Ini adalah hari pertama adas bersekolah, dan sekaligus menjadi murid baru di SD tanggerang ini.
Rasa gugup karena akan bertemu dengan teman baru terus menyergapnya. adas tau ia satu sekolah dengan seila namun tetap saja ia akan berbeda kelas.seila kelas 3 sedangkan dirinya kelas 5.
2 detik kemudian mobil angga sudah memasuki kawasan sekolah.dan langsung menjadi sorotan semua murid.
Dengan semangat menggebu,adas menapakan kakinya sambil terus mencoba tuk terus tersenyum.
Angga mengantarkanya ke kantor untuk menemui wali kelas adas.
"Permisi"kata angga dan langsung mendapatkan perhatian."ada perlu apa pak?"tanya salah satu guru yang datang menghampiri dengan ramah nya.
"Ini pak,bu tikanya ada?"tanya angga. Mendengar namanya di panggil segera menghampiri."dengan pak angga yang minggu lalu mendaftar kan anaknya ya pak?"tanya bu tika memastikan .angga mengangguk membenar kan.
"Iya bu,ini anak saya"jawab nya kemudian."tunggu ya. sebentar lagi bel masuk"kata bu tika kepada adas.
Adas menoleh ke arah ayah nya "ayah pulang dulu ya ,nanti di jemput sama pak dudi,ok"pamitnya dengan meninggalkan sebuah pesan untuk putranya.
Adas tersenyum dan mengangguk. "semangat!" support angga kepada anaknya."semangat!"balas adas sambil mengacung kan jempol nya ke udara.lalu mereka melakukan tost dengan saling mengadukan kedua tangan mereka.
Tak lama bel berbunyi.adas pun pergi kelas barunya bersama bu tika. meskipun tak ada seorang ibu yang mengantarkannya kesekolah, adas tetap terus tersenyum dalam keterpurukannya.
Tepat disaat bu tika memasuki ruang kelas ,semua murid langsung berdiri dan memberikan salam kepadanya.
"Anak anak kita kedatangan murid baru loh...kalian seneng gak?"tanya bu tika setelah menjawab salam dari mereka.
"Seneng dong,bu..."jawab mereka serempak."briant ayo masuk!"pinta bu tika.adas pun masuk dari ambang pintu.
Hening ,mereka tengah menunggunya membuka mulut."ayo perkenalkan nama kamu!"pinta bu tika. Briant mengangguk mengiyakan.
Sebelumnya ia menghirup nafas nya dalam ,lalu menghembuskan nya secara perlahan.
"Hai...teman...teman..."sapanya terlebih dahulu."hai..."balas mereka .
"Perkenal kan nama saya adreas briant zyn temen temen boleh panggil aku briant.aku pindahan dari semarang karena pekerjaan ayah ku yang di pindah kan ke tanggerang.sekian mungkin ada yang mau bertanya ,temen temen?"lanjut briant lancar dan lantang.
Setelah puas bu tika pun menyuruh nya duduk di bangku yang kosong disebelah aldy.karena memang hanya itu satu satunya bangku yang kosong.
Briant hanya mengangguk aebagai jawaban.lalu ia pun berjalan kearah kursi yang kosong tadi.
Namun seseorang mencegah nya "kenalin gue revan gue mau lo ketemuan nanti di lapangan."pinta nya angkuh dan penuh kesombongan di setiap pekataan nya.
Briant hanya tersenyum simpul sambil menerima uluran nya."dan jangan lo bantah dia adalah big boss di sekolah ini"ucap seseorang yang ada di samping nya.
Seperti nya ia bisa membaca nya .ia sering mendapat kan hal seperti ini seperti tahun tahun lalu.di usianya yang baru menginjak 11 tahun ia sudah 4 kali pindah sekolah ,jadi ia terbiasa dengan itu.
Briant kembali melangkah menuju tujuan awal.baru saja ia duduk di kursi yang sudah di peruntukkan untuk nya.seseorang mengulurkan tangan dengan senyuman tulus di bibir nya.
"Hai aku aldy semoga betah di sini,dan aku saranin kamu jauh jauh dari revan.karena dia genk biang rusuh dan tukang onar."jelas aldy sambil berbisik.
Briant mengangguk dan tersenyum seakan menjelas kan 'tenang aja'.
Pelajaran pun segera di mulai briant menyiap kan bukunya dan bersiap untuk menulis semua ilmu yang di tumpah kan ole sang guru.
《《☆》》
Makasih yang udah baca cerita payung teduh .abaikan typo yang berserakan ya....mohon di maklumi🙏🙏🙏
Salam dari siti sofiah
😉🙃😇
YOU ARE READING
payung teduh
Roman pour AdolescentsSebuah kisah seorang gadis yang menemukan pelindung sejatinya.namun sebelum itu ia harus berjuang untuk mencarinya.perpisahan perpisahan pahit harus iaterjang.badai penderitaan terus menghantamnya.hingga akhirnya ia merasakan jatuh bangun dan arti d...
