak sehambar Taehyung dan Ayahnya. 

"Apa lagi pas Ayah udah punya pacar, gue ngerasa dilupain. Tapi gue bodo amat sih, ga peduli juga gue"

Jungkook tiba-tiba merasa tidak enak dengan Taehyung. Walaupun Taehyung mempunyai segalanya dirumahnya, ternyata ia kekurangan kasih sayang dari Ayahnya sendiri.

Sebenarnya semenjak Jungkook dan Ibunya di tinggal oleh Ayahnya, Ibunya menjadi pekerja yang keras. Tapi Ibunya memiliki sifat yang sangat lembut dan sabar, ia selalu menyempatkan waktu bersama Jungkook agar hubungannya tidak begitu hambar.

"Oh, sorry gue nanya gitu" tanpa sadar Jungkook merasa tidak enak pada Taehyung. Taehyung hanya mengangguk.

"Kalo Ayah lo, kemana?" gantian Taehyung bertanya. 

"Gatau, cabut tiba-tiba. Ninggalin gue sama Ibu, dia lebih milih cewe lain" jawab Jungkook.

"Lo masih kabar-kabaran tapi?" 

Jungkook menggeleng.

"Gue aja gatau dia masih idup atau ga. Ga peduli lagi gue sama dia, benci gue. Dia udah kabur bawa harta Ibu terus nikah sama cewe jablay"

Taehyung terdiam, sekarang ia yang tidak enak kepada Jungkook.

Hening seketika antara Taehyung dan Jungkook. Mereka menjadi merasa kalau mereka sama-sama memiliki nasib yang sama. Tapi semenjak keduanya menjadi keluarga mereka memang merasa kehidupan mereka berubah.

"EH! kok jadi gini sih?!" Taehyung menyadari suasana diantara keduanya.

"Lah, iya! kok jadi curhat-curhatan gini sih kita?!"

"Anjir!"

"Fak!"

Mereka jadi geli sendiri karena pagi ini bukannya bertengkar mereka malah terlihat sangat damai.

"Dah lah! nanti kalo angkot dah dateng gue duluan yang masuk. Lo tunggu angkot kedua aja" ujar Taehyung dengan egoisnya.

"Ga, gabisa! udah jam setengah tujuh kurang, gue gamau telat! lo aja sana!" 

Step BrotherWhere stories live. Discover now